<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>An-Naba Online &#187; Ramadhan</title>
	<atom:link href="http://an-naba.com/category/ramadhan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://an-naba.com</link>
	<description>Penerbit Buku Islami &#124; Terdepan Dalam Kualitas</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 09:12:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>WANITA MUSLIMAH DI BULAN RAMADHAN (2)</title>
		<link>http://an-naba.com/wanita-muslimah-di-bulan-ramadhan-2/</link>
		<comments>http://an-naba.com/wanita-muslimah-di-bulan-ramadhan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 09:20:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Info Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Mimbar Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Alquran]]></category>
		<category><![CDATA[bulan]]></category>
		<category><![CDATA[hadits]]></category>
		<category><![CDATA[haidh]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[marhaban]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[rasul]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.an-naba.com/?p=657</guid>
		<description><![CDATA[Wanita haidh pada bulan Ramadhan Puasa yang sedang dikerjakan oleh wanita tidak akan batal kecuali jika darah haidh keluar yaitu sejak dimulainya haidh ketika keluarnya darah maka batallah puasa yang sedang ia lakukan dan ia wajib untuk berbuka. Tidak ada perselisihan pendapat diantara para ulama bahwa wanita haidh harus mengqadha’ (mengganti) puasanya. Ibnu Taimiyah Rahimahullah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div><!-- Wordbooker created FB tags --> <fb:like layout="standard" show_faces="true" action="recommend" font="arial" colorscheme="light"  href="http://an-naba.com/wanita-muslimah-di-bulan-ramadhan-2/" width="250"></fb:like>
<div style="float:right;"></div>
</div>
<p><img class="alignleft" src="http://pustakanaba.wordpress.com/files/2009/07/muslimahberdoa.jpg" alt="" width="332" height="307" /></p>
<p><strong>Wanita haidh pada bulan Ramadhan </strong></p>
<p>Puasa yang sedang dikerjakan oleh wanita tidak akan batal kecuali jika darah haidh keluar yaitu sejak dimulainya haidh ketika keluarnya darah maka batallah puasa yang sedang ia lakukan dan ia wajib untuk berbuka. Tidak ada perselisihan pendapat diantara para ulama bahwa wanita haidh harus mengqadha’ (mengganti) puasanya. Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata “Wanita haidh tidak boleh shiyam, tetapi ia harus mengganti shiyam yang ia tinggalkan, sebab keluarnya darah haidh dapat membatalkan shiyam.”</p>
<p>Apabila wanita haidh tetap melaksanakan puasa, maka puasanya tidak sah dan wajib mengqadha’nya (mengganti) ketika ia sudah suci. Bahkan haram hukumnya bagi wanita tersebut melaksanakan puasa. Sebab mereka melakukajn ibadah yang tidak sah yang pada asalnya terlarang mereka lakukan.</p>
<p>Wanita haidh disunnahkan untuk tetap makan dan minum pada sisa waktu bukan dengan niat puasa namun demi menghormati perasaan orang lain yang sedang menjalankan ibadah puasa. Namun hal itu tidak wajib karena mereka tidak puasa karena suatu alasan tertentu yang dapat ditetapkan sesuai syariat. Hanya saja mereka wajib mengganti puasa yang telah ditinggalkan pada hari tersebut.</p>
<p>Sekarang timbul pertanyaan bagaimana jika matahari terbenam lalu keluar darah haidh apakah puasanya sah? bagaimana pula jika wanita baru pertama kali mengalami haidh atau memiliki jadwal haidh tetap atau wanita yang bingung menentukan jadwal haidhnya?</p>
<p>Seorang wanita wajib melaksanakan puasa Ramadhan dengan sempurna dengan cara mengqadha’ puasa yang pernah ia tinggalkan di bulan Ramadhan. Sebab hal itu termasuk hutang yang wajib ia tunaikan dan jangan sampai di tunda. Bagi wanita yang tidak puasa karena udzur (berhalangan) tidak diwajibkan tetapi dianjurkan untuk mengqadha puasa secara berturut-turut, akan tetapi tidak mengapa mengqadha’nya dengan terpisah-pisah, jika memang waktu mengqadha’ masih panjang. Hal tersebut berdasarkan firman Allah SWT “..<em>maka (wajiblah baginya puasa)sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain</em>.”(QS. Al-Baqarah:184).</p>
<p>Tidak boleh menunda qadha puasa bagi wanita yang haidh tersebut hingga Ramadhan berikutnya. Jika sengaja menundanya maka ia berdosa. Hanya saja jika ia terlambat mengqadha’ puasanya, maka ia wajib membayar kafarah yang berupa fidyah dengan memberi makan seorang miskin setiap harinya akibat keterlambatannya mengqadha’ puasa.</p>
<p>Membaca Al-Quran merupakan ibadah yang utama bagi seorang wanita ketika bulan Ramadhan karena dengan memperbanyak membaca Al-Quran akan mendapatkan pahala yang besar. Akan tetapi ada perkara-perkara yang menyebabkan wanita tidak boleh menyentuh Al-Quran.</p>
<p>(BERSAMBUNG&#8230;)</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fan-naba.com%2Fwanita-muslimah-di-bulan-ramadhan-2%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://an-naba.com/wanita-muslimah-di-bulan-ramadhan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WANITA MUSLIMAH DI BULAN RAMADHAN</title>
		<link>http://an-naba.com/wanita-muslimah-di-bulan-ramadhan/</link>
		<comments>http://an-naba.com/wanita-muslimah-di-bulan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 04:36:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Info Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Mimbar Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[bulan]]></category>
		<category><![CDATA[hadits]]></category>
		<category><![CDATA[marhaban]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[rasul]]></category>
		<category><![CDATA[rekaat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[shalihah]]></category>
		<category><![CDATA[tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.an-naba.com/?p=607</guid>
		<description><![CDATA[WANITA MUSLIMAH DI BULAN RAMADHAN(1) Wanita dan Shalat Tarawih Shalat adalah ibadah yang telah Allah SWT tetapkan atas bani Adam baik laki-laki maupun perempuan karena banyak sekali keutamaan yang besar bagi kaum wanita, maka Rasulullah SAW senantiasa menganjurkan kepada para sahabiyah agar mengerjakannya dan melaksanakannya. Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu bahwasanya Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa shalat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div><!-- Wordbooker created FB tags --> <fb:like layout="standard" show_faces="true" action="recommend" font="arial" colorscheme="light"  href="http://an-naba.com/wanita-muslimah-di-bulan-ramadhan/" width="250"></fb:like>
<div style="float:right;"></div>
</div>
<p align="center"><strong>WANITA MUSLIMAH DI BULAN RAMADHAN(1)</strong></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Wanita Muslimah di Bulan Ramadhan" src="http://pustakanaba.wordpress.com/files/2009/07/muslimah.jpg" alt="" width="350" height="278" /></p>
<p><strong>Wanita dan Shalat Tarawih</strong></p>
<p>Shalat adalah ibadah yang telah Allah SWT tetapkan atas bani Adam baik laki-laki maupun perempuan karena banyak sekali keutamaan yang besar bagi kaum wanita, maka Rasulullah SAW senantiasa menganjurkan kepada para sahabiyah agar mengerjakannya dan melaksanakannya. Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu bahwasanya Rasulullah SAW bersabda <em>“Barangsiapa shalat malam bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.</em>”(HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Kaum wanita boleh mengerjakan shalat, termasuk di dalamnya Qiyamul lail atau shalat tarawih di masjid. Dasarnya adalah berdasarkan sabda Rasulullah SAW bahwasanya beliau bersabda “<em>Jika istri salah seorang dari kamu meminta izin ke masjid, maka janganlah ia melarangnya.</em>” (HR. Bukhari dan Muslim). Hendaklah kaum wanita mengetahui bahwa izin yang disebutkan dalam nash-nash bukanlah suatu hal yang wajib (yakni wajib di beri izin) akan tetapi dengan syarat-syarat yang telah disebutkan oleh para ulama yang diambil dari beberapa hadist. Imam An-Nawawi Rahimahullah berkata “<em>Bab keluarnya wanita ke masjid jika tidak menimbulkan fitnah dan keluar tanpa mengenakan parfum.</em>” Lantas bagaimana dengan sebagian kaum wanita yang melaksanakan shalat tarawih di rumah?</p>
<p>Shalat seorang wanita di rumahnya lebih afdhal daripada shalat di masjid. Karena yang terbaik bagi wanita adalah berdiam di rumahnya. Dasrnya adalah hadist riwayat dari Abdullah bin Umar Radhiallahu’anhu ia berkata, Rasulullah SAW bersabda “<em>Janganlah kalian melarang kaum wanita pergi ke masjid. Dan rumah mereka lebih baik bagi mereka.</em>”(HR. Abu Dawud). Lalu bagaimanapula dengan wanita muslimah saat ini yang keluar mengenakan perhiasan dan parfum, mengenakan pakaian yang paling indah, sementara Aisyah Radhiyallahu’anha telah mengatakan “Kalaulah Rasulullah SAW mengetahui apa yang dilakukan oleh para wanita sepeninggal beliau, niscaya beliau akan melarang mereka keluar ke masjid.”</p>
<p>Hendaklah kaum wanita memperhatikan bimbingan dan menjauhi segala bentuk pelanggaran dalam pelaksanaan shalat tarawih. Sunnah bagi kaum wanita agar melaksanakan shalat tarawih tidak lebih dari sebelas rekaat berdasarkan riwayat Aisyah Radhiallahu’anha bahwa ia pernah di tanya tentang kaifiyat shalat tarawih dibulan Ramadhan. Ia menjawab “<em>Beliau Rasulullah SAW tidak pernah mengerjakannya lebih dari sebelas rekaat pada bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan.</em>” (HR. Muttafaqun ‘Alaihi). Sunnah bagi kaum wanita membaca Al-Quran dalam shalatnya melalui hafalan. Hendaklah para wanita menempati shaf yang paling belakang karena itulah yang utama dan diperintahkan oleh syariat.</p>
<p>Pelanggaran yang harus dihindari oleh kaum wanita dalam shalat tarawih adalah larangan duduk di masjid sebelum melakukan shalat tahiyyatul masjid. Termasuk pelanggaran adalah pergi ke masjid dengan memakai parfum. Ini merupakan perbuatan yang dilarang sebagaimana yang sering dijumpai wanita di banyak masjid. Berdasarkan sabda Rasulullah SAW “<em>Siapa saja wanita yang memakai parfum kemudian keluar ke masjid, maka tidak diterima shalatnya hingga mandi</em>.” (HR. Ibnu Majah)</p>
<p>Perkara yang berkaitan dengan haidh merupakan masalah yang penting bagi wanita terutama pada bulan Ramadhan. Dan sekilas kita akan singgung masalah yang sangat penting berkaitan dengan haidh yang banyak dialami oleh wanita.</p>
<p><strong>(BERSAMBUNG&#8230;)</strong></p>
<p><strong><a href="http://www.an-naba.com/?page_id=580"><span style="color: #ff0000;">PROMO RAMADHAN (NEW&#8230;..!!!!!)</span></a><br />
</strong></p>
<p style="text-align: right;"><a href="http://www.an-naba.com/?p=601"><span style="color: #ff0000;"><strong>Ke Artikel Sebelumnya</strong></span></a></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fan-naba.com%2Fwanita-muslimah-di-bulan-ramadhan%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://an-naba.com/wanita-muslimah-di-bulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RENUNGAN RAMADHAN (TAMAT)</title>
		<link>http://an-naba.com/601/</link>
		<comments>http://an-naba.com/601/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 09:28:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Info Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Mimbar Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[amal sholeh]]></category>
		<category><![CDATA[bulan]]></category>
		<category><![CDATA[hadits]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.an-naba.com/?p=601</guid>
		<description><![CDATA[RENUNGAN RAMADHAN(TAMAT) Saudaraku muslim renungilah.. Ramadhan sebentar lagi akan sampai di hadapan kita. Begitu banyak keistimewaan dan keutamaan bulan Ramadhan. Allah SWT menjanjikan pahala yang besar bagi kita yang senantiasa memanfaatkan, mengisi dan menghiasi bulan Ramadhan ini dengan ibadah dan amal sholeh. Sungguh merugi diri ini, jikalau Ramadhan berlalu tanpa memperoleh ampunan. Suatu saat malaikat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div><!-- Wordbooker created FB tags --> <fb:like layout="standard" show_faces="true" action="recommend" font="arial" colorscheme="light"  href="http://an-naba.com/601/" width="250"></fb:like>
<div style="float:right;"></div>
</div>
<p align="center"><strong>RENUNGAN RAMADHAN(TAMAT)</strong></p>
<p><img class="alignleft" title="ramadhan" src="http://pustakanaba.wordpress.com/files/2009/07/ramadhan4.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p>Saudaraku muslim renungilah..</p>
<p>Ramadhan sebentar lagi akan sampai di hadapan kita. Begitu banyak keistimewaan dan keutamaan bulan Ramadhan. Allah SWT menjanjikan pahala yang besar bagi kita yang senantiasa memanfaatkan, mengisi dan menghiasi bulan Ramadhan ini dengan ibadah dan amal sholeh.</p>
<p>Sungguh merugi diri ini, jikalau Ramadhan berlalu tanpa memperoleh ampunan. Suatu saat malaikat Jibril datang menemui Rasulullah SAW dan berkata kepada beliau “<em>Barangsiapa mendapati bulan ramadhan namun tidak memperoleh ampunan sehingga masuk neraka maka semoga Allah SWT menjauhkan dirinya</em><em>!</em>” kemudian Rasulullah mengamininya.</p>
<p>Wahai saudaraku, jangan lewatkan kesempatan emas yang sangat bergharga ini, jangan biarkan bulan Ramadhan berlalu tanpa bekas dan persiapkan diri sebaik-baiknya menyambut bulan suci. Maghfirah (ampunan) Illahi siap menyambut hamba yang bersungguh-sungguh mengejarnya. Semua insan pasti pernah melakukan dosa dan kesalahan dan sebaik orang-orang yang bersalah adalah bertaubat. Betapa ruginya kita jika bulan Ramadhan berlalu tanpa secuil kebaikanpun yang kita peroleh.</p>
<p>Betapa meruginya bila kita hanya memperoleh lapar dan dahaga dari ibadah shaum yang kita lakukan. Pada hakekatnya puasa bukan hanya menahan makan dan minum saja akan tetapi menjaga ibadah puasa kita dari perkara-perkara yang merusak nilai puasa dan membuatnya sia-sia.</p>
<p>Seorang muslim sudah sepantasnya ingin meraih manisnya ketaatan ibadah bukan hanya selama Ramadhan akan tetapi juga ketika meninggalkan Ramadhan sehingga diharapkan setelah Ramadhan berlalu, menjadikan kita seorang pribadi muslim yang semakin meningkat kadar keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.</p>
<p>Oleh karena itu akhi muslim kita harus senantiasa thalabul ilmi terkait segala sesuatu di bulan Ramadhan, mulai dari persiapan menyambut Bulan Ramadhan yang agung, ibadah, amalan dan sunnah yang dituntunkan oleh Rasulullah SAW, perkara pembatal puasa dan perkara yang boleh dilakukan selama bulan Ramadhan, seputar iktikaf, lailatul qadar dan penempatan waktunya serta masih banyak lagi agar kita dapat meraih kemuliaan Ramadhan. Semuanya dibahas secara tegas, lugas, lengkap, terperinci, mudah dipahami dan sesuai dengan petunjuk Allah SWT dan Rasul-Nya.</p>
<p>Barangsiapa menjadi lebih baik daripada sebelumnya maka itu merupakan buah kesuksesan di bulan ramadhan dan barangsiapa yang tidak mendapat kebaikan pada bulan itu, niscaya sangat merugi. Tunggu Apa lagi persiapkan segala sesuatunya mulai dari sekarang saudaraku.</p>
<p>Dikutip dari :</p>
<p><strong>Judul buku           : “Renungan Ramadhan”</strong></p>
<p><strong>Pengarang           :   Abu Ihsan Al Atsari</strong></p>
<p><strong>Penerbit                :   Pustaka At-tibyan<br />
</strong></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fan-naba.com%2F601%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://an-naba.com/601/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RENUNGAN RAMADHAN(3)</title>
		<link>http://an-naba.com/renungan-ramadhan3/</link>
		<comments>http://an-naba.com/renungan-ramadhan3/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 09:19:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Info Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Mimbar Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[bulan]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[rasul]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.an-naba.com/?p=595</guid>
		<description><![CDATA[Saudaraku muslim, melanjutkan kajian sebelumnya…. Rasulullah SAW merupakan sosok tauladan bagi kaum muslimin sebagaimana dalam firman Allah SWT “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”. (QS Al-Ahzab:21). Pun ketika bulan Ramadhan banyak sekali tuntunan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div><!-- Wordbooker created FB tags --> <fb:like layout="standard" show_faces="true" action="recommend" font="arial" colorscheme="light"  href="http://an-naba.com/renungan-ramadhan3/" width="250"></fb:like>
<div style="float:right;"></div>
</div>
<p><img class="alignleft" title="Renungan Ramadhan" src="http://pustakanaba.wordpress.com/files/2009/07/ramadhan2.jpg" alt="" width="300" height="300" /></p>
<p>Saudaraku muslim, melanjutkan kajian sebelumnya….</p>
<p>Rasulullah SAW merupakan sosok tauladan bagi kaum muslimin sebagaimana dalam firman Allah SWT “<em>Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”. (QS Al-Ahzab:21). </em></p>
<p>Pun ketika bulan Ramadhan banyak sekali tuntunan Rasulullah terkait dengan bulan Ramadhan terutama ketika menjalankan ibadah puasa.</p>
<p>Bila esok telah dipastikan sebagai hari pertama maka kita wajib meniatkan  puasa pada malam harinya berdasarkan sabda Rasulullah SAW <em>“Barangsiapa tidak berniat shaum sebelum Fajar maka tidak ada shaum baginya.”</em> Makan sahurpun merupakan syiar ibadah shaum muslimin yang membedakan dengan ahli kitab. Rasulullah SAW berpesan kepada umatnya agar tidak meninggalkan makan sahur karena di dalam sahur banyak sekali keutamaannya.</p>
<p>Dalam Ramadhan terdapat ibadah-ibadah sunnah yang sangat dianjurkan karena sangat bernilai di hadapan Allah SWT adapun ibadah tersebut diantaranya Shalat tarawih (qiyamul lail). Shalat malam adalah ibadah yang senantiasa dikerjakan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat beliau. Sehingga Aisyah radhiallahuAnha berkata ”<em>Janganlah tinggalkan shalat malam, sebab Rasulullah tidak pernah meninggalkannya. Kendatipun sakit atau sedang lesu, beliau tetap mengerjakannya dengan duduk</em>.” Rasulullah SAW adalah orang yang sangat dermawan dan kedermawanan beliau semakin bertambah pada bulan Ramadhan. Kebaikan-kebaikan yang beliau lakukan pada bulan itu melebihi angin yang berhembus. Banyak sekali manfaat dan keutamaaan dizikir dan doa, khususnya di bulan ramadhan karena setiap doa kaum muslimin akan dikabulkan Allah SWT dalam bulan Ramadhan, dengan syarat ia harus memenuhi syarat-syarat terkabulnya doa. Perbanyaklah doa dan istighfar khususnya di pada waktu yang mustajab terkabulnya doa.</p>
<p>Ramadhan hanya sebulan dalam setahun pergunakanlah sebaik-baiknya kesempatan emas ini dengan memperbanyak amalan akhirat dan mengisi waktu dengan hal-hal yang positif. Hindarilah perbuatan yang merugikan diri dan manfaatkan waktu sebaik-baiknya agar waktu tidak berlalu sia-sia tanpa memperoleh pahala. Kita juga perlu mengetahui perkara yang dibolehkan dan yang dilarang terkait di bulan Ramadhan agar ibadah puasa di bulan Ramadhan bernilai di sisi Allah SWT.</p>
<p>(Bersambung..)</p>
<p><a href="http://www.an-naba.com/?p=573"><strong>Ke artikel sebelumnya</strong></a></p>
<p><a href="http://www.an-naba.com/?page_id=580"><span style="color: #ff0000;"><strong>PROMO RAMADHAN (New&#8230;..)</strong></span></a></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fan-naba.com%2Frenungan-ramadhan3%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://an-naba.com/renungan-ramadhan3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RENUNGAN RAMADHAN(2)</title>
		<link>http://an-naba.com/renungan-ramadhan-2/</link>
		<comments>http://an-naba.com/renungan-ramadhan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 01:42:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Info Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Mimbar Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Alquran]]></category>
		<category><![CDATA[bulan]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[pahala]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[rasul]]></category>
		<category><![CDATA[shiyam]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.an-naba.com/?p=573</guid>
		<description><![CDATA[“Barangsiapa mengerjakan puasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu ” (HR. Muttafaqun ‘Alaihi) Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan Allah SWT mengistimewakan bulan Ramadhan dengan berbagai macam keistimewaan. Apa sajakah keistimewaan dan keutamaan bulan Ramadhan? Bulan Ramadhan merupakan bulan Al-Quran karena Allah SWT menurunkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div><!-- Wordbooker created FB tags --> <fb:like layout="standard" show_faces="true" action="recommend" font="arial" colorscheme="light"  href="http://an-naba.com/renungan-ramadhan-2/" width="250"></fb:like>
<div style="float:right;"></div>
</div>
<p style="text-align: left;"><img class="alignnone" title="Renungan Ramadhan" src="http://pustakanaba.wordpress.com/files/2009/07/ramadan2007.jpg?w=300" alt="" width="300" height="214" /></p>
<p align="center">“<em>Barangsiapa mengerjakan puasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu </em>” (HR. Muttafaqun ‘Alaihi)<em> </em></p>
<p align="center"><em> </em></p>
<p>Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan Allah SWT mengistimewakan bulan Ramadhan dengan berbagai macam keistimewaan. Apa sajakah keistimewaan dan keutamaan bulan Ramadhan?</p>
<p>Bulan Ramadhan merupakan bulan Al-Quran karena Allah SWT menurunkan Al-Quran pada malam lailatul qadar. Pada bulan ini Allah SWT menutup pintu neraka dan membuka lebar pintu surga sebagai isyarat maha luasnya rahmat Allah SWT sebagaimana sabda Rasulullah SAW “<em>Dan (pada bulan ini) akan di tutup pintu-pintu Naar dan tidak ada satupun yang terbuka. Dan di buka pintu-pintu Jannah, tidak ada satupun yang ditutup.”(HR. At-Tirmidzi)</em></p>
<p>Salah satu keberkahan bulan ini adalah dibelenggunya setan-setan sehingga mereka tidak bisa leluasa mengganggu dan memperdayai bani adam. Rasulullah SAW bersabda <em>“Di malam pertama bulan Ramadhan dibelenggulah setan-setan dan jin-jin yang durhaka.”</em> (HR. At-Tirmidzi)</p>
<p>Allah dan Rasul-Nya memberikan targhib (spirit) dan mewajibkan untuk melakukan puasa Ramadhan dengan menjelaskan keutamaan serta tingginya kedudukan puasa. Puasa Ramadhan merupakan salah satu dari kewajiban puasa yang ditetapkan syariat yang ditujukan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan berpuasa akan mendapatkan pahala yang besar dan keutamaan yang agung. Disinilah letak pentingnya bagi kita untuk membuka tabir rahasia puasa sebagai salah satu bagian terpenting dari ibadah Ramadhan</p>
<p>Puasa laksana perisai yang dapat membentengi diri dari perbuatan keji, makar dan tipu daya setan yang berusaha mengganggu dan menjerumuskan manusia ke dalam lembah kehinaan. Dengan berpuasa dapat memasukkan pelakunya ke dalam surga sekaligus puasa merupakan kaffarah (penebus) segala dosa karena setiap bani adam tidak pernah luput dari dosa dan kesalahan dan salah satu amalan yang dapat menghapus kesalahan adalah puasa. Rasulullah bersabda  <em>“Kesalahan seseorang atas keluarganya, hartanya, dirinya, anaknya da tetangganya dapat dihapus dengan ibadah shaum (puasa), shalat, sedekah dan amar ma’ruf nahi mungkar.”(</em>HR. Muttafaqun Alaihi).</p>
<p>Keutamaan puasa Ramadhan tidak hanya berhenti sampai di situ. Masih banyak sekali keutamaan puasa dan bulan Ramadhan yang tidak dapat kita ulas secara detail di sini. Penasaran??? Ingin tahu bagaimana tuntunan Rasulullah SAW dalam menjalankan ibadah puasa, ingin tahu pula sunnah terkait puasa Ramadhan, dan bagaimana kiat melalui bulan ramadhan dengan sukses?</p>
<p><strong><a href="http://www.an-naba.com/?p=595">Bersambung</a></strong></p>
<p><strong><a href="http://www.an-naba.com/?p=566">Kembali ke artikel sebelumnya</a></strong> <span style="color: #ff0000;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong><a href="http://www.an-naba.com/?page_id=580">PROMO RAMADHAN (New..!!!)</a></strong></span></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fan-naba.com%2Frenungan-ramadhan-2%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://an-naba.com/renungan-ramadhan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RENUNGAN RAMADHAN</title>
		<link>http://an-naba.com/renungan-ramadhan/</link>
		<comments>http://an-naba.com/renungan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 03:07:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Info Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Mimbar Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[bulan]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[rasul]]></category>
		<category><![CDATA[shiyam]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.an-naba.com/?p=566</guid>
		<description><![CDATA[“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS Al-Baqarah 183) Ahlan Wa Sahlan Yaa Ramadhan……. Tak terasa Ramadhan telah sampai di depan pelupuk mata. Kini bulan itu akan segera datang menghampiri kita. Ramadhan adalah bulan istimewa yang selalu dinanti dan dirindukan bagi pencari kenikmatan ibadah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div><!-- Wordbooker created FB tags --> <fb:like layout="standard" show_faces="true" action="recommend" font="arial" colorscheme="light"  href="http://an-naba.com/renungan-ramadhan/" width="250"></fb:like>
<div style="float:right;"></div>
</div>
<p><img class="alignnone" title="Ramadhan" src="http://pustakanaba.wordpress.com/files/2009/07/ramadhan5nu81.jpg?w=300" alt="" width="300" height="224" /><br />
<em>“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”</em> (QS Al-Baqarah 183)</p>
<p><strong>Ahlan Wa Sahlan Yaa Ramadhan…….</strong><br />
Tak terasa Ramadhan telah sampai di depan pelupuk mata. Kini bulan itu akan segera datang menghampiri kita. Ramadhan adalah bulan istimewa yang selalu dinanti dan dirindukan bagi pencari kenikmatan ibadah, bagi pemburu manisnya ketaatan dan bagi yang cinta akan kepuasan ruhani. Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan dengan membawa sejuta keutamaan dan pesona. Bulan dimana Allah SWT membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu neraka. Bulan dimana Allah SWT memperkenankan doa-doa hamba-Nya, nafas kita menjadi tasbih, tidur kita menjadi ibadah, pahala dilipat gandakan, amal kita diterima dan do’a kita di ijabah.<br />
<strong>Saudaraku tercinta</strong>,<br />
Rasulullah SAW pun berbahagia dan biasa menyampaikan kabar gembira tentang kedatangan bulan Ramadhan kepada para sahabatnya. Abu Hurairah menuturkannya kepada kita “Rasulullah SAW biasa menyampaikan kabar gembira dengan kedatangan bulan Ramadhan. Beliau bersabda “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan nan penuh berkah, Allah mewajibkan shaum di bulan ini atas kamu. Pada bulan-bulan ini pintu jannah dibuka, pintu neraka ditutup dan setan di belenggu. Di bulan ini ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa tidak mendapat kebaikan di bulan ini niscaya tidak ada kebaikan baginya.”<br />
Sebagai insan yang lemah yang penuh dengan kesalahan dan dosa, tibanya bulan ramadhan merupakan momentum yang paling tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, merupakan kesempatan yang besar bagi kita untuk menghapus berbagai kesalahan, koreksi dan membenahi diri. Mari  mempersiapkan diri kita guna meraih sebanyak-banyaknya berkah dan kebaikan di bulan suci ini. Sembari tiada henti memanjatkan doa, merintih, memohon kepada Allah agar diberi kekuatan untuk menjalani bulan kesabaran ini dengan baik.<br />
<strong>Saudaraku seiman,.</strong><br />
Sungguh merugi diri ini jika Ramadhan berlalu tanpa memperoleh ampunan-Nya. Maka jangan sia-siakan kesempatan ini, jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa makna dan jangan biarkan ibadah puasa kita berlalu tanpa bekas. Target yang ingin kita capai adalah mendapatkan nilai-nilai keistimewaan dari bulan Ramadhan itu sendiri sebagai titik awal untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Persiapkan diri sebaik-baiknya. Tuntutlah ilmu yang berkaitan dengan shaum agar dapat melaksanakan ibadah di bulan ini sesuai dengan tuntunan sunnah nabi SAW. Ramadhan adalah tamu istimewa yang senantiasa di tunggu oleh kaum muslimin karena di dalamnya banyak sekali keutamaan di bandingkan dengan bulan-bulan lainnya.<br />
<a href="http://www.an-naba.com/?p=573"><strong>(Bersambung..)</strong></a></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fan-naba.com%2Frenungan-ramadhan%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://an-naba.com/renungan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SHALAT TARAWIH MENURUT TUNTUNAN  RASULULLAH SAW (2)</title>
		<link>http://an-naba.com/shalat-tarawih-menurut-tuntunan-rasulullah-saw-2/</link>
		<comments>http://an-naba.com/shalat-tarawih-menurut-tuntunan-rasulullah-saw-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 02:39:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Mimbar Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[berjamaah]]></category>
		<category><![CDATA[bulan suci]]></category>
		<category><![CDATA[contoh]]></category>
		<category><![CDATA[dalil]]></category>
		<category><![CDATA[hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah SAW]]></category>
		<category><![CDATA[rekaat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[tarawih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.an-naba.com/?p=474</guid>
		<description><![CDATA[Jumlah bilangan rekaat Shalat Tarawih yang dicontohkan Rasulullah SAW Ada khilaf atau perbedaan diantara pendapat para ulama tentang jumlah rekaat shalat tarawih yang didasarkan pada banyak hadits. Pendapat pertama yaitu pendapat yang menyatakan bahwa jumlah bilangan rekaat shalat tarawih berjumlah 11 rekaat adalah didasarkan pada hadits  yang diriwayatkan oleh Abi Salamah bin Abdir Rahman, bahwasanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div><!-- Wordbooker created FB tags --> <fb:like layout="standard" show_faces="true" action="recommend" font="arial" colorscheme="light"  href="http://an-naba.com/shalat-tarawih-menurut-tuntunan-rasulullah-saw-2/" width="250"></fb:like>
<div style="float:right;"></div>
</div>
<p><img class="alignnone" title="Shalat Tarawih" src="http://pustakanaba.wordpress.com/files/2009/07/200809191654221.jpg" alt="" width="400" height="319" /></p>
<ul>
<li><strong>Jumlah bilangan rekaat Shalat Tarawih yang dicontohkan Rasulullah SAW</strong></li>
</ul>
<p>Ada khilaf atau perbedaan diantara pendapat para ulama tentang jumlah rekaat shalat tarawih yang didasarkan pada banyak hadits. Pendapat pertama yaitu pendapat yang menyatakan bahwa jumlah bilangan rekaat shalat tarawih berjumlah 11 rekaat adalah didasarkan pada hadits  yang diriwayatkan oleh Abi Salamah bin Abdir Rahman, bahwasanya ia pernah bertanya kepada Aisyah Radhiallahu ‘anha tentang bagaimana shalat rasulullah SAW ketika bulan Ramadhan? Beliau menjawab “<em>Baik pada bulan Ramadhan maupun pada bulan-bulan yang lain beliau Rasulullah SAW tidak pernah shalat malam melebihi sebelas rekaat.</em>” (HR Imam Al Bukhari).</p>
<p>Pendapat yang kedua adalah pendapat yang menyatakan bahwa jumlah bilangan rekaat shalat tarawih adalah 23 rekaat. Hal ini didasarkan pada  riwayat dari Yazid bin Ruman beliau berkata “<em>Manusia menegakkan (shalat) tarawih di bulan Ramadhan pada masa ‘Umar bin Al-Khattab Radhiyallahu ‘anhu sebanyak 23 rekaat</em>. (HR. Imam Malik). Pendapat yang senada (pelaksanaan shalat tarawih 23 rekaat) dikuatkan berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abu Syaibah Ibrahim bin Utsman dari Hakam dari Miqsam dari dari Ibnu Abbas Radiyallahu’anhu “<em>Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wasallam shalat di bulan Ramadhan 20 rakaat dan witir</em>.” (HR. Ath-Thabrani).</p>
<p>Lantas bagimanakah sikap kita dalam menyikapi segala bentuk perbedaan tersebut dan pendapat manakah yang dapat dijadikan hujjah (pedoman) berdasarkan dalil-dalil yang shahih? Salah satu kuncinya dan yang paling selamat adalah dengan mengikuti As-Sunnah Rasulullah SAW</p>
<p><a href="http://www.an-naba.com/?p=504">(Bersambung..)</a><br />
<a href="http://www.an-naba.com/?p=465">Kembali ke artikel sebelumnya</a></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fan-naba.com%2Fshalat-tarawih-menurut-tuntunan-rasulullah-saw-2%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://an-naba.com/shalat-tarawih-menurut-tuntunan-rasulullah-saw-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SHALAT TARAWIH MENURUT TUNTUNAN  RASULULLAH SAW (1)</title>
		<link>http://an-naba.com/shalat-tarawih-menurut-tuntunan-rasulullah-saw-1/</link>
		<comments>http://an-naba.com/shalat-tarawih-menurut-tuntunan-rasulullah-saw-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 09:29:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Mimbar Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[bulan suci]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[shaum]]></category>
		<category><![CDATA[tarawih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.an-naba.com/?p=465</guid>
		<description><![CDATA[“Barangsiapa menegakkan Ramadhan dalam keadaan beriman dan mengharap balasan dari Allah ta’ala , niscaya diampuni dosa yang telah lalu.” (Muttafaqun ‘alaih) Ada apa dengan shalat tarawih kita???? &#60;p&#62;Orang yang memiliki ilmu tentang sunnah, pasti meyakini disyariatkan shalat malam berjamaah pada bulan Ramadhan yaitu shalat yang kita kenal dengan sebutan shalat tarawih. Para ulama telah berpendapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<div><!-- Wordbooker created FB tags --> <fb:like layout="standard" show_faces="true" action="recommend" font="arial" colorscheme="light"  href="http://an-naba.com/shalat-tarawih-menurut-tuntunan-rasulullah-saw-1/" width="250"></fb:like>
<div style="float:right;"></div>
</div>
<p><img class="alignnone" title="Tarawih..." src="http://iatt.depperin.go.id/slamet/images/phocagallery/arab/postcard/thumbs/phoca_thumb_l_shalat%20tarawih.jpg" alt="" width="553" height="364" /></p>
<p align="center"><em>“Barangsiapa menegakkan Ramadhan dalam keadaan beriman dan mengharap balasan dari Allah ta’ala , niscaya diampuni dosa yang telah lalu.” (Muttafaqun ‘alaih)</em><em></em></p>
<p><strong>Ada apa dengan shalat tarawih kita????</strong></p>
<p>&lt;p&gt;Orang yang memiliki ilmu tentang sunnah, pasti meyakini disyariatkan shalat malam berjamaah pada bulan Ramadhan yaitu shalat yang kita kenal dengan sebutan shalat tarawih. Para ulama telah berpendapat bahwa hukum shalat tarawih adalah mustahab (sunnah).&lt;/p&gt;</p>
<p>Meski sebenarnya shalat tarawih selalu dilakukan kaum muslimin setiap bulan ramadhan namun dalam kenyataannya pelaksanaan shalat tarawih mereka belum sejalan dengan tuntunan Rasulullah SAW. Kebanyakan mereka hanyalah melestarikan apa yang pernah dikerjakan oleh pendahulunya tanpa mengetahui dasar ilmunya. Padahal tak jarang pelaksanaan tarawih berselisih dengan apa yang menjadi tuntutan syariah.</p>
<p>Mana yang lebih utama shalat tarawih yang dilakukan secara berjamaah di masjid atau sendirian di rumah?? Sesungguhnya Rasululllah SAW telah menetapkan disyariatkannya shalat tarawih secara berjamaah. Hal tersebut sesuai hadits bahwa <em>“Suatu malam di bulan Ramadhan, Rasululllah SAW keluar dari rumah dan menyaksikan orang telah shalat di ujung masjid. Lantas beliau bertanya,”Sedang apa mereka? Seorang sahabat menjawab mereka adalah orang yang belum banyak menghafal Quran, sedang Ubay bin Ka’ab seorang Qari maka mereka shalat bermakmum kepadanya, kemudian beliau menanggapi “sungguh mereka telah berbuat kebaikan.”(HR. Baihaqi)</em></p>
<p>Shalat tarawih di bulan Ramadhan memiliki segudang keutamaan. Adapun penjelasan Nabi SAW tentang keutamaan shalat tarawih sesuai dengan sabda beliau SAW dalam penggalan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dzar Al-Gifari“ ..<em>Sesungguhnya barang siapa yang shalat malam bersama imam hingga selesai shalat, ia akan mendapatkan ganjaran shalat semalam suntuk</em>.” Masya Allah begitu besar keutamaan dan pahala yang kita peroleh andai saja kita mengikuti tuntunan Rasulullah SAW dalam menjalankan shalat tarawih. Yang tidak kalah pentingnya adalah berapakah jumlah bilangan reka’at yang dilakukan Rasulullah SAW ketika menjalankan sholat tarawih berdasarkan hadits-hadits yang shahih???</p>
<p><a href="http://www.an-naba.com/?p=474">Bersambung….</a></p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fan-naba.com%2Fshalat-tarawih-menurut-tuntunan-rasulullah-saw-1%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://an-naba.com/shalat-tarawih-menurut-tuntunan-rasulullah-saw-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

