Kebutuhan Hamba (2011-1-3)
Istighfar mempunyai banyak faedah baik didunia maupun diakahirat, faedah tersebut ada yang memanag langsung kita rasakan dan ada juga yang diakhirkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sampai hari kiamat.
Istighfar mempunyai banyak faedah baik didunia maupun diakahirat, faedah tersebut ada yang memanag langsung kita rasakan dan ada juga yang diakhirkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sampai hari kiamat.
Taat kepada Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Sallam adalah satu hal wajib berdasarkan Kitabullah (al-Qur’an). Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, ta’atlah kepada Allah dan ta’atlah kepada rasul dan janganlah kalian merusakkan (pahala) amal-amal kalian.” (QS. Muhammad: 33).
Kebanyakan manusia di akhir zaman ini telah jauh dari agama Allah, maka lumrah jika kemaksiatan dan kerusakanpun merajalela, hingga tak seorangpun yang tidak terkotori oleh dosa-dosa, kecuali orang yang dijaga oleh Allah.
Namun Allah berkehendak untuk menyem¬purnakan cahayaNya, maka banyak di antara mereka yang bangkit dari kelalaian dan tidur lelap¬nya. Mereka menyadari keteledoran mereka dalam menunaikan hak-hak Allah, menyesal karena telah menyia-nyiakan hak Allah, kemudian mengarahkan kendalinya menuju cahaya taubat. Juga orang-orang yang merasa bosan dengan kehidupan (dunia) yang penuh penderitaan dan kesempitan. Kemudian mereka mencari jalan untuk keluar dari kegelapan menuju cahaya.
Berdoa adalah lambang rasa rendah diri dan ketidakberdayaan manusia di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang dapat menumbuhkan perasaan ubudiyah (penghambaan) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sabar merupakan salah satu sifat yang menyebabkan pelakunya masuk ke dalam surga. Sabar merupakan suatu amalan yang akan mengangkat pelakunya ke derajat dan tingkatan yang tinggi di dalam surga. Sabar terbagi manjadi dua yaitu sabar dalam menjalankan ketetapan syari’at dan sabar dalam menghadapi musibah. Sabar dalam menjalankan syari’at maksudnya adalah mengurung hawa nafsu dalam menjalankan ketetapan kepada Allah dan menahannya dari maksiat kepada Allah Ta’ala.
Setan yang terkutuk mendatangi anak Adam pada detik-detik terakhir kehidupannya untuk menfitnahnya dalam agamanya apabila dia termasuk kaum muslimin yang muwahhid (orang yang bertauhid kepada Allah).
“Barangsiapa yang ingin melihat laki-laki penduduk jannah, maka hendaknya melihat Urwah bin Zubair.”
Alangkah patutnya bagi kita kaum muslimin dan muslimat di zaman ini, di saat keteguhan telah hilang dan hati telah rusak, untuk kembali meneladani para penghulu kita yang pertama. Mereka yang telah membangun bagi kita warisan kemuliaan, yang telah mewarisi kenangan yang cemerlang dan sejarah yang jernih. Dengan harapan agar kita dapat mengambil pelajaran dan mengikuti jejak mereka.
Generasi terbaik umat ini adalah para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah sebaik-baik manusia. Lantas disusul generasi berikutnya, lalu generasi berikutnya. Tiga kurun ini merupakan kurun terbaik dari umat ini.
“Aku tidak tahu mengapa aku melakukan hal itu. aku tidak bisa mengetahui kenapa aku sampai menangis. Aku merasakan hal yang aneh. Aku telah merasakan kebahagiaan dalam hatiku. Aku merasakan ketentraman dan rasa cinta. Dan aku telah merasakan ajaran Islam yang sesungguhnya.”