Bagian (1) klik di sini
Demi merealisasikan cita-cita yang didambakan dan harapan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diutarakan di sisi Ka‘bah yang agung tersebut, beliau amat gigih dalam usahanya mencari ilmu. Maka beliau mendatangi dan menimbanya dari sisa-sisa para sahabat Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Sallam yang masih hidup.
Beliau mendatangi rumah demi rumah mereka, shalat di belakang mereka, menghadiri majelis-majelis mereka. Beliau meriwayatkan hadits dari Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf, Zaid bin Tsabit, Abu Ayyub Al-Anshari, Usamah bin Zaid, Sa‘id bin Zaid, Abu Hurairah, Abdullah bin Abbas, Nu‘man bin Basyir dan banyak pula mengambil dari bibinya Aisyah Ummul Mukminin. Pada gilirannya nanti, beliau berhasil menjadi satu di antara fuqaha’ sab’ah (tujuh ahli fikih) Madinah yang menjadi sandaran kaum muslimin dalam urusan agama.
Para pemimpin yang shalih banyak meminta pertimbangan kepada beliau baik tentang urusan ibadah maupun negara karena kelebihan yang Allah berikan kepada beliau. Sebagai contohnya adalah Umar bin Abdul Aziz. Ketika beliau diangkat sebagai gubernur di Madinah pada masa Al-Walid bin Abdul Malik, orang-orangpun berdatangan untuk memberikan ucapan selamat kepada beliau. More »


Ada dua amalan yang semestinya dilakukan setelah berhenti dari dosa, yaitu:
Berdoa adalah lambang rasa rendah diri dan ketidakberdayaan manusia di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang dapat menumbuhkan perasaan ubudiyah (penghambaan) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sabar merupakan salah satu sifat yang menyebabkan pelakunya masuk ke dalam surga. Sabar merupakan suatu amalan yang akan mengangkat pelakunya ke derajat dan tingkatan yang tinggi di dalam surga. Sabar terbagi manjadi dua yaitu sabar dalam menjalankan ketetapan syari’at dan sabar dalam menghadapi musibah. Sabar dalam menjalankan syari’at maksudnya adalah mengurung hawa nafsu dalam menjalankan ketetapan kepada Allah dan menahannya dari maksiat kepada Allah Ta’ala
Setan yang terkutuk mendatangi anak Adam pada detik-detik terakhir kehidupannya untuk menfitnahnya dalam agamanya apabila dia termasuk kaum muslimin yang muwahhid (orang yang bertauhid kepada Allah). Oleh karena itu di antara doa yang dibaca Nabi Shalallaahu’alaihi wa sallam adalah:
Pagi itu, matahari memancarkan benang-benang cahaya keemasan di atas Baitul Haram, menyapa ramah pelatarannya yang suci. Di Baitullah, sekelompok sisa-sisa sahabat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam dan tokoh-tokoh tabi‘in tengah mengharumkan suasana dengan lantunan tahlil dan takbir, menyejukkan sudut-sudutnya dengan do‘a-do‘a yang shalih.
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan untuk setiap perkara yang disukai dan diinginkan sebab-sebab dan jalan untuk sampai kepadanya. Diantara tujuan yang paling agung dan paling besar manfaatnya adalah iman. Allah telah menjadikan banyak faktor untuk mendatangkan dan menguatkannya. Dan beberapa sebab untuk menambah dan menyuburkannya. Apabila seorang hamba melakukannya maka akan semakin kuatlah keyakinannya dan akan semakin bertambah keimanannya. Allah telah menjelaskannya dalam Kitab-Nya dan telah dijelaskan pula oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Sunnah beliau.





