Bisa nggak kebahagiaan diraih dengan mengerjakan perbuatan keji?

boy_girl_symbolsRealita membuktikan bahwa banyak anak muda yang sengaja cari jalan untuk memuaskan nafsu seksual. Nonton saluran-saluran cabul, pergi ke tempat-tempat zina. Kalau ngobrol, topiknya selalu seks dan tubuh cewek. Pokoknya, kegiatan apa aja yang bisa nyalurin nafsu.
Bagi orang yang seperti ini mestinya ia mencamkan beberapa akibat perbuatan keji:

Pertama: Apakah kamu sudah melupakan Allah?
Seorang pemuda muslim pasti tahu bahwa Allah telah memberikan nikmat dan kesenangan yang cukup untuknya. Dan mengharamkan atasnya kelezatan-kelezatan yang bisa merusak akal, agama, harta, keturunan dan kehormatannya. Oleh karena itu seorang muslim dalam memuaskan kelezatannya berbeda dengan orang kafir yang terbakar dengan syahwatnya.
Siapa saja yang meneliti ayat-ayat Qur’an tentu dapat mengetahui penegasan syariat dalam pengharaman perbuatan keji walaupun dikatakan bisa mendatangkan kebahagiaan dan kelezatan sementara. Di antaranya:
Pengharaman zina.
Allah berfirman:
“Dan janganlah kamu mendekati zina” (QS. Al-Isra’: 32).
Pengharaman (homoseksual).
Allah berfirman:
“Dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari (adzab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik.” (QS. Al-Anbiya’: 74).
Pengharaman onani atau masturbasi.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Mukminun)
Sampai kepada firman Allah :
“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Mukminun: 5-7).
Pengharaman melihat kepada gambar-gambar yang diharamkan.
Allah berfirman:
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya.” (QS. An-Nuur: 30).
Dan sabda Nabi :
“Janganlah ikuti pandangan pertama dengan pandangan berikutnya.”
Kedua: Perbuatan keji dan penyakit badan.
Salah seorang dari mereka menceritakan kisah seorang pemuda yang jatuh dalam zina di sebuah negeri yang jauh. Waktu bangun, pelacur yang menjadi teman kencannya sudah pergi dan nulis pesan di kaca rias di kamar itu: “Selamat, Anda telah menjadi anggota baru komunitas penderita AIDS.”
Pemuda itu panik banget. Ia menangis, sadar dari kebahagiaan semu dan berusaha mencari obatnya. Dan tak lama kemudian muncul bintik-bintik hitam pada tubuhnya, semakin lemah staminanya, terkuak rahasianya dan menyebarlah beritanya. Barulah ia menangis dan menangis hingga kering air matanya.
Ia menangis dengan air mata bercucuran
Sementara malam kelam menyelimuti
Menyesali perbuatan dosa yang dilakukannya
Dosa terhadap Raja yang tunduk dan patuh seluruh raja kepada-Nya
Hilanglah kelezatan, dan tinggallah penyesalan. Sirnalah syahwat dan tinggallah keluhan dan aduhan, kebahagiaan apakah semacam ini?
Ketiga: Pengakuan dan penyesalan.
Salah seorang pemuda berkata, “Di hari-hari terakhir bulan Sya’ban, seorang teman menawariku berlibur ke sebuah negara yang melegalkan pelacuran dan minuman keras. Ia menawarkan tiket dan penginapan gratis bersamanya.” Ia melanjutkan ceritanya, “Aku sangat gembira dan menyiapkan koperku, lalu berangkat ke negara tersebut. Kami mengisi waktu dengan bebas yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Suatu malam, aku dan temanku berkumpul di sebuah tempat pelacuran, minum. Kami keluar dengan terhuyung-huyung karena mabuk berat. Aku lihat temanku tak sadarkan diri. Akupun membawanya ke hotel dan memanggil dokter. Temanku muntah darah. Setelah beberapa hari kami pulang ke tanah air, temanku terus menurun kesehatannya. Lalu aku menjenguknya di rumah sakit. Tenyata ia sudah meninggal dunia karena banyak perdarahan dalam yang hebat.
Ia melanjutkan ceritanya, “Sesudah temanku mening¬gal, aku menangis dan keluar. Aku membayangkan seandainya dirikulah orang yang telah menyia-nyiakan hidupnya itu demi mengejar kepuasan syahwat dan kebahagiaan semu yang berakhir dengankemalangan. Dan aku tak bisa menahan tangis dan langsung bertaubat kepada Allah. Aku pun menyambut Ramadhan dengan ibadah, shalat malam, i’tikaf dan membaca Al-Qur’an. Aku telah meninggalkan kehidupan fasik dan gila kepada kehidupan yang penuh dengan rasa aman, tenteram, tenang dan damai.
Keempat: Apakah engkau sudah lupa akhirat!
Rasulullah bersabda: “Pada malam Isra’ aku didatangi dua orang lelaki lalu membawaku keluar menuju Baitul Maqdis. Kami menyinggahi sebuah tanur, ternyata dari dalamnya terdengar suara dan teriakan. Kami melihatnya ternyata di dalamnya terdapat beberapa orang lelaki dan perempuan tanpa busana. Lalu api dari bawah menjilati mereka sehingga mereka pun menjerit. Aku menanyakan tentang orang-orang itu. Keduanya menjawab, “Mereka adalah para pezina laki-laki dan perempuan.” (HR. Al-Bukhari secara lengkap).

admin posted at 2009-4-23 Category: Info Umum

2 Responses Leave a comment

  1. #1Jasril @ 2009-4-24 20:18

    Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh……..
    Jazakallohu khairan atas nasehat antum ya akh….

  2. #2Umar Fikri al Grobogany @ 2010-3-24 11:22

    Jazakallohu khoiron atas nasihatnnya,yang pasti perbuatan keji akan semakin membawa pelakunya kepada kehinaan