<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>An-Naba Online &#187; Info Umum</title>
	<atom:link href="http://an-naba.com/category/info-umum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://an-naba.com</link>
	<description>Penerbit Buku Islami &#124; Terdepan Dalam Kualitas</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2010 03:05:32 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>SHALAT TARAWIH MENURUT TUNTUNAN  RASULULLAH SAW (TAMAT)</title>
		<link>http://an-naba.com/shalat-tarawih-menurut-tuntunan-rasulullah-saw-tamat/</link>
		<comments>http://an-naba.com/shalat-tarawih-menurut-tuntunan-rasulullah-saw-tamat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 01:29:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.an-naba.com/?p=504</guid>
		<description><![CDATA[

Kembali kepada Sunnah Rasulullah SAW

Masih ingat depan posting saya sebelumnya??
Banyak sekali riwayat-riwayat hadits yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan pendapat tentang jumlah bilangan rekaat terkait shalat tarawih. Konon Umar bin Al-Khattab pernah melaksanakan shalat tarawih dua puluh rekaat dan itulah yang mereka jadikan sebagai pedoman (hujjah) lantas persoalannya apakah riwayat Umar tersebut shahih serta dapat dijadikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="Shalat Tarawih" src="http://pustakanaba.wordpress.com/files/2009/07/1385064108_802a3e2f59.jpg?w=300" alt="" width="300" height="199" /></p>
<ul>
<li><strong>Kembali kepada Sunnah Rasulullah SAW</strong></li>
</ul>
<p>Masih ingat depan posting saya sebelumnya??</p>
<p>Banyak sekali riwayat-riwayat hadits yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan pendapat tentang jumlah bilangan rekaat terkait shalat tarawih. Konon Umar bin Al-Khattab pernah melaksanakan shalat tarawih dua puluh rekaat dan itulah yang mereka jadikan sebagai pedoman (hujjah) lantas persoalannya apakah riwayat Umar tersebut shahih serta dapat dijadikan pedoman (hujjah) untuk beramal?? Bagaimana dengan riwayat yang lain yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah shalat tarawih melebihi 11 rekaat?? Manakah pendapat yang benar berdasarkan hadits yang shahih?</p>
<p>Allah SWT berfirman “<em>Barangsiapa yang mentaati Rasul, sesungguhnya dia mentaati Allah</em>” (QS. An Nisa’ : 80) dan dalam firman-Nya yang lain disebutkan bahwa “<em>Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah ia dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah</em>.” (QS. Al Hasyr : 7)</p>
<p>Wahai kaum muslimin hendaklah kamu sekalian berpegang pada Sunnah Nabi SAW. Berpegang teguhlah padanya dan gigitlah dengan geraham kamu. Sesungguhnya sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah SAW.</p>
<p>Buku petunjuk pelaksanaan tarawih telah banyak beredar di kalangan kaum muslimin, akan tetapi buku yang membahas persoalan berdasarkan dalil syar-iyah yang dapat dipertanggung jawabkan masih tergolong langka. Buku yang ditulis oleh syaikh Muhammad nasruddin Al-Albani memang berbeda dari yang pernah ada. Buku ini berisikan pembahasan shalat tarawih yang disertai dalil-dalil yang shahih. Beliau menyoroti kesalahan kaum muslimin dalam pelaksanaan tarawih. Kesalahan itu bermula dari ketidaktepatan menggunakan dalil. Dalil itu beliau kupas dan beliau dudukkan secara proposional. Dengan membaca karya beliau sangat memungkinkan bagi kita untuk mendapatkan bimbingan pelaksanaan shalat tarawih sesuai apa yang pernah dicontohkan Rasulullah SAW.</p>
<p>Temukan jawabannya dalam…</p>
<p><strong>Judul Buku   : “SHALAT TARAWIH MENURUT TUNTUTAN RASULULLAH SAW”</strong></p>
<p><strong>Pengarang   : MUHAMMAD NASRUDDIN AL-ALBANI </strong></p>
<p><strong>Penerbit        : Pustaka At-Tibyan<br />
</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>HOT LINE      :  0817 251 331 </strong><strong> </strong></p>
<p><strong>Website        : <a href="http://www.at-tibyan.com/">www.at-tibyan.com</a></strong></p>
<p style="padding-left: 450px;">
<p style="padding-left: 360px;"><strong><a href="http://www.an-naba.com/?p=474">Ke artikel sebelumnya</a><br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://an-naba.com/shalat-tarawih-menurut-tuntunan-rasulullah-saw-tamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ibadah-Ibadah yang Mudah</title>
		<link>http://an-naba.com/ibadah-ibadah-yang-mudah/</link>
		<comments>http://an-naba.com/ibadah-ibadah-yang-mudah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 01:46:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.an-naba.com/?p=454</guid>
		<description><![CDATA[Wahai sahabatku&#8230;
Berapa kali dalam sehari engkau pergi ke kamar mandi?
Maaf, jangan terkejut dengan pertanyaanku ini, sebelum engkau menjawab pertanyaan yang lain.
Pernahkah kamu berpikir menggapai pahala di saat engkau pergi ke kamar mandi?
Mungkin engkau akan heran dan berkata, “Apa yang bisa aku gapai&#8230;!?”
1. Pahala mengulang doa masuk ke kamar mandi. Ditambah pula dengan pahala mengikuti sunnah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-457" style="margin: 4px;" src="http://www.an-naba.com/wp-content/uploads/2009/05/119946601_09f19d80b3.jpg" alt="119946601_09f19d80b3" width="238" height="275" />Wahai sahabatku&#8230;<br />
Berapa kali dalam sehari engkau pergi ke kamar mandi?<br />
Maaf, jangan terkejut dengan pertanyaanku ini, sebelum engkau menjawab pertanyaan yang lain.<br />
Pernahkah kamu berpikir menggapai pahala di saat engkau pergi ke kamar mandi?<br />
Mungkin engkau akan heran dan berkata, “Apa yang bisa aku gapai&#8230;!?”<br />
<strong>1. Pahala mengulang doa masuk ke kamar mandi. </strong>Ditambah pula dengan pahala mengikuti sunnah Rasulullah saw. dalam setiap kesempatan engkau masuk ke kamar mandi. Telah dijelaskan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim, dari Anas ra., bahwa saat Rasulullah akan masuk ke kamar mandi, beliau membaca,<br />
“Ya Allah, sesungguhnya saya berlindung kepada-Mu dari godaan setan laki-laki dan setan perempuan.&#8221;</p>
<p><strong>2.Pahala mengulang doa keluar dari kamar mandi. </strong>Ditambah pula dengan pahala mengikuti sunnah Rasulullah saw dalam setiap kesempatan engkau keluar dari kamar mandi. Dalam Sunan Abu Daud dan At-Tirmidzi diceritakan bahwa setiap kali keluar dari kamar mandi Rasulullah membaca,<br />
“(Aku memohon) ampunan-Mu.”<br />
<strong>3.Ketika kamu memakai sandalmu saat akan memasuki kamar mandi</strong>, maka berusahalah untuk mengikuti sunnah Rasulmu, yang selalu memulainya dengan memakai sandal dari kaki kanan, dan melepas sandal dari kaki kiri. Abu Hurairah ra menceritakan bahwa Rasulullah saw bersabda,<br />
إ“Jika seseorang di antara kalian memakai sandal, maka mulailah dari kaki kanan. Dan jika ia ingin melepasnya, maka mulailah dengan kaki kiri. Jadikanlah kaki kanan sebagai permulaan memakai dan hal terakhir yang dilepas.”<br />
<strong>4.Pahala mengikuti sunnah Rasulullah, saat engkau memasuki kamar mandi dengan kaki kiri dan keluar dari sana dengan kaki kanan.</strong> Maka berusahalah, bagi siapa saja yang akan memasuki kamar mandi untuk mendahulukan kaki kiri dan keluar dengan kaki kanan. Kaki kiri selalu didahulukan untuk sesuatu yang “kotor”, dan kaki kanan untuk lainnya. Ada sebuah kaidah yang disitir oleh Imam Nawawi dan lainnya, yang menyatakan: Segala sesuatu yang memiliki nilai penghormatan selalu didahului dengan kanan, dan lainnya dengan kiri. Dalil penguat dari kaidah ini terdapat dalam banyak hadits shahih.<br />
Ini adalah empat hal ringan yang bisa kamu kerjakan setiap harinya.<br />
Jika kita andaikan bahwa manusia pergi ke kamar mandi 5 kali dalam sehari, maka berarti ia akan meraih 20 sunnah pahala dalam sehari. Dalam sepekan, ia akan mendapatkannya sebanyak 140 kali. Wahai, betapa banyak pahala yang hilang begitu saja dari manusia!<br />
Aku tidak mengatakan bahwa setiap satu pekerjaan memiliki satu pahala. Sebab Allah bisa melipatgandakan pahala-pahala.<br />
<strong>5.Pahala konsistensi terhadap dzikir yang dianjurkan dan amal-amal sunnah, di dalam waktu dan tempat-tempat tertentu.</strong> Semua hal itu akan mendekatkan dirimu kepada Allah. Semoga Allah memasukkan kamu dalam deretan orang-orang yang senang berdzikir kepada-Nya. Berusahalah juga untuk menggapai cinta-Nya. Karena dengan mengikuti sunnah rasul dalam setiap perbuatanmu akan mengantarkanmu meraih cinta-Nya. Allah swt. berfirman kepada Rasul-Nya di dalam Al-Qur’an,<br />
“Katakanlah:&#8221;Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.&#8221; Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali &#8216;Imraan: 31).</p>
<p>Wahai saudariku…<br />
Jika semangat untuk melaksanakan amal dan ibadah yang agung telah melemah, seperti menghafal Al-Qur’an, bangun malam, dan puasa pada siang hari, maka usahakanlah untuk tetap meraih pahala dengan mengerjakan hal-hal ringan dalam kegiatan sehari-hari yang mudah kamu lakukan. Begitu banyak amal ibadah yang mudah dilakukan, tetapi orang-orang melalaikannya. Padahal jika itu dilakukan, akan memperoleh kebaikan yang sangat besar. Andai dilakukan dengan ikhlas dan konsisten.<br />
Contoh: mengucapkan dan menjawab salam, membaca alhamdulillah saat bersin dan menjawabnya, tersenyum, berkata-kata yang baik, memulai dengan kanan, menyebarkan kaset dan buku-buku Islam, dll.<br />
Orang yang terpenjara adalah orang yang malas dan lalai untuk melakukan ibadah-ibadah yang mudah. Hal itu disebabkan kepandiran dan tidak adanya hidayah. Maka, janganlah engkau menjadi orang yang terpenjara!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://an-naba.com/ibadah-ibadah-yang-mudah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bisa nggak kebahagiaan diraih dengan mengerjakan perbuatan keji?</title>
		<link>http://an-naba.com/bisa-nggak-kebahagiaan-diraih-dengan-mengerjakan-perbuatan-keji/</link>
		<comments>http://an-naba.com/bisa-nggak-kebahagiaan-diraih-dengan-mengerjakan-perbuatan-keji/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 02:31:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.an-naba.com/?p=448</guid>
		<description><![CDATA[Realita membuktikan bahwa banyak anak muda yang sengaja cari jalan untuk memuaskan nafsu seksual. Nonton saluran-saluran cabul, pergi ke tempat-tempat zina. Kalau ngobrol, topiknya selalu seks dan tubuh cewek. Pokoknya, kegiatan apa aja yang bisa nyalurin nafsu.
Bagi orang yang seperti ini mestinya ia mencamkan beberapa akibat perbuatan keji:
Pertama: Apakah kamu sudah melupakan Allah?
Seorang pemuda muslim [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-451" style="margin: 4px;" src="http://www.an-naba.com/wp-content/uploads/2009/04/boy_girl_symbols.jpg" alt="boy_girl_symbols" width="279" height="279" />Realita membuktikan bahwa banyak anak muda yang sengaja cari jalan untuk memuaskan nafsu seksual. Nonton saluran-saluran cabul, pergi ke tempat-tempat zina. Kalau ngobrol, topiknya selalu seks dan tubuh cewek. Pokoknya, kegiatan apa aja yang bisa nyalurin nafsu.<br />
Bagi orang yang seperti ini mestinya ia mencamkan beberapa akibat perbuatan keji:</p>
<p><strong>Pertama: Apakah kamu sudah melupakan Allah?</strong><br />
Seorang pemuda muslim pasti tahu bahwa Allah telah memberikan nikmat dan kesenangan yang cukup untuknya. Dan mengharamkan atasnya kelezatan-kelezatan yang bisa merusak akal, agama, harta, keturunan dan kehormatannya. Oleh karena itu seorang muslim dalam memuaskan kelezatannya berbeda dengan orang kafir yang terbakar dengan syahwatnya.<br />
Siapa saja yang meneliti ayat-ayat Qur’an tentu dapat mengetahui penegasan syariat dalam pengharaman perbuatan keji walaupun dikatakan bisa mendatangkan kebahagiaan dan kelezatan sementara. Di antaranya:<br />
Pengharaman zina.<br />
Allah berfirman:<br />
“Dan janganlah kamu mendekati zina” (QS. Al-Isra’: 32).<br />
Pengharaman (homoseksual).<br />
Allah berfirman:<br />
“Dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari (adzab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik.” (QS. Al-Anbiya’: 74).<br />
Pengharaman onani atau masturbasi.<br />
Allah berfirman:<br />
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Mukminun)<br />
Sampai kepada firman Allah :<br />
“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Mukminun: 5-7).<br />
Pengharaman melihat kepada gambar-gambar yang diharamkan.<br />
Allah berfirman:<br />
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya.” (QS. An-Nuur: 30).<br />
Dan sabda Nabi :<br />
“Janganlah ikuti pandangan pertama dengan pandangan berikutnya.”<br />
<strong>Kedua: Perbuatan keji dan penyakit badan.</strong><br />
Salah seorang dari mereka menceritakan kisah seorang pemuda yang jatuh dalam zina di sebuah negeri yang jauh. Waktu bangun, pelacur yang menjadi teman kencannya sudah pergi dan nulis pesan di kaca rias di kamar itu: “Selamat, Anda telah menjadi anggota baru komunitas penderita AIDS.”<br />
Pemuda itu panik banget. Ia menangis, sadar dari kebahagiaan semu dan berusaha mencari obatnya. Dan tak lama kemudian muncul bintik-bintik hitam pada tubuhnya, semakin lemah staminanya, terkuak rahasianya dan menyebarlah beritanya. Barulah ia menangis dan menangis hingga kering air matanya.<br />
Ia menangis dengan air mata bercucuran<br />
Sementara malam kelam menyelimuti<br />
Menyesali perbuatan dosa yang dilakukannya<br />
Dosa terhadap Raja yang tunduk dan patuh seluruh raja kepada-Nya<br />
Hilanglah kelezatan, dan tinggallah penyesalan. Sirnalah syahwat dan tinggallah keluhan dan aduhan, kebahagiaan apakah semacam ini?<br />
<strong>Ketiga: Pengakuan dan penyesalan.</strong><br />
Salah seorang pemuda berkata, “Di hari-hari terakhir bulan Sya’ban, seorang teman menawariku berlibur ke sebuah negara yang melegalkan pelacuran dan minuman keras. Ia menawarkan tiket dan penginapan gratis bersamanya.” Ia melanjutkan ceritanya, “Aku sangat gembira dan menyiapkan koperku, lalu berangkat ke negara tersebut. Kami mengisi waktu dengan bebas yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Suatu malam, aku dan temanku berkumpul di sebuah tempat pelacuran, minum. Kami keluar dengan terhuyung-huyung karena mabuk berat. Aku lihat temanku tak sadarkan diri. Akupun membawanya ke hotel dan memanggil dokter. Temanku muntah darah. Setelah beberapa hari kami pulang ke tanah air, temanku terus menurun kesehatannya. Lalu aku menjenguknya di rumah sakit. Tenyata ia sudah meninggal dunia karena banyak perdarahan dalam yang hebat.<br />
Ia melanjutkan ceritanya, “Sesudah temanku mening¬gal, aku menangis dan keluar. Aku membayangkan seandainya dirikulah orang yang telah menyia-nyiakan hidupnya itu demi mengejar kepuasan syahwat dan kebahagiaan semu yang berakhir dengankemalangan. Dan aku tak bisa menahan tangis dan langsung bertaubat kepada Allah. Aku pun menyambut Ramadhan dengan ibadah, shalat malam, i’tikaf dan membaca Al-Qur’an. Aku telah meninggalkan kehidupan fasik dan gila kepada kehidupan yang penuh dengan rasa aman, tenteram, tenang dan damai.<br />
<strong>Keempat: Apakah engkau sudah lupa akhirat!</strong><br />
Rasulullah bersabda: “Pada malam Isra’ aku didatangi dua orang lelaki lalu membawaku keluar menuju Baitul Maqdis. Kami menyinggahi sebuah tanur, ternyata dari dalamnya terdengar suara dan teriakan. Kami melihatnya ternyata di dalamnya terdapat beberapa orang lelaki dan perempuan tanpa busana. Lalu api dari bawah menjilati mereka sehingga mereka pun menjerit. Aku menanyakan tentang orang-orang itu. Keduanya menjawab, “Mereka adalah para pezina laki-laki dan perempuan.” (HR. Al-Bukhari secara lengkap).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://an-naba.com/bisa-nggak-kebahagiaan-diraih-dengan-mengerjakan-perbuatan-keji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mustajabnya Doa Nabi</title>
		<link>http://an-naba.com/mustajabnya-doa-nabi/</link>
		<comments>http://an-naba.com/mustajabnya-doa-nabi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 01:58:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.an-naba.com/?p=441</guid>
		<description><![CDATA[Diriwayatkan dari Anas bin Malik, Ia berkata: “Telah terjadi kemarau panjang yang menimpa manusia pada masa Rasulullah SAW. Ketika Nabi sedang berdiri sambil berkhutbah pada hari Jumat, tiba-tiba berdirilah seorang Arab Badui, ia berkata: “Wahai Rasulullah! Segala harta benda telah musnah dan orang-orang kelaparan. Oleh itu berdoalah kepada Allah agar Dia berkenan menurunkan hujan kepada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-445" style="margin: 4px;" src="http://www.an-naba.com/wp-content/uploads/2009/04/sahara-l-big-300x183.jpg" alt="sahara-l-big" width="280" height="171" />Diriwayatkan dari Anas bin Malik, Ia berkata: “Telah terjadi kemarau panjang yang menimpa manusia pada masa Rasulullah SAW. Ketika Nabi sedang berdiri sambil berkhutbah pada hari Jumat, tiba-tiba berdirilah seorang Arab Badui, ia berkata: “Wahai Rasulullah! Segala harta benda telah musnah dan orang-orang kelaparan. Oleh itu berdoalah kepada Allah agar Dia berkenan menurunkan hujan kepada kita.” Maka Rasulullah SAW mengangkat kedua tangan seraya berdoa. Ketika itu kami tidak melihat di langit ada mega atau gumpalan awan. Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah beliau menurunkan tangannya melainkan telah bergumpal awan sebesar gunung. Dan belum lagi beliau turun dari mimbarnya, aku melihat air sudah menetes dari janggut beliau (karena hujan sudah turun). Hujan turun terus menerus pada hari itu, keesokan harinya, lalu keesokan harinya, dan seterusnya hingga tibalah Jum’at berikutnya. Lalu bangkitlah orang Arab Badui itu berkata: lelaki yang lain, dan berkata: &#8220;Wahai Rasulullah, bangunan-bangunan telah hancur dan harta-harta telah tenggelam. Berdo&#8217;alah kepada Allah untuk kami.” Beliaupun mengangkat kedua tangannya dan berkata, &#8220;Ya Allah jadikanlah hujan itu di sekeliling kami dan bukan di atas kami.” Tidaklah beliau mengisyaratkan tangannya ke arah awan tersebut melainkan awan tersebut mulai memencar dan jadilah Madinah seperti lubang. Hujan mengairi bukit dan lereng gunung selama sebulan. Tidaklah seseorang datang dari pinggiran kota, melainkan ia menceritakan tentang kemakmuran.<br />
Dalam sebuah riwayat disebutkan, &#8220;Maka jadilah awan-awan tersebut berpecah-belah dari atas Madinah ke sebelah kanan dan kirinya menghujani apa-apa yang ada di sekeliling kami dan tidak menghujani Madinah sedikitpun. Allah memperlihatkan karomah (kemuliaan) nabi-Nya kepada mereka dan mustajabnya doa beliau.”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://an-naba.com/mustajabnya-doa-nabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bukan Masa Libur Ibadah</title>
		<link>http://an-naba.com/bukan-masa-libur-ibadah/</link>
		<comments>http://an-naba.com/bukan-masa-libur-ibadah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2009 01:41:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.an-naba.com/?p=431</guid>
		<description><![CDATA[Banyak kaum wanita yang menganggap masa haidh sebagai masa libur ibadah. Bahkan tak jarang mereka menyebut masa haidh sebagai masa libur. Sebab, selama masa itu mereka tidak boleh mengerjakan shalat dan shaum.
Benarkah anggapan mereka ini? Tentu saja tidak! Jika yang mereka maksud adalah meninggalkan semua atau sebagian besar ibadah. Akan tetapi begitulah kenyataan yang kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-433" style="margin: 5px 4px;" src="http://www.an-naba.com/wp-content/uploads/2009/04/moon_99_02_23_south.jpg" alt="moon_99_02_23_south" width="250" height="250" />Banyak kaum wanita yang menganggap masa haidh sebagai masa libur ibadah. Bahkan tak jarang mereka menyebut masa haidh sebagai masa libur. Sebab, selama masa itu mereka tidak boleh mengerjakan shalat dan shaum.<br />
Benarkah anggapan mereka ini? Tentu saja tidak! Jika yang mereka maksud adalah meninggalkan semua atau sebagian besar ibadah. Akan tetapi begitulah kenyataan yang kita dapati. Ingatlah wahai saudariku, bagi seorang muslim tidak ada istilah libur ibadah.<br />
Berapa banyak kaum wanita yang merasa bahwa datangnya masa haidh seperti lepasnya beban berat yang harus ia pikul selama masa suci. Ia merasa begitu lega, santai dan bisa melakukan apa saja tanpa harus terganggu dengan datangnya waktu shalat.<br />
Saudariku muslimah,<br />
Ketahuilah, itu adalah perangkap setan. Setan membuat indah anggapan mereka itu. Setan sangat berhasrat menjebak kalian dalam kelalaian. Lalai dari mengingat Allah SWT dan lalai mengingat akhirat. Sebab, jika engkau lalai niscaya setan dapat dengan mudah menggiringmu kepada kemurkaan Allah SWT. Karena itu, janganlah kalian tertipu.<br />
Nabi bersabda:</p>
<p><em>“Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabb-nya dan orang yang tidak berdzikir kepada Rabb-nya adalah seperti perbedaan antara orang yang hidup dan yang mati.”</em></p>
<p>Renungkanlah wahai saudariku muslimah,&#8230;<br />
Pantaskah seorang muslimah merasa santai di saat terluput darinya sebuah ibadah yang sangat agung di dalam Islam? Ibadah yang tidak bisa disetarakan dengan ibadah apapun yaitu shalat dan shaum. Pantaskah ia bergembira di saat ia tidak bisa berdiri bermunajat kepada Rabb yang Maha Agung, berbicara langsung dengan-Nya dalam shalat?<br />
Seharusnya semangat mereka lebih terpacu. Yaitu semangat untuk menggantikan terluput keutamaan ibadah shalat dan shaum.<br />
Banyak kita temui para wanita, terutama para gadis, menjadikan masa haidh ini sebagai masa untuk mengo¬songkan pikiran dan jeda ibadah dengan alasan rileks ka¬rena datang bulan. Sehingga banyak waktunya yang terbuang percuma tanpa faedah sedikitpun bagi akhiratnya. Akhirnya, begitu masa suci tiba ia merasa berat untuk memulai kembali aktivitas ibadahnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://an-naba.com/bukan-masa-libur-ibadah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wanita Dalam Pandangan Penduduk Persia</title>
		<link>http://an-naba.com/wanita-dalam-pandangan-penduduk-persi/</link>
		<comments>http://an-naba.com/wanita-dalam-pandangan-penduduk-persi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 09:04:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.an-naba.com/?p=422</guid>
		<description><![CDATA[Persia..? Tahukah anda apakah itu Persia..? Itulah negeri yang mana undang-undangnya banyak dijiplak oleh banyak negara. Mereka mewajibkan untuk memberlakukan normanya dan menerapkan undang-undang serta aturan-aturannya.
Padahal bersamaan dengan hal itu, kita melihat bahwa undang-undang tersebut curang dan menzhalimi hak wanita dan menimpakan hukuman yang berat terhadap wanita hanya karena sedikit kesalahan pada suatu waktu. Undang-undang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.an-naba.com/wp-content/uploads/2009/03/2695433537_eb8bee0d11.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-424" style="5px 4px;" src="http://www.an-naba.com/wp-content/uploads/2009/03/2695433537_eb8bee0d11-300x197.jpg" alt="" width="339" height="214" /></a>Persia..? Tahukah anda apakah itu Persia..? Itulah negeri yang mana undang-undangnya banyak dijiplak oleh banyak negara. Mereka mewajibkan untuk memberlakukan normanya dan menerapkan undang-undang serta aturan-aturannya.<br />
Padahal bersamaan dengan hal itu, kita melihat bahwa undang-undang tersebut curang dan menzhalimi hak wanita dan menimpakan hukuman yang berat terhadap wanita hanya karena sedikit kesalahan pada suatu waktu. Undang-undang itu juga menyebutkan bahwa laki-laki memiliki kebebasan mutlak tanpa batas. Hukuman tidak diterapkan melainkan bagi wanita. Bahkan apabila kesalahan dilakukan terus menerus oleh seorang wanita, maka tiada halangan untuk menyembelihnya.<br />
Di negeri Persia wanita dilarang menikah dengan laki-laki yang tidak memiliki baju besi yang bermacam-macam, sedangkan bagi laki-laki memiliki kebebasan dalam memperturutkan hawa nafsunya, dia adalah raja hanya semata-mata karena dia seorang laki-laki.<br />
Bahkan tatkala haid wanita diusir dari tempatnya ke tempat yang jauh dari kota, dan tidak boleh ada yang berhubungan dengan mereka kecuali pembantu yang mengantarkan makanan bagi mereka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://an-naba.com/wanita-dalam-pandangan-penduduk-persi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wanita Dalam Pandangan Orang Yunani</title>
		<link>http://an-naba.com/wanita-dalam-pandangan-orang-yunani/</link>
		<comments>http://an-naba.com/wanita-dalam-pandangan-orang-yunani/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 08:02:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.an-naba.com/?p=418</guid>
		<description><![CDATA[Yunani adalah gambaran dari masyarakat terdahulu yang paling maju dan modern. Apabila kita mau menolehkan pandangan kita pada abad yang lampau maka kita akan mendapatkan bahwa kondisi wanita sudah sampai pada puncak kehinaan ditinjau dari segala aspek kehidupannya. Di dalam masyarakat, mereka tidak memiliki kedudukan atau status yang mulia. Bahkan ada keyakinan bahwa wanita adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.an-naba.com/wp-content/uploads/2009/03/188970801_5e217d4e70.jpg"><img class="size-medium wp-image-420 alignleft" style="4px 3px;" src="http://www.an-naba.com/wp-content/uploads/2009/03/188970801_5e217d4e70-300x225.jpg" alt="" width="240" height="181" /></a>Yunani adalah gambaran dari masyarakat terdahulu yang paling maju dan modern. Apabila kita mau menolehkan pandangan kita pada abad yang lampau maka kita akan mendapatkan bahwa kondisi wanita sudah sampai pada puncak kehinaan ditinjau dari segala aspek kehidupannya. Di dalam masyarakat, mereka tidak memiliki kedudukan atau status yang mulia. Bahkan ada keyakinan bahwa wanita adalah penyebab segala penderitaan dan musibah yang menimpa manusia. Dan wanita adalah makhluk yang paling rendah derajatnya. Kondisi mereka yang berada dalam puncak kehinaan, kerendahan dan kehilangan martabat tersebut menyebabkan mereka tidak berhak duduk di meja makan sebagaimana laki-laki, terlebih-lebih manakala ada tamu asing, maka kedudukan wanita adalah sebagai seorang budak dan pelayan.<br />
Kemudian berubahlah opini penduduk Yunani, mereka hanyut dalam arus syahwat dan nafsu hewani, yang mana mereka memberikan kebebasan bagi wanita dalam hal seksual belaka. Mereka juga memberikan kebebasan penuh kepada mereka untuk menjadi pelacur. Oleh karena itu para pelacur dan pezina menempati kedudukan yang tinggi, hingga jadilah para pelacur itu sebagai kiblat bagi masyarakat Yunani dan mereka mengitari para pelacur tersebut bahkan dibuatlah dongeng tentang mereka.<br />
Disebabkan oleh hal itu pula mereka mengambil dewa «Kupid» sebagai tuhan yang menurut mereka ia adalah dewa cinta yang merupakan buah yang dihasilkan dari dewi yang berhubungan dengan tiga dewa padahal dia hanya memiliki satu suami saja. Kemudian dewi itu berhubungan dengan laki-laki dari manusia maka lahirlah «Kupid» yang dianggap sebagai dewa cinta dari hasil hubungannya dengan manusia tersebut. Maka pada umumnya penduduk Yunani memandang bahwa ikatan suami istri itu bukanlah hal penting dan bukan pula suatu kehormatan. Karena itulah, seorang wanita menjadi murah dan mudah untuk dinikmati oleh masyarakat. Bahkan mereka mampu memilih siapakah laki-laki yang hendak menggaulinya secara terang-terangan tanpa ikatan perkawinan dan pernikahan. Begitulah, sejarah menjadi saksi bahwa Yunani telah jatuh kewibawaannya disebabkan karena kemerosotan tersebut. Dan tidak pernah bangkit lagi sejak peristiwa tersebut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://an-naba.com/wanita-dalam-pandangan-orang-yunani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DAHSYATNYA DOA RASULULLAH</title>
		<link>http://an-naba.com/dahsyatnya-doa-rasulullah/</link>
		<comments>http://an-naba.com/dahsyatnya-doa-rasulullah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 07:56:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.an-naba.com/?p=414</guid>
		<description><![CDATA[Diriwayatkan dari Anas ra, ia berkata, “Bahwasanya anak laki-laki Abu Talhah jatuh sakit. Ketika itu Abu Thalhah harus pergi untuk suatu keperluan. Ketika Abu Thalhah kembali ia bertanya, “Bagaimana keadaan anakku?” Ummu Sulaim berkata, “Dia agak baikan dari sebelumnya.” Kemudian Ummu Sulaim menyiapkan makan malam untuk Abu Thalhah, lalu mereka berhubungan suami istri. Setelah selesai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diriwayatkan dari Anas ra, ia berkata, “Bahwasanya anak laki-laki Abu Talhah jatuh sakit. Ketika itu Abu Thalhah harus pergi untuk suatu keperluan. Ketika Abu Thalhah kembali ia bertanya, “Bagaimana keadaan anakku?” Ummu Sulaim berkata, “Dia agak baikan dari sebelumnya.” Kemudian Ummu Sulaim menyiapkan makan malam untuk Abu Thalhah, lalu mereka berhubungan suami istri. Setelah selesai Ummu Sulaim berkata, “Orang-orang telah mengubur anak kita, ia telah meninggal dunia.” Ketika pagi tiba Abu Thalhah mendatangi Rasulullah saw dan menceritakan kisahnya. Beliau berkata, “Apakah tadi malam kalian bersetubuh?” Ia berkata, “Ya.” Beliau berdoa, “Ya Allah berkahilah keduanya (Abu Thalhah dan Ummu Sulaim -pent).” Ternyata istrinya melahirkan seorang anak laki-laki. Abu Thalhah berkata kepadaku, “Gendonglah dia dan bawalah menemui Nabi saw.” Maka Anas pergi membawa bayi itu menemui Nabi saw seraya membawa beberapa butir kurma. Sesampainya di rumah Nabi saw, beliau menggendongnya dan berkata, “Apakah kalian membawa sesuatu bersamanya?” Mereka berkata, “Ya, beberapa butir kurma.” Nabi saw mengambil kurma tersebut dan melumatkannya. Kemudian beliau mengeluarkannya dari mulutnya dan memasukkannya ke mulut sang bayi. Beliau mentahniknya dan memberinya nama Abdullah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://an-naba.com/dahsyatnya-doa-rasulullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seorang Wanita Da’iyah</title>
		<link>http://an-naba.com/seorang-wanita-da%e2%80%99iyah/</link>
		<comments>http://an-naba.com/seorang-wanita-da%e2%80%99iyah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 03:49:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.an-naba.com/?p=408</guid>
		<description><![CDATA[Nama beliau adalah Ghaziyah binti Jabir bin Hakim, beliau seorang wanita dari Quraisy, wanita dari Bani Amirbin Luai dan ia pernah menjadi istri Abu Al-Akr Ad-Dausi.1) Beliau merasa simpati hatinya dengan Islam sejak masih di Makkah, hingga menjadi mantaplah iman di hatinya dan beliau memahami kewajiban dirinya terhadap dien yang lurus sehingga beliau mempersembahkan hidupnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoBodyText"><a href="http://www.an-naba.com/wp-content/uploads/2009/02/3150155210_9f21c44c09.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-410" style="5px 4px;" src="http://www.an-naba.com/wp-content/uploads/2009/02/3150155210_9f21c44c09-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a>Nama beliau adalah Ghaziyah binti Jabir bin Hakim, beliau seorang wanita dari Quraisy, wanita dari Bani Amirbin Luai dan ia pernah menjadi istri Abu Al-Akr Ad-Dausi.1) Beliau merasa simpati hatinya dengan Islam sejak masih di Makkah, hingga menjadi mantaplah iman di hatinya dan beliau memahami kewajiban dirinya terhadap dien yang lurus sehingga beliau mempersembahkan hidupnya untuk menyebarkan dakwah tauhid, meninggikan kalimat Allah dan mengibarkan panji Laa Ilaha Illallah Muhammadur Rasulullah.</p>
<p class="MsoBodyText">Mulailah Ummu Syarik bergerak untuk berdakwah dan mengajak wanita-wanita Quraisy secara sembunyi-sembunyi. Beliau berdakwah kepada mereka, memberikan dorongan-dorongan agar mereka masuk Islam tanpa kenal lelah dan jemu. Beliau menyadari resiko yang akan menimpa dirinya baik pengorbanan ataupun penderitaan, serta resiko yang telah menghadangnya berupa gangguan dan siksaan terhadap jiwa dan harta. Akan tetapi iman bukanlah sekedar kalimat yang diucapkan oleh lisan, akan tetapi iman pada hakekatnya memiliki konsekuensi, amanah yang mengandung beban dan iman berarti jihad yang membutuhkan kesabaran.</p>
<p class="MsoBodyText">Takdir Allah menghendaki setelah masa berlalu beberapa lama mulailah hari-hari ujian, hari-hari menghadapi cobaan yang mana aktivitas Ummu Syarikdtelah diketahui oleh penduduk Makkah, maka mereka menangkap beliau dan berkata: «Kalaulah bukan karena kaum kamu akan kami tangani sendiri, akan tetapi kami akan menyerahkan kamu kepada mereka.»</p>
<p class="MsoBodyText">Ummu Syarik berkata: «Maka datanglah keluarga Abu Al-Akr (yakni keluarga suaminya) kepadaku kemudian berkata: Jangan-jangan engkau telah masuk kepada agamanya (Muhammad)? Beliau berkata: «Demi Allah aku telah masuk agama Muhammad.» Mereka berkata: «Demi Allah kami akan menyiksamu dengan siksaan yang berat.» Kemudian mereka membawaku dari rumah kami, kami berada di Dzul Khalashah (terletak di Shan&gt;a&gt;) mereka ingin membawaku ke sebuah tempat dengan mengendarai seekor onta lemah yakni kendaraan mereka yang paling jelek dan kasar. Mereka memberiku makan dan madu akan tetapi tidak memberiku setetes airpun. Hingga manakala tengah hari dan matahari telah terasa panas mereka menurunkan aku dan memukuliku, kemudian mereka meninggalkanku di tengah teriknya matahari hingga hampir-hampir hilang akalku, pendengaranku dan penglihatanku. Mereka melakukan hal itu selama tiga hari. Tatkala hari ketiga mereka berkata kepadaku, «Tinggalkan agama yang telah kau pegang!» Ummu Syuraik berkata: «Aku sudah tidak lagi dapat mendengar perkataan mereka kecuali satu kata demi satu kata dan aku hanya memberikan isyarat dengan telunjukku ke langit sebagai isyarat tauhid.»</p>
<p class="MsoBodyText">Ummu Syarik melanjutkan, «Demi Allah tatkala aku dalam keadaan seperti itu ketika sudah berat aku rasakan, tiba-tiba aku mendapatkan dinginnya ember yang berisi air di atas dadaku (beliau dalam keadaan berbaring -pent) maka aku segera mengambilnya dan meminumnya sekali teguk, kemudian ember tersebut terangkat dan aku melihat ternyata ember tersebut menggantung antara langit dan bumi dan aku tidak mampu mengambilnya. Kemudian ember tersebut menjulur kepadaku untuk yang kedua kalinya maka aku minum darinya kemudian terangkat lagi. Aku melihat ember tersebut berada antara langit dan bumi. Kemudian ember tersebut menjulur kepadaku untuk yang ketiga kalinya maka aku minum darinya hingga kenyang dan aku guyurkan ke kepala, wajah dan bajuku. Kemudian mereka keluar dan melihatku seraya berkata: «Dari mana engkau dapatkan air itu wahai musuh Allah.» Beliau menjawab, «Sesungguhnya musuh Allah adalah selain diriku yang menyelisihi diennya. Adapun pertanyaan kalian dari mana air itu, maka itu adalah dari sisi Allah yang direzekikan kepadaku.» Mereka bersegera pergi menengok ember mereka dan mereka dapatkan bahwa ember tersebut masih tertutup rapat belum terbuka. Maka mereka berkata: «Kami bersaksi bahwa Rabb-mu adalah Rabb kami dan kami bersaksi bahwa yang telah memberikan rezeki kepadamu di tempat ini setelah kami menyiksamu adalah Dia yang mensyari&gt;atkan Islam.» Maka masuk Islamlah mereka dan semuanya berhijrah bersama Rasulullah r dan mereka mengetahui keutamaanku atas mereka dan apa yang telah dilakukan Allah terhadapku.1)</p>
<p class="MsoBodyText">Semoga Allah merahmati Ummu Syarik yang telah mengukir sebaik-baik contoh dalam berdakwah ke jalan Allah, dalam hal keteguhan dalam memperjuangkan iman dan akidahnya dan dalam bersabar di saat menghadapi cobaan serta berpegang kepada tali Allah&#8230; mara bahaya tidak menjadikan beliau kendor ataupun lemah yang mengakibatkan beliau bergeser walaupun sedikit untuk menyelamatkan jiwanya dari kematian dan kebinasaan. Akan tetapi hasil dari ketegaran beliau, Allah memuliakan beliau dan menjadikan indah pandangan matanya dengan masuknya kaumnya ke dalam Islam. Inilah target dari apa yang dicita-citakan oleh seorang muslim dalam berjihad. Rasulullah r bersabda:</p>
<p class="MsoBodyText">«Demi Allah seandainya Allah memberikan hidayah kepada satu orang karena dakwahmu, maka itu lebih baik bagimu dari unta merah.»2)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://an-naba.com/seorang-wanita-da%e2%80%99iyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dengerin musik dan mainin alat musik itu bisa bikin bahagia nggak?</title>
		<link>http://an-naba.com/dengerin-musik-dan-mainin-alat-musik-itu-bisa-bikin-bahagia-nggak/</link>
		<comments>http://an-naba.com/dengerin-musik-dan-mainin-alat-musik-itu-bisa-bikin-bahagia-nggak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 03:57:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.an-naba.com/?p=397</guid>
		<description><![CDATA[Nggak sedikit remaja yang nyangka bahwa kebahagiaan bisa diperoleh dengan main musik dan mendengar nyanyian. Banyak yang mengira bahwa orang yang paling bahagia adalah pemusik A dan penyanyi B!
Mungkin salah satu penyebabnya adalah waktu ketemu para penyanyi, salah seorang dari mereka bilang, “Aku sadar punya bakat dan suara merdu, lalu temen-temen mendorong ikut kontes nyanyi. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.an-naba.com/wp-content/uploads/2009/02/youngmusician.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-398" style="2px 4px;" src="http://www.an-naba.com/wp-content/uploads/2009/02/youngmusician.png" alt="" width="188" height="194" /></a>Nggak sedikit remaja yang nyangka bahwa kebahagiaan bisa diperoleh dengan main musik dan mendengar nyanyian. Banyak yang mengira bahwa orang yang paling bahagia adalah pemusik A dan penyanyi B!<br />
Mungkin salah satu penyebabnya adalah waktu ketemu para penyanyi, salah seorang dari mereka bilang, “Aku sadar punya bakat dan suara merdu, lalu temen-temen mendorong ikut kontes nyanyi. Makin lama makin banyak yang suka, makin rame sambutan orang dan makin banyak yang telepon aku.”<br />
Anak-anak muda yang denger lantas bilang, “Wah, pengen banget kalo aku bisa kayak penyanyi itu&#8230;” Mereka tertipu oleh gemerlap lampu, poster-poster dan senyuman-senyuman.<br />
Buat mereka yang punya pikiran seperti di atas, di bawah ini kutipan dari beberapa pemusik yang sudah populer.<br />
Salah seorang da’i bercerita, “Aku bertemu dengan salah seorang penyanyi. Aku heran melihat uban di kepalanya padahal usianya masih muda. Waktu kutanya, penyanyi itu menjawab, “Terus terang, aku sudah pergi ke dokter dan konsultasi. Kata mereka, kamu mengalami masalah psikologis, jiwa yang labil dan tidak tenang. Sepertinya kamu tidak puas dengan kondisi sekarang.” Kemudian penyanyi itu bilang, “Wahai Saudaraku, terus terang aku tidak puas jadi penyanyi, melontarkan kata-kata cinta di hadapan manusia, membuat mereka berdendang dan bertepuk tangan. Aku merasa diriku diciptakan untuk selain itu&#8230;”<br />
Da’i itu pun berkata kepadanya, “Kamu belum merasa bahagia dengan prestasi selama ini, lalu kenapa bisa terjun ke dunia menyanyi?” Ia menjawab, “Ayahku –semoga Allah merahmatinya- telah menelantarkan aku. Dia tidak peduli padaku dan aku juga tidak pernah mendapat bimbingan darinya. Maka aku terjun ke dunia tarik suara. Hasilnya, aku dikelilingi teman, pergaulan baru, koneksi, dan ketenaran.” Kemudian si penyanyi berkata dengan suara sendu, “Kalau tahu sejak awal, tentu aku memilih dunia lain&#8230;”<br />
Seorang penyanyi lain yang terkenal di wilayah teluk dan negara-negara Arab bicara blak-blakan sama wartawan surat kabar lokal, “Kalau keputusan ada di tanganku, aku akan tinggalkan dunia seni ini sejak dulu. Sudah sering aku pikirkan untuk berhenti total, dan secara pribadi aku tidak suka menyanyi.”<br />
Waktu diwawancara Majalah Waafidah, “Aku sarankan mereka tidak terjun ke dunia tarik suara. Tidak mungkin kehidupan kita seluruhnya diisi dengan musik.”<br />
Pernah denger nama Cat Stevens? Namanya berkibar di level internasional, piringan hitamnya laris terjual jutaan kopi, penggemarnya segudang, pers juga tidak henti-hentinya memberikan pujian di samping fotonya yang terpampang besar.<br />
Tapi di suatu jumpa pers, Stevens bilang bahwa dia pernah menangis selama beberapa malam karena tekanan batin. Dia tahu, dunia tarik suara dan musik bukan jalan meraih ke¬bahagiaan. Maka ia mundur sepenuhnya. Kemudian Allah I membuka hatinya untuk jadi muslim, dengan nama baru Yusuf Islam. Yusuf Islam membuka sebuah sekolah Islam yang besar di Inggris. Mantan penyanyi itu sekarang seorang da’i terkenal yang membela agama Allah dan rasul-Nya.<br />
Renungan akhir, para ulama telah menjelaskan bahwa nyanyian dan musik hanya kesenangan sementara, namun dapat merusak hati seorang mukmin dan menjauh-kannya dari Al-Qur’an. Oleh karena itu, mayoritas orang yang menggandrungi musik biasanya menjauhi Al-Qur’an dan sulit dinasihati. Para ulama menetapkan bahwa dalam hati orang beriman, senandung setan tak bisa bersatu dengan kalam Allah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://an-naba.com/dengerin-musik-dan-mainin-alat-musik-itu-bisa-bikin-bahagia-nggak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
