Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda: مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لهَمُاَ قَبْلَ أَنْ يَتَفَرَّقَا “Tidaklah dua orang muslim bertemu kemudian berjabat tangan melainkan telah diampuni dosa-dosa keduanya sebelum mereka berdua berpisah.” (Dihasankan oleh Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albany). Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda: مَا مِنْ مُسْلِمَيِنِ التَقَيَا فَأَخَذَ أَحَدُهُمَا بِيَدِ صَاحِبِهِ, [...]
Merenungi ayat-ayat, yang Allah ciptakan di langit dan di bumi tersebut, menghayati, memperhatikan dan memikirkannya merupakan hal yang membawa manfaat yang sangat besar bagi manusia dalam menguatkan dan mengokohkan keimanannya. Karena, dari situlah ia mengetahui keesaan pencipta dan penguasaNya, dari situlah ia mengenali kesempurnaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Ketahuilah wahai saudaraku seislam, sesungguhnya harta bisa menjadi sebab yang mengantarkan kita ke surga dan bisa juga menjadi sebab yang mengantarkan diri kita ke neraka. Barangsiapa menggunakan hartanya untuk mentaati Allah dan membelanjakannya kepada jalan-jalan kebaikan maka harta itu menjadi sebab yang mengantarkan kita kepada ridha Allah dan kemenangan berupa surga. Dan barangsiapa menggunakan hartanya untuk mendurhakai Allah, membelanjakannya untuk mengejar syahwat yang diharamkan dan melalaikannya dari ketaatan kepada Allah, maka harta itu menjadi sebab turunnya kemarahan Allah atasnya dan ia berhak mendapat siksa yang pedih.
Sebaris kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi seorang istri yang ingin menjadi perhiasan terindah dunia dan bidadarinya akhirat yaitu wanita shalihah. Semoga melalui kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi seseorang yang mendambakan keluarga sakinah mawadah wa rahmah yang diridhai oleh Allah ‘Azza wa jalla
Umar bin al-Khaththab berkata, “Demikianlah, jika kalian melihat saudara kalian terperosok dalam kehinaan (kemaksiatan) maka ingatkanlah ia (dengan kitab Allah Ta’ala.-pent.), dan berdo`alah kepada Allah Ta’ala untuknya semoga Dia mengampuni dosa-dosanya. Dan janganlah kalian menjadi penolong-penolong syeitan dalam menyesatkannya.”
Diriwayatkan dari Anas, ia berkata: “Ketika kami sedang duduk – duduk bersama Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassalam beliau bersabda:……
Termasuk sebagian ungkapan rasa syukur seorang hamba atas berbagai nikmat yang telah dianugerahkan kepadanya adalah terus menggalakkan berbagai amalan shalih. Tetapi jika ia malah menggantinya dengan perbuatan maksiat maka ia termasuk kelompok orang yang membalas kenikmatan dengan kekufuran.
Seorang muslim itu sangat mencintai kehidupannya, bukan karena kelezatannya, tetapi hanyalah karena ingin mendapatkan sebanyak mungkin pahala dan kebajikan. Jika seorang muslim melihat bahwa kehidupannya di dunia sarat dengan kebajikan dan pendekatan diri kepada Allah, maka ia berdoa kepada Allah agar dipanjangkan usianya dan diperbaguskan amalnya.
Tiba-tiba si ayah dikejutkan dengan celotehan anaknya yang masih kecil dan membuatnya sadar. Si anak berkata kepadanya, “Jadi ayah, aku akan menjaga bejana kayu ini agar nanti aku dapat menghidangkan makanan dengan bejana ini untuk ayah apabila usia ayah sudah sama dengan kakek.”
“Sesungguhnya Allah mempunyai banyak malaikat yang berkeliling di jalan-jalan mencari orang yang ahli dzikir. Apabila mereka mendapati sekelompok orang yang berdzikir kepada Allah, maka mereka saling berseru,’mari tunaikan hajat kalian’.”