DAJJAL

PARA NABI MEMPERINGATKAN KAUMNYA AKAN DAJJAL, PADAHAL DAJJAL ITU TIDAK KELUAR KECUALI DI AKHIR ZAMAN

Pertanyaan :
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Mengapa para Nabi mengingatkan kaum mereka akan Dajjal, padahal Dajjal itu hanya akan keluar di akhir zaman ?

Jawaban:

Fitnah terbesar yang terjadi di muka bumi sejak diciptakannya Adam sampai bangkitnya kiamat adalah fitnah Dajjal. Demikian dikatakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, tiada seorang Nabi-pun sejak Nuh sampai Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallamuhu kecuali masing-masing mengingatkan kaumnya akan Dajjal. Peringatan ini bertujuan memberitahu akan kedahsyatannya dan agar berhati-hati darinya.

Allah Maha Tahu bahwa Dajjal itu tidak akan keluar kecuali di akhir zaman, akan tetapi Allah memerintahkan para rasulNya agar mengingatkan kaumnya masing-masing akan Dajjal agar diketahui kedahsyatannya dan malapetaka yang dibawanya. Dalam suatu hadits yang shahih disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda.

“Artinya : Jika Dajjal itu keluar dan aku berada di tengah-tengah kalian, maka akulah yang akan mengatasinya dari kalian dan kalau tidak maka seseorang menjadi pembela bagi dirinya sendiri. Allah-lah khalifahku atas setiap muslim. Ya, sebaik-baik khalifah (pengganti, pembela atau penolong) adalah Rabb kita ‘Azza waJalla”.

Dajjal itu memang luar biasa dan fitnahnya merupakan fitnah yang paling dahsyat dan mengerikan yang pernah terjadi di dunia ini sejak diciptakannya Adam hingga bangkitnya kiamat. Karena itu wajar jika berta’awwudz dari fitnah Dajjal ini dikhususkan dalam shalat.

“Artinya : Aku berlindung kepada Allah dari adzab Jahannam dan adzab kubur dari fitnahnya hidup dan mati, serta dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal”

Nama Dajjal diambil dari kata ad-dajl yang artinya at-tamwith (pembohong dan pendusta), karena memang Dajjal adalah pembohong yang paling besar, serta yang paling banyak dan paling dahsyat dalam menipu.

APAKAH DAJJAL ITU BERASAL DARI BANI ADAM ?

Pertanyaan:
Apakah Dajjal itu berasal dari anak cucu Adam ?

Jawaban:
Dajjal memang berasal dari anak cucu Adam (manusia). Namun ada sebagian ulama yang mengatakan bahwa ia adalah syetan. Sebagian ulama lagi menyatakan bahwa ayahnya menusia dan ibunya jin. Pendapat-pendapat ini tidak benar. Yang jelas bahwa Dajjal adalah anak keturunan Adam dan dia butuh makan, minum dan lain-lain. Oleh karena itu Nabi Isa membunuhnya secara wajar sebagaimana membunuh manusia biasa.

YA’JUJ DAN MA’JUJ

Pertanyaan :
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Siapakah Ya’juj dan Ma’juj itu ?

Jawaban:
Ya’juj dan Ma’juj adalah dua umat dari Bani Adam yang telah ada sekarang.

Allah Ta’ala berfirman.

“Artinya : Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata : ‘Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka’. Dzulqarnain berkata : ‘Apa yang telah dikuasakan oleh Rabb-ku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi’. Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqarnain : ‘Tiuplah (api itu)’. Hingga apabila besi itu sudah mejadi (merah seperti) api, diapun berkata : ‘Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu’. Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya. Dzulqarnain berkata : ‘Ini (dinding) adalah rahmat dari Rabbku, maka apabila sudah datang janji Rabb-ku. Dia akan menjadikannya hancur luluh ; dan janji Rabb-ku itu adalah benar”. [Al-Kahfi : 93-98]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda : ‘Allah Ta’ala akan berfirman pada hari kiamat, ‘Hai Adam ! bangkitlah dan keluarlah seperti kobaran api dari anak cucumu, sampai akhirnya Nabi bersabda, ‘Berilah kabar gembira, sesungguhnya satu orang dari kalian dan dari Ya’juj dan Ma’juj seribu’. Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj termasuk tanda kiamat yang telah diketahui ciri-cirinya sejak zaman Nabi.

Dalam hadits Ummu Habibah Radhiyallahu ‘anha disebutkan bahwa Rasulullah pada suatu hari yang menegangkan keluar dari rumah dengan wajah memerah seraya berkata : “Laa ilaaha illallah! Celaka bagi orang Arab dari kejahatan telah dekatnya waktu terbukanya benteng Ya’juj dan Ma’juj seperti ini’. Sambil beliau mengepal ibu jarinya dengan jari-jarinya yang lain”.

[Disalin dari kitab Fatawa Anil Iman wa Arkaniha, yang di susun oleh Abu Muhammad Asyraf bin Abdul Maqshud, edisi Indonesia Soal-Jawab Masalah Iman dan Tauhid, Pustaka At-Tibyan]

VN:F [1.9.6_1107]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.6_1107]
Rating: +1 (from 1 vote)

admin posted at 2008-11-25 Category: Info Umum

Facebook comments:

Comments