Optimization in Gaining the Reward (Bag. 2)

Cara keenam: Berkeinginan untuk menunjukkan orang lain.

Berdakwah (mengajak manusia) kepada agama Allah me­rupakan ibadah paling agung yang mendekatkan manusia kepada Allah, karena ini adalah tugas para Nabi dan Rasul—sebab berdakwah dan memberi petunjuk kepada manusia adalah jalan yang mengantarkan untuk meraih pahala dan kebaikan yang besar—sebagaimana sabda Rasulullah:

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ

“Barangsiapa menyerukan kepada petunjuk, maka ia mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengikutinya….” (HR. Muslim).

Jika Anda menunjukkan seseorang kepada agama Allah kemudian ia beristiqamah, maka Anda mendapatkan seperti shalat, tasbih dan semua amal shalihnya tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun. Kemudian, jika ia menyeru banyak orang lalu mereka bertaubat, maka Anda mendapatkan seperti pahala mereka walaupun Anda berada dalam kubur Anda. Begitulah, dituliskan untuk Anda pahala banyak orang. Seakan-akan Anda dikaruniai umur yang panjang. Dan, orang yang menunjukkan kepada kebajikan adalah seperti orang yang melakukannya.

More »

VN:F [1.8.8_1072]
Rating: 9.7/10 (3 votes cast)
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: +5 (from 5 votes)

Melazimi Sunnah Rasulullah

Melaksanakan sunnah Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Salam sangat penting bagi kehidupan seorang muslim, baik dalam hal ibadah maupun muamalah. Sunnah Nabi adalah apa-apa yang berasal dari Nabi Shalallahu’alaihi wa Salam berupa ucapan, perbuatan atau pengesahannya.

Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari berkata, “Orang muslim yang paling utama adalah orang yang menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Salam yang telah ditinggalkan (manusia), maka bersabarlah wahai para pencinta sunnah (Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Salam), karena sesungguhnya kalian adalah orang yang paling sedikit jumlahnya (di kalangan manusia)”

Arti “menghidupkan sunnah Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Salam” adalah memahami petunjuk Beliau, mengamalkan dan menyebarkannya di kalangan manusia, serta menganjurkan orang lain untuk mengikutinya dan melarang dari menyelisihinya.
Orang yang menghidupkan sunnah Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Salam akan mendapatkan dua keutamaan (pahala) sekaligus, yaitu (1) keutamaan mengamalkan sunnah itu sendiri dan (2) keutamaan menghidupkannya di tengah-tengah manusia yang telah melupakannya.

More »

VN:F [1.8.8_1072]
Rating: 7.3/10 (6 votes cast)
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: +7 (from 7 votes)

Optimization in gaining the reward

Tujuan dari hidup ini adalah beribadah kepada Allah :

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56).

Tujuan ibadah ini ialah mendapatkan ridha Allah kemudian surga, dan kedudukan surga itu berbeda-beda. Sejauh mana manusia meraih kebajikan dalam kehidupan ini, maka sejauh itu pulalah kedudukan yang akan diraihnya di sana.

Seorang muslim itu sangat mencintai kehidupan­nya, bukan karena kelezatannya, tetapi hanyalah karena ingin mendapatkan sebanyak mungkin pahala dan kebajikan. Jika seorang muslim melihat bahwa kehidupannya di dunia sarat dengan kebajikan dan pendekatan diri kepada Allah, maka ia berdoa kepada Allah agar dipanjangkan usianya dan diperbaguskan amalnya.

Dari titik tolak ini, kita harus mengingatkan tentang urgensi mengetahui cara-cara amaliah untuk meraih pahala dan kaidah-kaidah yang meng­antarkan untuk mendapatkan sebanyak mungkin kebajikan dalam syariat yang bijak ini guna memantapkan timbangan orang mukmin pada hari kiamat.

“Dan adapun orang-orang yang berat tim­bangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.” (QS. Al-Qari’ah: 6-7).

Berikut ini adalah sebagian dari cara-cara ideal untuk meraih tujuan yang besar ini bagi setiap muslim.

Cara Pertama: Komitmen dengan kewajiban dan fardhu.

More »

VN:F [1.8.8_1072]
Rating: 9.8/10 (5 votes cast)
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: +6 (from 6 votes)

Ujian Para Nabi

Kemudian coba perhatikan keadaan al-Kaliim Musa ‘Alaihissalam, cobaan yang telah diberikan kepadanya dan ujian mulai dari kelahirannya sampai akhir urusannya, hingga Allah Ta’ala mengajaknya berbicara dan mendekatkan diri beliau kepada-Nya, menuliskan kitab Taurat dengan tangan-Nya untuk beliau dan mengangkatnya ke derajat yang tinggi. Beliau telah bersabar dengan kesabaran yang tiada bisa dilakukan oleh orang lain. Beliau melempar lauh ke tanah hingga pecah dan memegang janggut Nabi Allah Harun ‘Alaihissalam dan menariknya ke arah beliau. Beliau telah menampar wajah malaikat maut dan mencungkil matanya. Beliau berdiskusi dengan Rabbnya tentang urusan Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Salam dan Rabbnya, namun Allah Ta’ala tetap menyayanginya, dan tidak mengurangi kehormatan beliau di hadapan Allah Ta’ala dan tidak jatuh kedudukannya di sisi-Nya.

Bahkan beliau adalah hamba yang didekatkan di sisi Allah Ta’ala, kalaulah bukan karena cobaan-cobaan dan ujian-ujian berat yang telah dilewatinya dalam menegakkan agama Allah dan dalam melewati perkara-perkara berat antara Fir’aun dan kaumnya kemudian menghadapi Bani Israil dan gangguan mereka terhadap beliau serta kesabaran beliau dalam melayani mereka, tentu semua itu tidak akan beliau dapatkan.

Kemudian coba perhatikan keadaan al-Masiih Isa ‘Alaihissalam, kesabaran beliau menghadapi kaumnya dan ketabahan beliau dalam melaksanakan perintah Allah dan kesabaran beliau menghadapi kaumnya hingga Allah Ta’ala mengangkat beliau kepada-Nya, dan menyucikan beliau dari orang-orang kafir dan memberikan pembalasan terhadap musuh-musuhnya, memutus mereka di muka bumi dan menghancurkan mereka sehancur-hancurnya, mencabut kerajaan dan kejayaan mereka sampai hari Kiamat.

More »

VN:F [1.8.8_1072]
Rating: 9.2/10 (5 votes cast)
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: +6 (from 6 votes)

SEDEKAH ABDURRAHMAN BIN AUF

Salah satu sifat mulia dan disukai Allah adalah sedekah. Memberikan sebagian harta ataupun apa yang kita punya untuk orang lain. Rasulullah SAW banyak memiliki sahabat yang pemurah. Salah satunya adalah Abdurrahman bin Auf. Dia terkenal dengan kedermawannya sehingga Rasulullah menyebutnya kelak sebagai ahli surga. Salah satu kisah sedkahnya yang legendaris.

Pada suatu hari, saat kota Madinah sunyi senyap,   debu tebal berwarna kekuningan mengepul dan mendekat dari berbagai penjuru kota mendekati pintu-pintu kota Madinah. Orang menyangka badai pasir tengah datang tengah datang. Tapi ternyata debu berasal dari kafilah dagang yang sangat yang sangat besar berupa 700 ekor unta penuh muatan memadati jalanan Madinah.

Orang-orang segera keluar melihat pemandangan yang menakjubkan itu. Ini adalah kafilah milik Abdurrahman  bin Auf ra yang baru saja datang dari syam membawa barang dagangan miliknya.

Mendengar kedatangan kafilah Abdurrahman bin Auf itu, Aisyah ra menggeleng-gelengkan kepala, dan berkata,” Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda,’ Aku bermimpi melihat Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak’.” (Al-Kanz, no. 33500)

Sebagian sahabat menyampaikan berita ini kepada Abdurrahman bin Auf. Mendengar itu, Ia teringat perkataan Rasulullah yang pernah berkata,” Wahai Abdurrahman bin Auf, sesungguhnya kamu termasuk kaum yang kaya raya dan kamu akan masuk ke surga dengan merangkak. Oleh karena itu pinjamkanlah sesuatu pinjaman kepada Allah sehingga membebaskan kedua telapak kakimu.” (HR. Al-Hakim,3/311 dan Al-Hiyan, 1/99)

Abdurrahman bin Auf pun pergi kerumah Aisyah ra dan berkata,” Sungguh engkau telah menyebutkan suatu hadits yang tak akan pernah aku lupakan. Aku bersaksi bahwa kafilah ini berikut muatan dan pelananya aku Infakkan di jalan Allah.” Muatan itu dibagi-bagikan kepada penduduk Madinah dan sekitarnya.

More »

VN:F [1.8.8_1072]
Rating: 9.5/10 (19 votes cast)
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: +13 (from 13 votes)

Menebar Salam

Amal yang dapat mengangkat derajat seseorang adalah dengan menebar salam. Mengucapkan salam merupakan salah satu dustur moral Islam dan sunnah nabawi. Salam merajut hati orang-orang Mukmin dan para anggota masyarakat. Menebar salam artinya menebar salam kepada setiap orang. Menebar salam maksudnya adalah menebar kedamaian. Dengan menebar salam, membuat hati manusia kian dekat dengan yang lain dan mengundang berkah yang melimpah.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu. berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kamu sekalian tidak akan masuk surga sebelum beriman, dan kamu sekalian tidaklah beriman sebelum saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang apabila kamu kerjakan niscaya kamu sekalian akan saling mencintai? Yaitu sebarkanlah salam diantaramu sekalian.” (HR. Muslim)

More »

VN:F [1.8.8_1072]
Rating: 9.3/10 (7 votes cast)
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: +9 (from 9 votes)

Cara Ketiga – Bersabar atas Musuhnya

Yaitu dengan berusaha untuk tidak melawan atau mengeluhkannya, bahkan tidak terbetik sedikitpun di hatinya untuk mengusik musuhnya ini. Karena ia tak akan dapat mengalahkan musuh dan orang yang hasad kepadanya dengan senjata yang lebih ampuh dari pada kesabaran dan tawakkal kepada Allah Azza Wa Jalla. Janganlah ia menganggap besar dan lama kedzaliman musuhnya, karena setiap kali si musuh mendzaliminya, kedzaliman itu akan menjadi pasukan dan kekuatan bagi orang yang didzalimi, yang dengannya orang yang dzalim memerangi dirinya sendiri tanpa ia sadari. Kedzaliman ibarat anak panah yang ia lemparkan menuju dirinya sendiri. Seandainya ini dapat dilihat oleh orang yang didzaliminya itu, niscaya ia akan senang dengan kedzaliman tersebut. Akan tetapi karena lemahnya penglihatannya  ia tidak dapat melihat kecuali eksistensi dari kedzaliman tersebut, tanpa mampu melihat akibat dan hasil akhirnya.

Padahal Allah  Azza Wa Jalla berfirman :

Dan barangsiapa membalas dengan setimpal penganiayaan yang pernah ia terima kemudian dia dianiaya lagi, pasti Allah akan menolongnya.” (QS. Al Hajj : 60)

Bila Allah Azza Wa Jalla telah menjamin pertolongan atas hamba padahal ia pernah membalas sebelumnya, maka bagaimana halnya dengan orang yang dianiaya namun sabar dan tidak membalas sedikitpun? Padahal tidak ada dosa yang lebih disegerakan balasannya dari pada dosa kedzaliman dan memutuskan tali silaturahmi.

Sudah menjadi sunnatullah bahwa jikalau ada sebuah gunung yang berlaku dzalim terhadap gunung yang lain  maka Allah Azza Wa Jalla akan menjadikannya hancur berkeping-keping.

Maraji : Sepuluh Jurus Penangkal Sihir, Dengki dan ‘Ain karangan Ibnul Qayyim Al Jauziyyah Penerbit Pustaka At Tibyan
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: 7.5/10 (8 votes cast)
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: 0 (from 4 votes)

Sifat yang Mulia

Kejujuran adalah sifat yang agung, akhlak yang mengelokkan pemiliknya dan mengangkat sebutanya. Orang yang jujur selalu dicintai manusia. Barang siapa yang banyak jujurnya, niscaya “bersinarlah” hatinya dan kuatlah “pandangannya”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dikenal dengan kejujuran dan amanahnya, bahkan sebelum beliau menjadi Nabi.


Sesungguhnya kejujuran mengantarkan kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan kepada surga. Sesungguhnya seseorang biasa berlaku jujur hingga ia disebut shiddiq (orang yang senantiasa jujur). Sedang dusta mengantarkan kepada perilaku menyimpang (dzalim) dan perilaku menyimpang mengantarkan kepada neraka. Sesungguhnya seseorang biasa berlaku dusta hingga ia disebut pendusta besar.

Untaian kata-kata di atas adalah hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu yang terhimpun dalam Kitab Hadits Bukhari, Muslim dan Tirmidzi. (HR Bukhari dalam shahihnya bab Adab); (HR Muslim dalam shahihnya bab Al-Birr); (HR Tirmidzi dalam sunannya bab Al-Birr).

More »

VN:F [1.8.8_1072]
Rating: 9.9/10 (8 votes cast)
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: +3 (from 3 votes)

BAGI PARA PENDIDIK

Wahai saudaraku, para pendidik muslim…

Wahai pendidik para generasi yang melahirkan para tokoh…

Wahai engkau yang dimuliakan Allah dengan diembani tugas sebagaimana tugas para nabi dan rasul. (semoga keselamatan dan kesejahteraan bagi mereka). Salam sejahtera, rahmat Allah dan berkahNya semoga tercurah pada kalian. Waba’du.

Saya menulis risalah ini untuk kalian, setelah mengemban tugas mengajar selama kurang lebih empat belas tahun. Seraya merasa bangga dan terhormat karena keikutsertaan dalam tugas paling mulia serta profesi paling luhur di antara profesi-profesi lain. Terlebih, ia adalah misi yang diemban para Nabi dan Rasul ‘Alaihimussalam. Dengan landasan sebuah hadist:

“Sesungguhnya aku diutus sebagai pendidik.” (HR. Ibnu Majah dalam as-Sunan).

Risalah berikut saya persembahkan bagi anda, seraya memohon pertolongan hanya kepada Allah. More »

VN:F [1.8.8_1072]
Rating: 10.0/10 (4 votes cast)
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: +4 (from 4 votes)

Mendulang Pahala

Dunia adalah jembatan menuju negeri akhirat. Memperbanyak bekal itulah wasiat yang pernah disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kepada seluruh umatnya. Dan sebaik-baik bekal adalah ketakwaan dan amal shalih.

Suatu hari Rasulullah bertanya kepada para sahabatnya, siapakah manusia jenius itu? Jawaban para shahabat beraneka ragam, dan Rasulullah memberikan jawaban yang menyenangkan dan menyejukkan, yakni mereka yang mempersiapkan bekal di dunia ini untuk kehidupan setelah kematian, yaitu negeri akhirat.

More »

VN:F [1.8.8_1072]
Rating: 8.7/10 (10 votes cast)
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: +3 (from 5 votes)