AKANKAH TERLUPAKAN???

Dari ‘Amr bin ‘Auf bin Zaid al-Muzani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَحْيَا سُنَّةً مِنْ سُنَّتِى فَعَمِلَ بِهَا النَّاسُ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا لاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا

Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikitpun.” (HR Ibnu Majah (no. 209), pada sanadnya ada kelemahan, akan tetapi hadits ini dikuatkan dengan riwayat-riwayat lain yang semakna, oleh karena itu syaikh al-Albani menshahihkannya dalam kitab Shahih Ibnu Majah, no. 173).

Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang berarti segala sesuatu yang bersumber dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik ucapan, perbuatan maupun penetapan beliau, memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam, karena Allah Ta’ala menjadikan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai penjelas dan penjabar dari Al-Qur’an yang mulia, yang merupakan sumber utama syariat Islam. Oleh karena itu, tanpa memahami sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan baik, seseorang tidak mungkin dapat menjalankan agama Islam dengan benar.

Namun realita yang kita lihat saat ini adalah, banyak diantara kita yang jarang atau bahkan sama sekali tidak mau mengamalkan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ironis memang, di saat banyak orang yang mengatakan bahwa ia mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun ia sendiri tidak mengetahui sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Abdul Malik Al-Qasim, penulis kitab Sunan Qalla Al-Amalu Bihaa yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh pustaka At-Tibyan, mengumpulkan beberapa sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terlihat asing atau sedikit yang mengamalkannya bahkan sudah ditinggalkan oleh umat Islam.

Beberapa diantara sunnah-sunnah yang beliau tulis dalam buku tersebut adalah:

1. Shalat Dengan Menghadap Sutrah

Diriwayatkan dari Abu Shalih As-Samman ia berkata: “Aku melihat Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallah ‘anhu pada hari Jum’at shalat dengan menghadap kepada sesuatu yang melindungi dirinya dari orang-orang yang lalu lalang. Lalu ada seorang pemuda dari Bani Mu’aith hendak lewat di hadapannya. Abu Sa’id menolak dadanya. Pemuda itu melihat tidak ada jalan kecuali lewat di hadapan Abu Sa’id. Sekali lagi ia berusaha untuk lewat, Abu Sa’id kembali menolaknya lebih keras dari yang pertama. Iapun mencerca Abu Sa’id lalu mendatangi Marwan dan melaporkan perlakuan Abu Sa’id terhadapnya tadi. Abu Sa’id menyusul di belakangnya datang menemui Marwan. Maka Marwanpun berkata: “Ada apa antara kamu dengan saudaramu itu wahai Abu Sa’id?” Abu Sa’id berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ إِلَى شَيْءٍ يَسْتُرُهُ مِنَ النَّاسِ فَأَرَادَ أَحَدٌ أَنْ يَجْتَازَ بَيْنَ يَدَيْهِ فَلْيَدْفَعْهُ فَإِنْ أَبَى فَلْيُقَاتِلْهُ فَإِنَّمَا هُوَ شَيْطَانٌ

“Apabila salah seorang dari kamu mengerjakan shalat dengan menghadap sesuatu yang melindunginya dari manusia lalu ada seorang yang ingin melintas di hadapannya maka hendaklah ia menolaknya. Apabila orang itu bersikeras maka lawanlah, sesungguhnya orang itu adalah setan.” (Shahih Al-Bukhari dalam kitab Ash-Shalat (905) dan Shahih Muslim dalam kitab Ash-Shalat (505).)

2. Senantiasa Bersiwak

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallah ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي أَوْ عَلَى النَّاسِ لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلَاةٍ

“Kalaulah aku tidak ingin memberatkan umatku atau memberatkan manusia, niscaya aku perintahkan agar mereka bersiwak setiap kali hendak shalat.” (Shahih Al-Bukhari dalam kitab Al-Jum’ah (887) dan shahih Muslim dalam kitab Ath-Thaharah (252).)

3. Melepas Alas Kaki Ketika Memasuki Perkuburan

Diriwayatkan dari Basyir Maula Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam –pada masa jahiliyah dahulu namanya Zahm bin Ma’bad lalu ia pergi hijrah ke Madinah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya, “Siapakah namamu?” Ia menjawab, “Zahm!” Rasul bersabda, “Tidak, namun namamu adalah Basyir.”– Ia berkata, “Ketika aku berjalan bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati perkuburan kaum musyrikin beliau bersabda, “Sungguh mereka telah terluput dari kebaikan yang banyak.” Beliau katakan sebanyak tiga kali. Kemudian beliau melewati perkuburan kaum muslimin. Beliau bersabda, “Sungguh mereka telah memperoleh kebaikan yang banyak.”

Lalu pandangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tertuju kepada seorang lelaki yang sedang berjalan di sela-sela kuburan dengan mengenakan sandal. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai pemilik sandal Sibtiyyah, celaka engkau! Lepaslah sandalmu itu.”

Lelaki itu menoleh, demi mengetahui bahwa itu adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ia segera melepas sandalnya dan membuangnya.” (Sunan Abu Dawud dalam kitab Al-Janaiz (3230), Sunan An-Nasa’i dalam kitab Al-Janaiz (2048) dan Sunan Ibnu Majah dalam kitab Al-Janaiz (1566).

Dan masih banyak lagi sunnah-sunnah yang penulis paparkan dalam buku Sunnah-sunnah yang Jarang Diamalkan. Semoga dengan membaca buku tersebut, mampu membangkitkan semangat kita untuk mengamalkan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sudah mulai tampak asing dalam kehidupan keseharian kita. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk mampu mengamalkan dan menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Amiin. Wallahu a’lam bish shawab.

admin posted at 2010-3-4 Category: Ibadah, Mimbar Ilmu

17 Responses Leave a comment

  1. #1Abdullah @ 2010-3-4 10:45

    bagus sekali, ana copipas ya?

  2. #2Khodijah @ 2010-3-4 12:45

    Alhamdulillah akhi, ana tidak meninggalkan sunnah2 tersebut, doakan agar ana dapat istiqomah.

  3. #3Ika Widiana @ 2010-3-4 14:24

    Subhanallah… banyak sekali sunnah yang belum ana ketahui..jazakumullah khoiran katsiron utk ilmunya…

  4. admin @ 2010-3-4 14:34

    @ Abdullah: Tafazhal akhi, semoga banyak memberikan manfaat kepada yang lain.
    @ Khodijah: Alhamdulillah…semoga kita diberikan oleh Allah keistiqamahan untuk menjalankan sunnah-sunnah Rasulullah SAW.
    @ Ika Widiana: Waiyyak…sebagai wujud cinta kita kepada Rasulullah SAW, sudah selayaknya kita menanamkan pada diri kita untuk menghidupkan sunnah-sunnah beliau.

  5. #4idham amirianto @ 2010-3-5 11:06

    wah…buku yang harus beli nih…semoga bisa melazimkannya..

  6. admin @ 2010-3-5 14:22

    Silakan kunjungi http://www.at-tibyan.com

  7. #5goo pray @ 2010-3-5 20:31

    Alhamdulillah,,,mudah2an tak terlupakan…

  8. #6ade maulana @ 2010-3-6 07:40

    jazakumullah khoiran katsiron utk ilmunya…

  9. #7Tomi @ 2010-3-6 11:58

    semoga ana tidak melupakan sunnah-sunnah. Amiin.

  10. #8Faradila @ 2010-3-7 15:14

    Sykron atas artikelnya,sprtinya byk sunnah2 Rasulullah yg memang blm ana ketahui. Bukunya wajib ana beli ni

  11. #9Teye Raharja @ 2010-3-9 15:00

    Berapa harga bukunya?

  12. admin @ 2010-3-10 13:56

    Harganya Rp. 16.500,-

  13. #10vivi @ 2010-3-15 08:02

    Alhamdulillah, semoga hamba tetap istiqomah dlm menjalankan kewajibanMu dan sunnah2 yg tlh diajarkan RAsulullah, amiin.

  14. #11umy @ 2010-6-14 11:52

    Assalamu’alaikum warohmtuallah…

    Jazakumuallah khoiron katsir tas artikel’a semoga Qta semua kaum muslimin tidak terlepas dari perintah”Mu yg Wajib maupun yang Sunah.Amien ya Robalalamin.

  15. #12ervan muhammad arsyad @ 2010-8-26 23:54

    alhamdulillah…….jazaakumullahu khairan atas kiriman artikelnya.afwan, baru bisa beri komentar. isi bukunya memang sangat bagus. kebetulan salah seorang ustadz di tempat kami pernah membedahnya dalam acara bedah buku. semoga tetap kiriman artikel-artikel terbaru

  16. #13yudha @ 2010-11-9 16:07

    Izin Copy, sekoga bermanfaat…

    Jazakumullah

  17. #14Zahratul @ 2010-12-24 20:54

    Assalamualakum,ana mau nanya apa judul bukunya ,dan berapa hargax supaya ana bsa membelix.sukran