Kembalinya Seorang Hamba

Salah satu diantara rahmad Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-Nya adalah, Dia tidak menganggap dosa sebagai harga mati, tidak pula dianggap sebagai sesuatu yang apabila sekali melekat, selamanya tidak dapat dihapus. Namun rahmad Allah Subhanahu wa Ta’ala menganggap dosa bagaikan noda, manakala pelaku dosa tersebut berusaha membersihkannya, niscaya Dia akan menyucikannya. Konsep penyucian diri dari dosa dalam terminology Islam dinamakan ‘taubat’.

Manakala pelaku dosa telah menjalankan taubat, dan diterima taubatnya, maka dirinya akan kembali bersih dari segala dosa, fitrah bagaikan awal dari kelahirannya.

Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” (QS. An-Nur  31).

Adapun sekarang, kebanyakan manusia telah jauh dari dien-Nya, maka mereka menjadi hal yang biasa terhadap kemaksiatan dan akibatnya kerusakanpun merajalela, hingga tak seorangpun yang tidak terkotori oleh dosa-dosa kecuali orang yang dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala berjehendak untuk menyempurnakan cahaya-Nya, maka banyak di antara mereka yang bangkit dari kelalaian dan tidur lelapnya. Mereka menyadari keteledoran mereka dalam menunaikan hak-hak Allah, menyesal karena telah menyia-nyiakan hak Allah, kemudian mengarahkan kendalinya menuju cahaya taubat. Juga orang-orang yang bosan dengan kehidupan (dunia) yang penuh penderitaan dan kesempitan. Kemudian mereka mencari jalan untuk ke luar dari kegelapan menuju cahaya Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabb-mu dan bertaubat kepada-Nya” (QS. Hud: 3).

Berdasarkan ayat tersebut di atas, maka dapat diartikan bahwa taubat adalah kelanjutan dari istighfar. Para ulama menyebutkan syarat-syarat taubat berdasarkan ayat-ayat dan hadits-hadits, diantaranya adalah (1) Bersegera berhenti dari dosa, (2) Menyesal terhadap perbuatan dosa yang telah dikerjakan, (3) Bertekat untuk tidak mengulanginya, dan (4) Mengembalikan hak-hak orang yang dizhalimi atau meminta untuk dibebaskan darinya.

Memang manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Namun manusia yang terbaik bukanlah manusia yang tidak pernah melakukan dosa sama sekali, akan tetapi manusia yang terbaik adalah manusia yang ketika dia berbuat kesalahan dia langsung bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benar taubat. Bukan sekedar tobat sesaat yang diiringi niat hati untuk mengulang dosa kembali.

Taubat tidaklah ada tanpa didahului oleh penyesalan terhadap dosa yang dikerjakan. Barang siapa yang tidak menyesal maka menunjukkan bahwa ia senang dengan perbuatan tersebut dan menjadi indikasi bahwa ia akan terus menerus melakukannya. Akankah kita percaya bahwa seseorang itu bertaubat sementara dia dengan ridho masih terus melakukan perbuatan dosa tersebut? Hendaklah ia membangun tekad yang kuat di atas keikhlasan, kesungguhan niat serta tidak main-main.

Di antara kita pernah berbuat kesalahan terhadap diri sendiri sebagaimana terhadap keluarga dan kerabat bahkan terhadap Allah. Dengan segala rahmatnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan jalan kembali kepada ketaatan, ampunan dan rahmat-Nya dengan sifat-sifat-Nya yang Maha Penyayang dan Maha Penerima Taubat, seperti diterangkan dalam firman-Nya “Dan Akulah yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS.  Al Baqarah: 160).

Taubat dari segala kesalahan tidaklah membuat seorang terhina di hadapan Tuhannya. Hal itu justru akan menambah kecintaan dan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya karena sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala sangat mencintai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri. Sebagaimana firman-Nya, “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222).

Taubat dalam Islam tidak mengenal perantara, bahkan pintunya selalu terbuka luas tanpa penghalang dan batas. Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu menbentangkan tangan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya. Seperti terungkap dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu musa Al-Asy`ari: “Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat kesalahan pada malam hari sampai matahari terbit dari barat.”

Merugilah orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan membiarkan dirinya terus-menerus melampai batas. Padahal, pintu taubat selalu terbuka dan sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuni dosa-dosa semuanya karena sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang. Tepatlah kiranya firman-Nya :

Bersegaralah kepada ampunan dari tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampunan terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali Imran: 133)

Begitu pula dalam hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berikut :

Ada seorang hamba yang berbuat dosa lalu dia mengatakan ‘Allahummagfirliy dzanbiy’ [Ya Allah, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa. Beramallah sesukamu, sungguh engkau telah diampuni.” [HR. Muslim].

An Nawawi dalam Syarh Muslim mengatakan bahwa yang dimaksudkan dengan ‘beramallah sesukamu’ adalah selama engkau berbuat dosa lalu bertaubat, maka Allah akan mengampunimu. Namun jangan menafikan syarat-syarat taubat, sebagaimana dikemukankan para ulama tersebut di atas.

Wallahu a’lam bisshawab

_________________

Taubat Jalan Pintas Menebus Dosa“, penulis Muhammad bin Shalin Al-Munajjid, diterbitkan oleh Pustaka At-Tibyan, Solo.
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: 10.0/10 (8 votes cast)
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: +6 (from 8 votes)
Kembalinya Seorang Hamba10.0108
Admin posted at 2010-4-19 Category: Mimbar Ilmu
Comments
  • zulkifli

    ALHAMDULILLAH ANA SUDAH TAUBAT DARI DOSA2 BESAR YG SELAMA INI ANA LAKUKAN ATAUPUN DOSA2 KECIL YG SENGAJA ATAU TDK SENGAJA ANA LAKUKAN,SEMOGA ALLAH SUBHANAHU WATAA’LA MENJADIKAN ANA ISTIQOMAH U/TDK MENGULANG DOSA2 BESAR ATAU KECIL LAGI…AMIN

    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: +2 (from 2 votes)
  • emi

    Allahummagfirliy dzanbiy’ [Ya Allah, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya),

    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 4.5/5 (4 votes cast)
    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: +5 (from 5 votes)
  • goopray

    Subhanalloh….itu lah kehidupan di dunia…ada waktu dikala jatuh dalam kemaksiatan dan dosa…dan ada waktu tuk kembali kejalan yang benar..kembali ke jalan ampunan Alloh dengan sebenar-benarnya…!!
    Dari waktu lahir kehidupan…. dari waktu seseorang dibekap kerugiaan…
    dan dari waktu berkelindan antara kemapanan dan kemalangan.
    “waktu ibarat sebilah pedang; ia bisa menyebabkan kematian…di saat yang lain, ia pun bisa memberi banyak hal.
    Sungguh beruntung mereka yang bisa menjadikan waktunya selalu lebih baik dari waktu-waktu sebelumnya….Waktu yang berlalu tidak mungkin kembali…..dan waktu yang akan datang tidak mungkin ditahan…dan kita gunakan sisa waktu kita dengan amalan2 yg tebaik…

    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: +2 (from 2 votes)
  • Assalamu’alaikum WR WB …

    Segala puja dan puji hanya milik Allah SWT yang menguasai sepenuhnya atas langit dan bumi serta seisi alam semesta. Tiada tuhan selain Allah yang maha pengampun dan penyayang.

    Dalam kesempatan ini, saya tidak banyak memberikan comment. Namun saya sadari, setelah saya membaca artikel seperti tersebut diatas, “Kembalinya seorang hamba” … dada saya terasa sesak menahan gojolak hati yang sulit saya utarakan dengan kata – kata, melainkan dengan airmata. Subhanallah … hanya Dia yang maha melihat dan mengetahui segala sesuatunya.

    Kata “taubat” hakekatnya hanya bisa diucapkan dirasakan antara hamba dan Rabbnya. Siapapun tidak akan mengetahui bagaimana perasaan ketika kita memanjatkan pengharapan semata – mata kepada Allah, ampunanNya. Apakah di terima atau tidak taubatnya itu. Kembali ke “hati” kita masing – masing. Yang terpenting, sejauh mana keikhlasan serta ketulusan kita untuk memohon “ampunan” kepada Allah SWT, sehingga di usahakan perbuatan – perbuatan dosa yang serupa (tapi tak sama) di usahakan dapat dihindari.

    Demikian comment saya, semoga ada mamfaatnya bagi hamba – hamba Allah lainnya yang ingin kembali ke “fitrah”nya seorang hamba … “MENGABDI” hanya kepada Allah, tiada tuhan selain Dia. Mari kita bersama – sama selalu mengingatNya baik suka dan duka, memanjatkan puja dan puji hanya untukNya … agar Allah memberikan pertolongan dan perlindungan dengan rahmat dan hidayahNya. Sehingga kita bisa terhindar dari segala “perangkap – perangkap kesesatan, tipu daya jin dan manusia” hingga akhirnya kita bisa sampai ke “tujuan” dengan selamat.

    Wassalamu’alaikum WR WB
    hormat sy,

    ra

    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  • ahmad thoifin

    Allohuakbar. Ketika iman sedang dalam posisinya kita merasa terjaga olehnya. tetapi ketika iman sedang kendur maksiat sering kita lakukan. maka dikala iman kita turun dan kita berbuat maksiat cepatlah beristihfar dan bertoubat. karena kita tak lepas dari salah dan khilaf.

    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 4.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  • Refi

    Alhamdulillah, semoga artikel ini mengingatkan kita lagi akan dosa2 yg senantiasa kita perbuat untuk memohon ampun dan bertaubat kepada Allah Azza wa Jalla. Syukran

    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  • DiLLa

    Sebenerna gmn cie kita bisa tau taubat kita di terima atau tidak sm Allah,
    kalau taubat yg di terima&d ampuni Allah tu ciri-cirinya seperti apa sih…!
    apakah dgn taubatan nasuha dan tidak mengulanginya lagi tu sudah cukup….tp kayana ga semudah itu deh……………………………..

    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  • admin

    Saudaraku Dila, ini ciri-ciri taubat yang di terima Allah menurut Imam Ghozali:

    1. dirinya jauh dan terhindar dari maksiat
    2. ia merasakan hatinya selalu bergembira dan rasanya Allah begitu dekat dengannya
    3. dekat dengan orang-orang yang sholeh dan jauh dari ahli maksiat
    4. ia merasa puas mendapatkan segi dunia meski sedikit,sebaliknya ia merasa kurang walaupun dia telah melakukan banyak amalan akhirat.
    5. ia menyibukkan hatinya dengan sesuatu yang diwajibkan Allah
    6. ia menjaga lisannya,selalu tafakur,dan selalu menyesali dosa-dosa yang pernah dikerjakan.

    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  • sarwono alriyanto

    RosuluLLOH shollollohu’alaihi wasallam brsbda,”S’sungguhnya ada seorg yg diangkat derajatnya di surga. Lalu dia brtanya,’bagaimana aku bisa m’dpt ini? dikatakan kpdnya, ini disebabkan istighfar anakmu kpd ALLOH Ta’ala utkmu.”[HR.Ahmad;Ibnu Majah dlm shohih Ibnu Majah, dr sohabat Abu Hurairoh rodhiaLLOHUanhu] Smoga ALLOH Ta’ala m’jadikan diri-diri kita slalu ingat dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan yg diperbuat serta slalu bertobat, aamiin..

    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  • luluk

    trimakasih…
    artikelnya bagus sekali…!!!!

    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  • abu raihan

    buku bagus

    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  • Ya Allah…
    Bimbinglah hambaMu ini, agar selalu di jalanmu…
    dan terimalah taubat kami….
    Amiin…

    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  • taufik akbar

    semoga bermanfaat

    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  • surya

    Ya Allah…..ampunilah dosa2ku…..
    Semoga Engkau terima taubaku….
    karna dr dalam hati, hamba sangat niat untuk bertaubat
    dan mendapatkan bimbinganMU…..
    Apakah org yg telah berbuat dosa….
    akan diingat terus keburukan oleh org lain????
    Apakah tidak ada hak buat org yg bertaubat mendapatkan kebahagiaan?????

    Mohon comment nya….semoga bermanfaat buat saya dan temen2 yg lain. Amin

    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  • artikelnya ada yang baru ga’kemarin sudah di baca

    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 0 (from 0 votes)
Leave a Comment

Threaded commenting powered by Spectacu.la code.