Mengapa Do’aku tak Terkabul?


Agama kita mengajarkan kita agar sentiasa berdoa kepada Allah. Allah memiliki segalanya. Setiap sesuatu terjadi atas izin dan kehendakNya. Maka kita dianjurkan agar meminta kepada Allah segala sesuatu yang baik, untuk kehidupan kita di dunia ini dan kehidupan kita di akhirat kelak. Hanya orang-orang yang sombong yang tidak mau dan malas berdoa, meminta kepada Allah. Doa bukanlah bermaksud kita meminta sesuatu dan kemudian duduk memeluk tubuh tanpa melakukan sesuatu apa pun. Akan tetapi doa mestilah disertai dengan usaha.
Ketika Anda mengajukan permintaan kepada Allah, seringkali kita dibayangi pertanyaan kapan doa kita dikabulkan? Ini wajar dan manusiawi, serta banyak sekali terjadi. Ketika Anda meminta kepada-Nya, meminta apapun, bisa jadi Anda memang akan diminta untuk menunggu. Ini merupakan satu ketetapan Allah, bahwa Dia-lah yang memiliki hak sepenuhnya untuk memutuskan kapannya keinginan Anda tersebut terkabul.
“Berdoalah kepadaKu, maka akan Aku kabulkan doamu” (Q.S Al-Mu’min: 60). Cuplikan ayat suci ini sudah menunjukkan pada kita, bahwa setiap doa atau permintaan manusia pasti akan dikabulkan Allah. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah; kenapa banyak orang merasa doa permintaannya ke Allah selalu gagal? Banyak orang berdoa minta kekayaan, tapi kemiskinan yang didapat. Minta kesehatan, tetapi malah mereka sakit-sakitan. Minta kesuksesan, tapi malah gagal terus menerus.

“Mengapa do’aku tak terkabul?” Pernyataan inilah yang pernah dilontarkan kepada Ibrahim bin Adam. Lantas beliau menjawab, “Karena hati kalian telah mati.”
Lalu ditanyakan lagi, “Apa yang bisa mematikannya?” Beliau menjawab, “Ada delapan hal, diantaranya: Kalian mengetahui hak Allah tetapi kalian tidak melaksanakan hak-Nya. Kalian membaca Al-Qur’an tetapi kalian tidak mengamalkan hukum-Nya. Kalian mengatakan cinta Rasulullah tetapi kalian tidak mengamalkan sunahnya. Kalian mengatakan takut mati tetapi kalian tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Kalian mengakui bahwa syetan itu musuh, tetapi kalian mematuhi dia. Kalian selalu berdoa supaya terhindar dari api neraka tapi kalian lemparkan dirimu sendiri ke dalamnya. Kalian ingin memasuki Syurga tapi kalian tidak melakukan amal soleh. Kalian sibuk memikirkan kesalahan dan keburukan orang lain sedangkan keburukan dan kesalahan sendiri tidak pernah kalian hiraukan. Kalian merasakan kenikmatan yang diberikan Allah tetapi kalian tidak bersyukur dengan mematuhi segala perintah Allah. Kalian menguburkan jenazah orang lain tapi tidak menginsafi diri kamu sendiri bahwa kelak kamlian juga akan dikuburkan. Maka bagaimamna mungkin Dia mengabulkan doa kalian?”

Itulah diantara sebab-sebab mengapa do’a kita tak terkabulkan oleh Allah. Padahal kita sangat mengharapkan do’a kita terkabulkan oleh Allah, dan permintaan kita segera dijawab oleh-Nya. Lantas apa yang harus kita perbuat, dan bagaimna solusinya?
Buku berjudul “Mengapa Do’aku tak Terkabul?” yang ditulis oleh Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthaani insya’allah bisa menjadi referensi..

VN:F [1.8.8_1072]
Rating: 9.8/10 (9 votes cast)
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: +8 (from 8 votes)
Mengapa Do’aku tak Terkabul?9.8109
ardi posted at 2010-2-28 Category: Mimbar Ilmu
Comments
  • Irvan

    “Mengapa do’aku tak terkabul” adalah sebuah buku yang patut dibaca oleh kaum muslimin karena begitu banyak do’a yang dipanjatkan oleh kaum muslimin indonesia,tiap saat,tiap waktu,tapi knapa musibah,bencana datang silih berganti?ini berarti ada yang salah dari diri kaum muslimin.STMJ (Sholat Terus Maksiat Jalan),ini juga yang akan menghambat do’a untuk dikabulkan Allah.marilah kita benahi diri kita,berupaya untuk menjadikan sholat kita sebagai pencegah dari perbuatan maksiat.

    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  • vira

    Ass wr wb

    Informasi yg sangat bagus, mmg kadang2 bahkan sering kita merasa doa yg kita panjatkan belum juga terkabul sehingga menimbulkan rasa putus asa …. padahal itulah yang Allah berikan (pasti yang terbaik untuk kita)

    Semoga Allah selalu memberikan kekuatan dan perlindunganNYa untuk kita semua, amin

    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  • Alfiy

    mudah-mudahan Allah senantiasa membimbing kita untuk terus istiqomah di jalanNya, terus mawas diri untuk mempersiapkan kehidupan di Sana, hidup memang perjuangan, dengan mendekat terus padaNya, semoga keinginan & doa kita terkabul…. amiien..

    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  • akbar

    Jazakallah khayr

    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  • akhiwiedz

    Subhanalloh… izin untuk copy pasti buat saudara2 ane.

    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: +2 (from 2 votes)
  • Adhe Muhammad

    Jazakallah khairan

    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 5.0/5 (2 votes cast)
    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: +2 (from 2 votes)
  • Shandy Ibnu Ustman

    artikel yang sangat bagus,tapi ada satu yang menyebabkan doa kita tak terkabul yaitu melakukan hal yang haram,nah artikel yang bagus ini sangat sayang karena ada gambar manusia yang sebenarnya tidak layak muat,bukankah rasulullah melarang kita menggambar makhluk bernyawa,semoga kedepannya lebih hati-hati dalam menempatkan ilustrasi,jazakallahu khair atas artikelnya

    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  • abu zahra

    Artikelnya bagus…tapi dalam gambar tersebut dalam berdo’a dengan membawa tasbih dan menadahkan tangan adakahnya contohnya dari Rashulullah Shallallahu ‘Aalaihi wa Sallam?

    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  • admin

    @ Abu Zahra, tidak ada contohnya untuk menggunakan tasbih dan menengadahkan tangan, itu hanya gambar untuk ilustrasi saja. Memang sebaiknya diganti dengan gambar lain yang lebih aman :) Jazakallah khair atas koreksinya.

    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  • heru

    Selakan akhiwiedz

    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: +2 (from 2 votes)
  • admin

    Ting… gambarnya diganti deh :)

    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  • ummu abdillah

    Gambarnya sudah diganti dengan yang lebih bagus.
    Jazakumulloh khoiron. Izin copy ya

    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  • muslimah_5

    Subhanallah, terima kasih artikelnya.. izin copas ya..

    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  • admin

    Silakah Ukhti, semoga bermanfaat

    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  • mazdiek

    mhn utk sy copy paste bwt sodara2 yg laen….smg manfaat….
    jazaakillah…

    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  • putra

    Al hamdullilah artikel yang sangat bagus untuk menyadari diri kita.Ana ijin copy artikel.

    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.8.8_1072]
    Rating: 0 (from 0 votes)
Leave a Comment

Threaded commenting powered by Spectacu.la code.