Nikmat? Harus Bagaimana?

Cara menyikapi nikmat adalah dengan bersyukur kepada yang telah memberikan nikmat tersebut, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Al-Qurthubi menyebutkan beberapa ibarat para ulama tentang makna syukur. Diantaranya: Syukur adalah bersungguh-sungguh melakukan ketaatan disertai menjauhi perbuatan maksiat saat sendiri maupun di tengah keramaian. Dikatakan bahwa syukur ialah mengakui kekurangan dalam berterima kasih terhadap orang yang telah memberi nikmat.

Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Bekerjalah hai keluarga Dawud untuk bersyukur (kepada Allah).” (QS. Saba’: 13).

Nabi Dawud ‘alaihi salam berkata, “Bagaimana aku bersyukur kepada-Mu ya Allah? Sementara syukur itu sendiri adalah anugerah dari-Mu?

Maka dikatakan, “Sungguh sekaranglah engkau telah mengenal-Ku dan telah bersyukur kepada-Ku.”

Dikatakan: Syukur adalah tidak bermaksiat kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan nikmat-nikmat-Nya.

Dikatakan: Syukur adalah tawadhu’, menjaga kebaikan-kebaikan, melawan nafsu syahwat, bersungguh-sungguh mengerjakan ketaatan dan senantiasa merasakan pengawasan dari Al-Jabbar penguasa langit dan bumi.”

Syukur ditegakkan atas tiga rukun:

Pertama: Syukur hati.

Menggambarkan nikmat dan selalu merasakan karunia Allah I, kemahamurahan dan anugerah-Nya. Serta menerjemahkan perasaan tersebut menjadi perasaan cinta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kitab suci-Nya dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Mengikat hati dan anggota tubuh dengan Allah yang telah mengurusnya dan melebihkannya dari makhluk-makhluk-Nya yang lain, yang telah memberikan karunia yang besar kepada mereka.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.” (QS. Luqman: 20).

Kedua: Syukur lisan.

Pujian kepada yang telah memberikan nikmat, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Serta menyebut-nyebut nikmat-nikmat Allah dan karunia-Nya yang tiada terhitung dan tiada terhingga. Rukun ini ibarat wasilah yang mengantarkan seseorang untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari dalam hatinya. Syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui lisan adalah suatu yang harus dilakukan. Guna menjelaskan keadaannya kepada orang lain serta pujian dan sanjungan untuk yang telah mencurahkan nikmat dan karunia kepadanya, tanpa daya dan upaya darinya dan dari siapapun selainnya. Dia-lah Allah satu-satunya Dzat yang Maha Pemberi karunia. Dan usaha manusia hanyalah sebab untuk memperoleh nikmat-nikmat tersebut, bukanlah berasal dari usahanya. Agar manusia tidak jatuh pada apa yang dialami Karun ketika ia berkata:

“Karun berkata, “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. (QS. Al-Qashash: 78).

Ketiga: Syukur seluruh anggota badan.

Membalas nikmat dengan balasan yang setimpal. Ini merupakan jenis syukur yang paling agung dan paling benar. Yaitu pujian dan syukur yang terdetak dalam hati, diucapkan oleh lisan dan dituangkan dalam kenyataan. Dan sebagian besar perkara agama apabila tidak diwujudkan menjadi praktik nyata tidaklah dianggap mempunyai nilai dalam timbangan syariat. Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an yang menggandengkan antara iman dengan amal shalih atau sifat-sifat lain yang harus dimiliki. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-’Ashr: 1-3).

Dikutip dari sini

VN:F [1.9.6_1107]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.6_1107]
Rating: 0 (from 0 votes)

admin posted at 2008-11-25 Category: Ibadah, Info Umum, Mimbar Ilmu

Facebook comments:

Comments
  • putri April 18, 2010 at 12:45 pm

    syukran,,,

    VA:F [1.9.6_1107]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.6_1107]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  • Threaded commenting powered by Spectacu.la code.