Optimization in Gaining the Reward (Bag. 2)

Cara keenam: Berkeinginan untuk menunjukkan orang lain.

Berdakwah (mengajak manusia) kepada agama Allah me­rupakan ibadah paling agung yang mendekatkan manusia kepada Allah, karena ini adalah tugas para Nabi dan Rasul—sebab berdakwah dan memberi petunjuk kepada manusia adalah jalan yang mengantarkan untuk meraih pahala dan kebaikan yang besar—sebagaimana sabda Rasulullah:

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ

“Barangsiapa menyerukan kepada petunjuk, maka ia mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengikutinya….” (HR. Muslim).

Jika Anda menunjukkan seseorang kepada agama Allah kemudian ia beristiqamah, maka Anda mendapatkan seperti shalat, tasbih dan semua amal shalihnya tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun. Kemudian, jika ia menyeru banyak orang lalu mereka bertaubat, maka Anda mendapatkan seperti pahala mereka walaupun Anda berada dalam kubur Anda. Begitulah, dituliskan untuk Anda pahala banyak orang. Seakan-akan Anda dikaruniai umur yang panjang. Dan, orang yang menunjukkan kepada kebajikan adalah seperti orang yang melakukannya.

Letakkanlah seseorang di pelupuk mata Anda dan serulah ia kepada agama Allah. Jika Anda ikhlas dalam mendakwahinya dan Allah memberi taufik kepada Anda, maka Anda mendapatkan seperti pahala perbuatannya hingga hari kiamat.

Tidakkah Anda menyadari, saudaraku semuslim, bahwa lahan dakwah ilallah dan menunjukkan orang lain adalah lahan paling besar dan paling subur yang memungkinkan Anda meraih pahala dari Allah.

→ Cara ketujuh: Memanfaatkan satu waktu untuk ibadah lebih dari satu.

Seni meraih pahala dalam satu waktu untuk melakukan lebih dari satu ibadah, tidak diketahui kecuali oleh orang yang memiliki kemauan akhirat dan menginginkan kebaikan yang disediakan Allah di surga. Teladan mereka di bidang ini adalah Rasulullah. Dari Ibnu Umar, ia mengatakan, “Sesungguhnya kami benar-benar menghitung Rasulullah dalam satu majelis membaca:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

“Wahai Rabbku, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Mene­rima taubat lagi Maha Pengampun.” sebanyak seratus kali.” (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi).

Perhatikanlah, saudaraku, bagaimana al-Mushthafa (Rasulullah) memanfaatkan satu waktu untuk dua ibadah, yaitu:

–     Dzikrullah dan istighfar.

–     Duduk bersama para sahabat dan mengajarkan kepada mereka tentang urusan agama mereka, dan mendengarkan permasalahan yang mereka hadapai.

Contoh praktis dari cara ini: Jika seseorang pergi ke masjid dengan berjalan kaki, maka pergi ini dan langkah-langkah itu adalah ibadah itu sendiri yang karenanya hamba diberi pahala. Tetapi ia bisa juga memanfaatkan waktu ini untuk memperbanyak dzikrullah atau membaca al-Qur`an dengan hafalan. Ketika itulah ia memanfaatkan satu waktu untuk lebih dari satu ibadah.

→ Cara kedelapan: Memasukkan perasaan kepada orang-orang di sekeliling Anda bahwa Anda sangat berkeinginan untuk melakukan kebajikan.

Mengapa memasukkan perasaan ini?

1.   Agar ia menjadi teladan yang baik bagi yang lainnya lalu ia melakukan sebagaimana yang dilakukannya. Dengan demikian, ia men­dapatkan pahala karenanya. Barangsiapa merintis dalam Islam sunnah yang baik, maka ia mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya sesudahnya.

2.   Agar itu menjadi tanda kebaikan yang dengannya ia dikenal—jika ia orang yang berharta misalnya, dan ia senantiasa berderma di jalan kebajikan, maka ini adalah tanda bagi banyak manusia karena ia mengabarkan tentang proyek-proyek kebajikan.—sehingga ini sebagai ladang baginya untuk mengais pahala. Tetapi semua ini harus dilakukan secara ikhlas karena Allah dan mencari ridhaNya.

→ Cara kesembilan: Amalan-amalan yang memiliki pahala berlipat ganda.

Di antara cara untuk mendapat pahala sebanyak mungkin dalam waktu paling singkat, ialah mela­kukan amalan-amalan yang memiliki pahala berlipat ganda. Di antara amalan-amalan yang memiliki pahala berlipat ganda adalah:

1.   Shalat di al-Haramain.

2.   Memelihara shalat berjamaah di masjid.

3.   Melakukan adab-adab Jum’at, di antaranya:

– Mandi

– Bersegera ke masjid.

– Berjalan ke masjid.

– Dekat dengan imam.

– Mendengar khatib dan tidak berbuat sia-sia.

Barangsiapa melakukan adab-adab ini, maka ia mendapatkan dengan tiap-tiap langkah amalan satu tahun: pahala puasa dan qiyamnya, sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, dan ini hadits shahih.

4.   Menghadiri pengajian dan ceramah di masjid

Kehadiran Anda dalam setiap pengajian dan ceramah yang diadakan di masjid menye­babkan Anda mendapatkan pahala haji secara sempurna. Diriwa­yatkan dari Abu Umamah, dari Nabi, beliau bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُرِيدُ إِلَّا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Barangsiapa pergi ke masjid, ia tidak meniatkan kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka ia mendapatkan seperti pahala haji yang sempurna hajinya.” (HR. Ath-Thabrani dengan sanad la ba’sa bih [tidak mengapa]).

5.   Umrah di bulan Ramadhan.

6.   Shalat di masjid Quba’.

7.   Memberi buka orang yang berpuasa.

8.   Melaksanakan Qiyamul Lail pada saat Lailatul Qadar.

9.   Melakukan amal shalih di sepuluh hari Dzul Hijjah.

10. Dzikir mudha’af, yaitu:

سُبْحَانَ اللّٰهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةِ عَرْشِهِ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

“Mahasuci Allah dan segala puji bagiNya seba­nyak jumlah makhlukNya, keridhaan diriNya, perhiasan ArsyNya, dan tinta kalimatNya.”

11. Memohonkan ampunan untuk kaum mukmin. Beliau bersabda:

مَنِ اسْتَغْفَرَ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَلِلْمُؤْمِنَاتِ كَتَبَ اللّٰهُ لَهُ بِكُلِّ مُؤْمِنٍ وَمُؤْمِنَةٍ حَسَنَةٌ

“Barangsiapa memohonkan ampunan untuk kaum mukmin laki-laki dan perempuan, maka Allah mencatat untuknya dengan tiap-tiap mukmin dan mukminah satu kebajikan.” (HR. Ath-Thabrani, dan dihasankan al-Albani).

→ Cara kesepuluh: Memanfaatkan momentum-momentum utama dalam setiap pekan.

Di antara rahmat Allah kepada para hambaNya ialah Dia menjadikan untuk mereka dalam sepekan waktu-waktu utama yang memiliki keistimewaan yang tidak terdapat pada waktu-waktu lainnya.

Di antara momentum utama yang terpenting dalam setiap pekan adalah:

1.   Puasa hari Senin dan Kamis.

2.   Hari Jum’at—hari ini dimanfaatkan untuk perkara-perkara berikut:

a. Membaca al-Qur`an.

b. Memperbanyak shalawat pada Nabi.

c. Mandi pada hari Jum’at.

d. Memakai minyak wangi dan bersiwak.

e. Bersungguh-sungguh dalam berdoa agar bisa menepati waktu saat terkabulnya doa.

f.  Bersegera pergi dengan berjalan kaki ke tempat pelaksanaan shalat Jum’at.

admin posted at 2010-7-26 Category: Ibadah

14 Responses Leave a comment

  1. #1junedi @ 2010-7-26 16:04

    .jazakallahu dah mengingatkan .

  2. #2ummu abdurrahman @ 2010-7-26 17:22

    jazakalloh artikelnya,semoga hati tak lepas dari dzikrulloh

  3. #3Akhi Abdul @ 2010-7-26 19:00

    Jazakumullah ya akhi … semoga kita diberi ke istiqomahan untuk melaksanakannya dengan baik dan benar.

  4. #4Abu Syakira @ 2010-7-27 08:37

    syuqron baraqallahu fiq.

  5. #5Abdul Rozak @ 2010-7-28 11:08

    Sukron Jazakumullah Khair
    Terima kasih banyak atas petunjuk yang sangat berharga ini, hal ini menjadi motifasi aktifitas ana sehari2. mudah-mudahan dapat ana praktekkan.

  6. #6syauky @ 2010-7-28 14:10

    sy7ukran… nice…. atas artikelnya….

  7. #7abu hanafi @ 2010-7-29 20:53

    Jazakallahu khair ahsana jaza atas artikelnya…

  8. #8Abu Sabila Heri Suprapto @ 2010-7-31 01:21

    Jazaakallahukhairan atas artikelnya ya, semoga Allah selalu memberikan kita kekuatan untuk menjalankan ibadah kepadaNya dengan benar. syukron. Afwan jiddan ya AnNaba karena suatu hal dan keadaan, nanti kalau kirim artikel lagi ke alamat e_mail ini aja ya: h_suprapto73@yahoo.com . Afwan ngerepotin

  9. #9abu husain mu'awiyah milhan insani @ 2010-8-3 20:51

    izin share ke FB saya

  10. #10desmanora @ 2010-8-4 17:18

    Sukrn jzklh…

  11. admin @ 2010-8-9 08:41

    Tafadhol akhi…

  12. #11Muhamad muhaimin @ 2010-8-10 21:30

    Jazakallah sudah mengirimkan artikelnya ke email ane, inilah yang perlu kita cari tahu dengan umur kita yang tak lama kita perlu tahu amalan yang berlipat ganda sehingga dapat mengoptimalkan masa hidup kita,terus berkarya pada annaba online tuk buat artikel yang bagus

  13. #12Dedy Kusnaedi @ 2010-8-19 12:38

    Jazaakallahukhairan atas kiriman artikel-artikelnya.

  14. #13Abu Alvinaa @ 2010-8-26 16:56

    syukron atas krmn artikelnya.. smg menjadi bertambah terus wawasan ana dgn krmn artikelnya syukron wa jazakallahu khoiron..