Wahai saudaraku, para pendidik muslim…
Wahai pendidik para generasi yang melahirkan para tokoh…
Wahai engkau yang dimuliakan Allah dengan diembani tugas sebagaimana tugas para nabi dan rasul. (semoga keselamatan dan kesejahteraan bagi mereka). Salam sejahtera, rahmat Allah dan berkahNya semoga tercurah pada kalian. Waba’du.
Saya menulis risalah ini untuk kalian, setelah mengemban tugas mengajar selama kurang lebih empat belas tahun. Seraya merasa bangga dan terhormat karena keikutsertaan dalam tugas paling mulia serta profesi paling luhur di antara profesi-profesi lain. Terlebih, ia adalah misi yang diemban para Nabi dan Rasul ‘Alaihimussalam. Dengan landasan sebuah hadist:
“Sesungguhnya aku diutus sebagai pendidik.” (HR. Ibnu Majah dalam as-Sunan).
Risalah berikut saya persembahkan bagi anda, seraya memohon pertolongan hanya kepada Allah.
Sesungguhnya perbuatan baik itu menghapuskan perbuatan yang buruk (dosa). (QS. Huud: 114). Demikianlah firman Allah -Subhanahu wa Ta’ala, yang menunjukkan bahwa Allah Maha Pemurah.
Berbagai persoalan yang harus segera dijawab sering muncul dalam keseharian kita. Tetapi terkadang kita sulit menemukan jawabannya secara praktis. Ada banyak hal yang mempengaruhinya. Mungkin karena minimnya pengetahuan kita tentang Islam sehingga sulit mencerna paparan jawaban persoalan tersebut dalam buku-buku tebal. Atau bisa juga disebabkan jauhnya kita dari nara sumber yang bisa kita tanyai tentang [...]
Sebuah Nasehat dari Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah bagi seorang yang sedang sakit…
Sungguh sebuah nasehat yang sangat menggugah jiwa, memberikan semangat bagi yang sedang terbaring lemah di ranjang…
Wahai saudaraku sesama muslim yang sedang sakit…
Wahai saudaraku yang terbaring lemas di atas ranjang putih karena terpaksa…
Wahai saudaraku yang sedang kehilangan kesehatan serta diharamkan menikmati rasanya afi’at…
Simak, renungi dan Amalkan sebuah nasehat yang akan mengantarkan kebahagiaan dalam hidup Anda
Salah satu diantara rahmad Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-Nya adalah, Dia tidak menganggap dosa sebagai harga mati, tidak pula dianggap sebagai sesuatu yang apabila sekali melekat, selamanya tidak dapat dihapus. Namun Dia menganggap dosa bagaikan noda, manakala pelaku dosa tersebut berusaha membersihkannya, niscaya Dia akan menyucikannya. Konsep penyucian diri dari dosa dalam terminology Islam dinamakan ‘taubat’. Manakala pelaku dosa telah menjalankan taubat, dan diterima taubatnya, maka dirinya akan kembali bersih dari segala dosa, fitrah bagaikan awal dari kelahirannya.
Kamus-kamus yang dikarang di negara-negara barat, yang notabene tempat tumbuhnya sekulerisme, telah memuat semua bagan pembahasan dan penelitian tentang sekulerisme. Tercantum dalam kamus bahasa inggris bahwa kata “ilmany” (penganut sekulerisme) berarti :
1. yang berorientasi kepada keduniaan atau materi
2. bukan seorang yang agamis (spiritulalis)
3. bukan seorang yang suka beribadah dan bukan seorang pendeta.
Sesungguhnya kelembutan, kekhusyu’an serta keluluhan hati kepada Sang Pencipta dan Yang membentuk hati-hati tersebut merupakan suatu pemberian dari Ar-Rahman (Yang Maha Penyayang) dan sebuah karunia dari Ad-Dayyan (Yang membuat perhitungan).
Berbakti pada kedua orang tua adalah sebuah kewajiban yang sangat luhur dan mulia. Allah Subhanahu wa Ta’ala seringkali menyandingkan perintah berbakti pada orang tua dengan perintah mengesakan-Nya. Ini menunjukkan agungnya hak kedua ibu bapak. Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu pernah bertanya kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam:
“Amalan apa yang paling utama?” Beliau Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, “Mengerjakan shalat tepat pada waktunya.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apalagi?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Lalu aku bertanya lagi, “Kemudian apalagi?” Beliau menjawab, “Jihad fi sabilillah.”
Birrul walidain kita buktikan dengan berusaha membalas jasa kedua orang tua kita meskipun tiada sebanding dengan jerih payah yang telah mereka berikan dalam mengasuh kita.
Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla telah memerintahkan Yahya bin Zakariya ‘Alaihis Salam dengan lima kalimat, agar ia mengamalkannya dan menyuruh Bani Israil agar mengamalkannya. Namun beliau seolah lambat untuk menyampaikannya.
Allah Yang Mahakuasa, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang, telah berfirman dalam al-Qur’an bahwa Dia dekat dengan manusia dan akan mengabulkan permohonan orang-orang yang berdoa kepada-Nya.