Jannah
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah memberitakan bahwa suatu masa nanti perbuatan fasik dan dosa, perilaku yang melalaikan dan membinasakan dilakukan dengan terang-terangan (dengan begitu biasa), sehingga orang yang teguh memegang ajaran agamanya laksana orang yang menggenggam bara api.

Saudaraku tercinta, jika Saudara merasa lapar di dunia ini, atau kekurangan, dirudung sedih, sakit, hakmu dirampas atau didzalimi, maka ingatlah dirimu akan kenikmatan, kenyamanan, kebahagiaan, kegembiraan, dan rasa aman, dan kekekalan di jannah-jannah yang penug dengan nikmat. Andaikata orang yang menginginkan selain nikmat-nikmat ini (maksudnya para penghamba dunia-pent) mau menanggalkan tirai kotoran dari hati dan tutup kebodohan dari mata mereka, niscaya akan terbisikkan pada diri mereka sendiri untuk mengejar kampung kekelalan dan nikmat-nikmatnya, bangunan-bangunan serta istananya. Mereka pasti mau mendengar, diam menyimak untaian kalam Ilahi yang menggambarkan nikmat-nikmat tersebut.
Sudahkah Saudaraku memperhatikan dengan seksama gambaran kehidupan penghuni jannah, bahwa mereka :
- Tidak sakit, tidak bersedih, senantiasa muda dan baju mereka tidak pernah usang.
- …
- Sempurna kebahagiaannya, besar kegembiraanya, semerbak wewangiannya dan elok pemandangannya.
- Puncak angan-angan ada di dalamnya.
Aku heran Saudaraku, betul-betul tidak habis pikir, sebagaimana orang lain takjub terhadap jannah. Bagaimana orang yang ingin menggapainya bisa tertidur lelap. Aku juga heran terhadap neraka, sebagaimana orang lain ingin lari darinya juga bisa tidur tenang.
Beramal baiklah, maka manusia akan berhak menempati jannah Allah Ta’ala dan berdekatan dengan-Nya. Hendaknya kita bersabar wahai Saudaraku, dan terus bersabar sampai dikatakan kepada kita
“Salaamun ‘alaikum bimaa shabartum. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar-Ra’du: 24)
Maraji : Bagai Menggenggam Bara Api terjemah Anta Ayyuhal Qaadim 'Alal Jamr karya Muhibbuddin Abi Shuhaib an-Nashiri al-Atsari penerbit At-Tibyan Solo
Tweet







masyaallah saya merinding membaca artikelnya..
Ya Allah apakah pantas hambamu yang hina ini mendambakan surga Mu yang penuh dengan kenikmatan..
Ya Allah sesungguhnya hambamu yg hina ini tidak sanggup dan takut akan siksa neraka Mu ya Allah..
Ya allah dengan rahmat Mu tuntunlah hambamu yang hina ini untuk senantiasa mengerjakan amal kebaikan.. amin Ya Robbal alamin.
masya Allah ana pengen masuk surga yang begitu indah dan gak da 2 nya didunia ini
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah memberitakan bahwa suatu masa nanti perbuatan fasik dan dosa, perilaku yang melalaikan dan membinasakan dilakukan dengan terang-terangan (dengan begitu biasa), sehingga orang yang teguh memegang ajaran agamanya laksana orang yang menggenggam bara api.
surga dipenuhi oleh hal-hal yang dibenci manusia, maka hanya orang-orang sabar dan kuat lah yang bisa memasukinya,
Jannah, memang mahal saudaraku, ya Allah izinkanlah aku masuk ke dalamnya…. ameen.