Dengerin musik dan mainin alat musik itu bisa bikin bahagia nggak?

Nggak sedikit remaja yang nyangka bahwa kebahagiaan bisa diperoleh dengan main musik dan mendengar nyanyian. Banyak yang mengira bahwa orang yang paling bahagia adalah pemusik A dan penyanyi B!
Mungkin salah satu penyebabnya adalah waktu ketemu para penyanyi, salah seorang dari mereka bilang, “Aku sadar punya bakat dan suara merdu, lalu temen-temen mendorong ikut kontes nyanyi. Makin lama makin banyak yang suka, makin rame sambutan orang dan makin banyak yang telepon aku.”
Anak-anak muda yang denger lantas bilang, “Wah, pengen banget kalo aku bisa kayak penyanyi itu…” Mereka tertipu oleh gemerlap lampu, poster-poster dan senyuman-senyuman.
Buat mereka yang punya pikiran seperti di atas, di bawah ini kutipan dari beberapa pemusik yang sudah populer.
Salah seorang da’i bercerita, “Aku bertemu dengan salah seorang penyanyi. Aku heran melihat uban di kepalanya padahal usianya masih muda. Waktu kutanya, penyanyi itu menjawab, “Terus terang, aku sudah pergi ke dokter dan konsultasi. Kata mereka, kamu mengalami masalah psikologis, jiwa yang labil dan tidak tenang. Sepertinya kamu tidak puas dengan kondisi sekarang.” Kemudian penyanyi itu bilang, “Wahai Saudaraku, terus terang aku tidak puas jadi penyanyi, melontarkan kata-kata cinta di hadapan manusia, membuat mereka berdendang dan bertepuk tangan. Aku merasa diriku diciptakan untuk selain itu…”
Da’i itu pun berkata kepadanya, “Kamu belum merasa bahagia dengan prestasi selama ini, lalu kenapa bisa terjun ke dunia menyanyi?” Ia menjawab, “Ayahku –semoga Allah merahmatinya- telah menelantarkan aku. Dia tidak peduli padaku dan aku juga tidak pernah mendapat bimbingan darinya. Maka aku terjun ke dunia tarik suara. Hasilnya, aku dikelilingi teman, pergaulan baru, koneksi, dan ketenaran.” Kemudian si penyanyi berkata dengan suara sendu, “Kalau tahu sejak awal, tentu aku memilih dunia lain…”
Seorang penyanyi lain yang terkenal di wilayah teluk dan negara-negara Arab bicara blak-blakan sama wartawan surat kabar lokal, “Kalau keputusan ada di tanganku, aku akan tinggalkan dunia seni ini sejak dulu. Sudah sering aku pikirkan untuk berhenti total, dan secara pribadi aku tidak suka menyanyi.”
Waktu diwawancara Majalah Waafidah, “Aku sarankan mereka tidak terjun ke dunia tarik suara. Tidak mungkin kehidupan kita seluruhnya diisi dengan musik.”
Pernah denger nama Cat Stevens? Namanya berkibar di level internasional, piringan hitamnya laris terjual jutaan kopi, penggemarnya segudang, pers juga tidak henti-hentinya memberikan pujian di samping fotonya yang terpampang besar.
Tapi di suatu jumpa pers, Stevens bilang bahwa dia pernah menangis selama beberapa malam karena tekanan batin. Dia tahu, dunia tarik suara dan musik bukan jalan meraih ke¬bahagiaan. Maka ia mundur sepenuhnya. Kemudian Allah I membuka hatinya untuk jadi muslim, dengan nama baru Yusuf Islam. Yusuf Islam membuka sebuah sekolah Islam yang besar di Inggris. Mantan penyanyi itu sekarang seorang da’i terkenal yang membela agama Allah dan rasul-Nya.
Renungan akhir, para ulama telah menjelaskan bahwa nyanyian dan musik hanya kesenangan sementara, namun dapat merusak hati seorang mukmin dan menjauh-kannya dari Al-Qur’an. Oleh karena itu, mayoritas orang yang menggandrungi musik biasanya menjauhi Al-Qur’an dan sulit dinasihati. Para ulama menetapkan bahwa dalam hati orang beriman, senandung setan tak bisa bersatu dengan kalam Allah.

admin posted at 2009-2-26 Category: Info Umum