Sejarah Hidup Para Salafus Shalih

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan untuk setiap perkara yang disukai dan diinginkan sebab-sebab dan jalan untuk sampai kepadanya. Diantara tujuan yang paling agung dan paling besar manfaatnya adalah iman. Allah telah menjadikan banyak faktor untuk mendatangkan dan menguatkannya. Dan beberapa sebab untuk menambah dan menyuburkannya. Apabila seorang hamba melakukannya maka akan semakin kuatlah keyakinannya dan akan semakin bertambah keimanannya. Allah telah menjelaskannya dalam Kitab-Nya dan telah dijelaskan pula oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Sunnah beliau.

Salafus Shalih umat ini, yaitu para sahabat nabi dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, generasi pertama umat Islam, sebaik-baik kurun, pelindung Islam, pembimbing umat, “singa-singa” pemberani, peserta peperangan dan pertempuran yang besar, mereka adalah pembawa agama ini kepada generasi sesudah mereka. Mereka adalah manusia yang paling kuat keimanannya dan yang paling dalam ilmunya, yang paling bagus hatinya, yang paling bersih jiwanya, diistimewakan dari mereka para sahabat nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah diistimewakan oleh Allah dengan menyaksikan langsung nabi-Nya. Allah memberi kenikmatan berupa melihat langsung rupa beliau, memuliakan mereka dengan mendengarkan langsung suara beliau dan perasaan damai mendengar tutur kata beliau. Mereka mengambil agama ini dari beliau dengan kuat sehingga melekat dalam hati mereka dan memberikan rasa tenteram dalam jiwa mereka. Mereka istiqamah di atasnya bagaikan gunung yang kokoh. More »

Menangis ketika Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat

Jennifer, seorang remaja putri berasal dari Kanada, sudah lebih dari tiga pekan ingin mengenal ajaran Islam. Ia sedang mencari hakikat Islam yang sesungguhnya. Ketika itu ia berusia 18 tahun. Namun ia tidak seperti umumnya gadis keturunan Kanada.

Saya (Penulis) ingin mengetahui sejauh mana pengenalan wanita ini terhadap ajaran Islam.

Saya bercerita kepada wanita itu seputar al-Quran al-Karim. Al-Quran itu adalah sebuah kitab mukjizat yang seluruh jagat raya ini membenarkan bahwa Islam adalah agama yang benar.

Al-Quran tidak pernah mengalami perubahan semenjak lebih 1400 tahun yang lalu. Tulisan al-Quran, baik di Mesir, di Amerika, di Cina dan di Jepang adalah sama. More »

Jabat Tangan Pembawa Berkah

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لهَمُاَ قَبْلَ أَنْ يَتَفَرَّقَا

“Tidaklah dua orang muslim bertemu kemudian berjabat tangan melainkan telah diampuni dosa-dosa keduanya sebelum mereka berdua berpisah.” (Dihasankan oleh Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albany).

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمَيِنِ التَقَيَا فَأَخَذَ أَحَدُهُمَا بِيَدِ صَاحِبِهِ, إِلاَّ كَان َحَقًّا عَلىَ اللهِ أَنْ يَحْضُرَ دُعَاءَهُمَا, وَلاَ يُفَرِّقُ بَيْنَ أَيْدِيْهِمَا حَتىَّ يُغْفَرُ لَهُمَا

“Tidaklah dua orang muslim bertemu kemudian salah satu di antara keduanya memegang tangan temannya (berjabat tangan) melainkan kewajiban bagi Allah untuk mengabulkan doa keduanya dan tidaklah kedua tangan mereka berdua berpisah hingga dosa-dosa keduanya diampuni.” (Ditakhrij oleh Imam Ahmad dalam musnadnya dan beliau berkata: Hasan lighoirihi).

Makna (Kana haqqon ‘alallahi) adalah: hak yang dianugrahkan oleh Allah Ta’ala kepada mereka.

Sedang makna (yahdhuru du’ahuma) adalah: doa keduanya mustajab.

Hal ini adalah masalah besar yang perlu dijelaskan bahwa salah satu perbuatan yang sangat dicintai oleh Allah adalah: bersatu padu, saling menyayangi,  saling mencintai dan tercipta keselarasan di antara kaum muslimin.

Akan tetapi, seorang muslim tidak boleh berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahramnya karena hal ini adalah haram. More »

AYAT-AYAT KAUNIYAH

Merenungi ayat-ayat, yang Allah ciptakan di langit dan di bumi tersebut, menghayati, memperhatikan dan memikirkannya merupakan hal yang membawa manfaat yang sangat besar bagi manusia dalam menguatkan dan mengokohkan keimanannya. Karena, dari situlah ia mengetahui keesaan pencipta dan penguasaNya, dari situlah ia mengenali kesempurnaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka bertambah besarlah pengagungan dan penghormatannya kepada-Nya. Bertambahlah ketaatan dan ketundukannya kepada Allah. Ini merupakan buah yang paling besar dari proses tadabbur tersebut.


Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata: “Apabila Anda memperhatikan apa yang diserukan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk direnungkan, hal itu akan mengantarkan kamu pada ilmu tentang Rabb, tentang keesaan-Nya, sifat-sifat keagungan-Nya dan kesempurnaan-Nya, seperti qudrat, ilmu, hikmah, rahmat, ihsan, keadilan, ridha, murka, pahala dan siksa-Nya. Begitulah cara Dia memperkenalkan diri kepada hamba-hamba-Nya dan mengajak mereka untuk merenungi ayat-ayat-Nya.”

Ibnu Sa’di rahimahullah berkata: “Diantara sebab yang menumbuhkan keimanan dan mendorongnya adalah tafakkur merenungi penciptaan langit dan bumi serta makhluk-makhluk yang ada di dalamnya. Merenungi penciptaan diri sendiri serta berbagai macam sifat yang ada di dalamnya. Hal itu akan menguatkan iman. Karena keajaiban makhluk-makhluk tersebut menunjukkan kudrat dan keagungan penciptanya. Demikian pula keindahan, kerapian dan kekokohannya yang membuat kagum ulul albab (orang yang berakal). Semua itu menunjukkan keluasaan ilmu Allah Subhanahu wa Ta’ala dan keluasaan hikmah-Nya. Berbagai macam manfaat dan nikmat yang sangat banyak tiada terhingga dan tiada terhitung, yang mana itu menunjukkan keluasaan rahmat Allah, kemahapemurahan dan kebaikan-Nya. Semua itu mendorong kita untuk mengangungkan pencipta dan pembuatnya, mendorong kita untuk mensyukuri dan selalu mengingat-Nya serta mengikhlaskan agama ini hanya untuk-Nya semata. Itulah ruh keimanan dan rahasianya.”( Ibnu Qayyim Al-Jauziyah )

More »

ADA APA DENGAN SEDEKAH???

Segalah puji hanyalah milik Allah yang telah mendorong hamba-hamba-Nya agar berderma dan berinfak. Yang telah menjamin bagi mereka segala kebutuhan mereka berupa harta dan rezeki.

Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada hamba yang kedermawanan dan kebaikannya terpancar ke segala penjuru alam, demikian pula atas keluarga, shahabat dan orang yang mengikuti beliau dengan baik sampai hari pertemuan kelak. More »

Istri Al-Qadhi Syuraih Yang Menyejukkan Hati

Sebaris kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi seorang istri yang ingin menjadi perhiasan terindah dunia dan bidadarinya akhirat  yaitu wanita shalihah. Semoga melalui kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi seseorang yang mendambakan keluarga sakinah mawadah wa rahmah yang diridhai oleh Allah  ‘Azza wa jalla

Ia menceritakan pengalamannya: “Ketika aku menikahi Zainab binti Hudair aku berkata dalam hati: Aku telah menikah dengan seorang wanita Arab yang paling keras dan paling kaku tabiatnya. Aku teringat tabiat wanita-wanita bani Tamim dan kerasnya hati mereka. Aku berkeinginan untuk menceraikannya. Kemudian aku berkata (dalam hati): “Aku pergauli dulu (yaitu menikah dan berhubungan dengannya), jika aku dapati apa yang aku suka, aku tahan ia. Dan jika tidak, aku ceraikan ia.”

Kemudian datanglah wanita-wanita bani Tamim mengantarkannya. Dan setelah ditempatkan dalam rumah, aku berkata: “Wahai fulanah, sesungguhnya menurut sunnah apabila seorang wanita masuk menemui suaminya hendaklah si suami shalat dua rakaat dan si istri juga shalat dua rakaat.” More »

Tangisan Umar bin Khaththab -radyallahu ‘anhu-

Bagi Umar bin Khaththab, al-Qur`anul Karim mempunyai kedudukan tersendiri dalam kehidupannya. Sebab ia masuk ke dalam Islam setelah ia mendengar lantunan bacaan surat Thaha. Keislamannya membawa kemuliaan bagi Islam dan kaum muslimin. Berapa banyak riwayat yang telah kita dengar yang menjelaskan tentang kisah kekuatan dan kesungguhannya dalam membela agama Allah, kecemburuannya terhadap perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah, kezuhudannya, wara`nya, keadilannya, serta kerendahan hatinya.

Adapun tentang keadaannya di saat bersama al-Qur`an tidak ragukan lagi. Beliau adalah seorang laki-laki yang senantiasa memahami ayat-ayatnya, menangis ketika membacanya, bersegera untuk membacanya, dan sangat perhatian terhadap bacaan al-Qur`anul Karim. Inilah sebagian atsar beliau ketika membaca al-Qur`an : More »

Sifat Mulia yang membuahkan surga


  1. Diriwayatkan dari Anas, ia berkata, Ketika kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam  beliau bersabda, ‘Aku datang bersama kalian bersama laki-laki dari penduduk surga.’ Lalu muncul seorang laki-laki dari  kaum Anshar, di jenggotnya ada air menetes karena habis berwudhu, tangan kirinya menenteng kedua sandalnya. Keesokan harinya, beliau Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda hal yang sama. Lalu muncul laki-laki yang sama dengan keadaan yang sama pula. Pada hari ketiga, Beliau bersabda dengan hal yang sama pula. Lalu laki-laki itu muncul persis seperti keadaannya yang pertama kali. Ketika Rasulullah beranjak pergi, Abdullah bin Amru bin al-‘Ash  mengikuti laki-laki tersebut sampai dirumahnya beliau lalu mengatakan kepada laki-laki tersebut. “Sebenarnya aku berniat menginap di rumahmu karena aku ingin melihat amalanmu sehingga aku dapat meneladaninya. Tapi setelah aku lihat, amalanmu tidak banyak. Amal apa yang sebenarnya kau lakukan sampai mendapat kedudukan seperti yang disabdakan Rasulullah ?” Kemudian laki – laki itu menjawab “Amalanku hanyalah apa yang seperti engkau lihat, namun aku tidak mendapati dalam diriku sifat berkhianat terhadap seorang muslim pun, dan aku tidak pernah iri pada kebaikan yang Allah berikan kepada siapapun.” Abdullah berkata, “Inilah amalan yang bisa membuatmu mendapatkan kedudukan tersebut…” More »

Jejak Amal

Abu Sa’id Al Khudri Radhiyallahu ‘Anhu berkata “Banu Salamah mengadukan kepada Rasulullah jauhnya tempat tinggal mereka dari masjid. Maka Allah menurunkan ayat :

“Dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan”. (QS. Yaasin: 12).

Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘Anhu berkata “Ada tanah kosong di sekitar masjid. Lalu Banu Salamah ingin pindah dekat masjid. Sampailah berita itu kepada Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Salam, beliau berkata kepada mereka “Telah sampai padaku bahwa kalian ingin pindah dekat masjid?”

Mereka menjawab “Ya, wahai Rasulullah, kami memang menghendakinya.”

Nabi bersabda : “Hai Banu Salamah, tanah-tanah kalian mencatat jejak langkah kalian! Tanah-tanah kalian mencatat jejak langkah kalian!”

Artinya di sini, langkah menuju masjid dalam amalan kebaikan akan dicatat, begitu pula langkah pulang dari masjid. Ketika seseorang menuntut ilmu, harus menaiki kendaraan karena sangat jauhnya tempat pengajian, maka putaran roda pun akan dicatat sebagai kebaikan karena ini adalah bekas amalan kebaikan yang ia lakukan. Begitu pula ketika seseorang harus mengeluarkan biaya untuk menuntut ilmu dari para guru (masyaikh) di luar negeri, maka setiap usaha menuju ke sana yang ia lakukan, itu pun akan dicatat. Begitu pula rasa capek dalam kebaikan, itu pun akan dicatat. Sungguh Maha Besar karunia Allah. Namun kita sendiri yang sebenarnya tidak menyadari hal ini.

More »

Optimization in Gaining the Reward (Bag. 3)

→ Cara Kesebelas: Kiat Menundukkan (Taskhir).

Yang kami maksudkan dengan istilah taskhir ialah seorang mukmin menggunakan semua kemampuannya dan nikmat yang telah diberikan Allah kepadanya untuk berkhidmat pada agama-Nya dan membantu saudara-saudaranya sesame kaum mukmin.

Dengan kata lain, setiap muslim menundukkan segala sesuatu di jalan Allah.

Bidang-bidang taskhir: More »