Allah Yang Mahakuasa, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang, telah berfirman dalam al-Qur’an bahwa Dia dekat dengan manusia dan akan mengabulkan permohonan orang-orang yang berdoa kepada-Nya. Adapun salah satu ayat yang membicarakan masalah tersebut adalah:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi-Ku, dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. al-Baqarah: 186).
More »
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: 10.0/10 (8 votes cast)
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: +9 (from 9 votes)
Perhiasan terbaik bagi seseorang adalah agama yang kuat dan akhlak yang mulia. Sesungguhnya kebaikan akhlak merupakan sifat yang mulia nan tinggi. Barangsiapa yang menghiasi dirinya dengannya, niscaya sifatnya akan terhias indah dan hatinya akan jernih. Akhlak yang baik mencabut kedengkian dan memikat hati. Akhlk yang baik merupakan kehidupan kedua dan kehormatan abadi bagi setiap muslim. Akhlak yang baik merupakan sifat yang tinggi. Segala makna yang dikandungoleh sifat ini mensucikan seorang muslim dari kotoran-kotoran lisan dan kalbu. Kemudian, dengan semua itu dia menaiki martabat ihsan kepada penciptaNya dan sesama manusia. Dengan akhlak mulia, seorang muslim akan meraih kesempurnaan dalam imannya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. At-Tirmidzi no. 1082. Dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Al-Jami’ no. 1232)
Allah Ta’ala memuliakan dan meninggikan kedudukan akhlak yang mulia. Dan dia memberikan kepada pemiliknya pahala yang besar dan melimpah. Dimana dia menjadikan pahalanya sebagai pahala terberat di atas Mizan (timbangan Akhirat). Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda dalam hadits oleh Abu Darda Radhyiallahu’anhu :
“Tidak ada yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin melainkan akhlak yang baik. Sesungguhnya Allah Ta’ala membenci kekejian dan keburukan.” (HR. At-Tirmidzi no. 2002 dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahihul Jami’ no. 5632).
More »
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: 8.7/10 (7 votes cast)
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: +6 (from 6 votes)
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan isyarat bahwa yang paling mulia diantara hamba-hamba-Nya adalah yang paling bertakwa kepada-Nya. Maka tiadalah suatu kemuliaan akan terwujud kecuali beriringan dengan ketakwaan
Harus ada pembeda untuk membedakan antara muslimah yang benar-benar bertakwa dan muslimah yang hanya mengaku bertakwa padahal dia tidak meniti jalan takwa, atau bahkan dia berada di jalan yang salah. Oleh karena itu -sebagai pembeda- penjelasan tentang sifat-sifat muslimah yang benar-benar bertakwa sangat diperlukan. Semoga sifat-sifat di bawah ini dapat mewakilinya:
1. Mencintai Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya.
Kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya, akan mendorong seorang muslimah untuk senantiasa taat kepada Allah -Subhanahu wa Ta’ala- dan Rasul-Nya.
More »
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: 6.2/10 (13 votes cast)
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: +9 (from 9 votes)

Ketahuilah wahai Saudaraku -walau aku berbicara panjang lebar dalam menjawab pertanyaanmu-, bahwa penyakit-penyakit itu ditampakkan dalam suatu taman nan indah. Taman itu bak lokasi pengambilan gambar, dinding-dindingnya dihiasi berbagai macam pernik warna mencolok yang mengundang decak kagum. Itulah dunia. Sungguh dunia itu bagaikan sesuatu yang manis berwarna kehijauan, Allah Azza wa Jalla membuatnya elok sedemikian rupa untuk suatu hikmah, ketika Allah Azza wa Jalla berfirman :
“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan bagi manusia, agar Kami menguji siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya?” (QS. Al-Kahfi:7) More »
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: 9.2/10 (13 votes cast)
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: +9 (from 11 votes)
Pengertian iman menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah ikrar dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan anggota badan. Jadi, iman itu mencakup tiga hal; 1. Ikrar dengan hati, 2. Pengucapan dengan lisan, dan 3. Pengamalan dengan anggota badan.
Berdasarkan pengertian iman di atas, maka iman bukan sekedar ucapan saja, melainkan juga diperlukan pengamalan atau tindakan untuk membuktikannya. Karenanya
keadaan atau kondisi iman seseorang dapat bertambah dan berkurang berdasarkan pada amal dan perbuatannya. More »
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: 10.0/10 (5 votes cast)
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: +7 (from 7 votes)
IBLIS
Dan (ingatlah ) ketika Kami berfirman kepada para malaikat,” Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka semua kecuali iblis. Ia enggan dan takabur dan ia adalah termasuk orang yang kafir. (QS. 2:34)
Allah berfirman,” Hai iblis, Apa sebab kamu tidak mau sujud bersama orang yang sujud itu?”. Iblis berkata,” Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang telah Engkau ciptakan dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang dibentuk……”(QS. 15: 32-44)
Dari kisah yang terdapat dalam Al Quran diatas kita bisa mengambil suatu pelajaran berharga, mengapa iblis akan memperoleh kehidupan sengsara di jahannam selamanya? Ada empat sebab: More »
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: 9.7/10 (7 votes cast)
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: +8 (from 8 votes)
“Tiadalah Allah mengutus seorang nabipun kecuali pasti para nabi itu telah mengingatkan umat-nya akan orang yang buta sebelah lagi pendusta, ingatlah sesungguhnya Dajjal itu buta sebelah dan sesungguhnya Rabb kalian tidaklah buta sebelah” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Dari Ibnu Umar -Radhiallahu’anhuma- berkata: “Suatu hari Rasulullah -Shalallahu’alahi wa Sallam- mengingatkan tentang Dajjal di tengah kumpulan para shahabat. Beliau bersabda:
“Allah -Azza wa Jalla- tidak buta sebelah, ketahuilah sesungguhnya Al-Maasih Dajjal itu buta matanya sebelah kanan.”
Beliau juga bersabda:
“Tadi malam diperlihatkan kepadaku dalam mimpi di dekat ka’bah, aku melihat seseorang yang buta mata kanannya, mirip seperti orang yang pernah aku lihat yaitu Ibnu Qathn, lalu aku bertanya: “Siapakah ini ?” Orang itu menjawab: “Al-Maasih Dajjal.” (HR. Muslim).
More »
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: 9.1/10 (8 votes cast)
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: +4 (from 4 votes)
Marilah kita bertakwa kepada Allah. Kita laksanakan kewajiban yang telah diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu berupa hak-hak-Nya dan hak para hamba-Nya. Dan ketahuilah, hak manusia yang paling besar atas diri kalian ialah hak kedua orang tua dan karib kerabat. Allah menyebutkan hak tersebut berada pada tingkatan setelah hak-Nya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَٱعْبُدُواْ ٱللَّهَ وَلاَ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئاً وَبِٱلْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa … “ (QS. An-Nisa’: 36)
Begitu pula Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:
وَوَصَّيْنَا ٱلإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya.” (QS. Luqman: 14).
More »
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: 10.0/10 (5 votes cast)
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: +7 (from 7 votes)
Renungan
Seseorang akan senantiasa menjadi baik selama dia mau memikirkan dan mendapatkan kebaikan serta berusaha memperoleh pintu-pintu kebaikan itu. Dan tidak ada kebaikan sama sekali bagi seseorang yang berbuat baik kepada orang lain , tetapi dia melupakan orang yang paling dekat dengannya dan yang paling berhak mendapatkan kebaikan tersebut dari dirinya yaitu keluarganya. Hal ini laksana sebatang pohon yang tumbuh di suatu tempat, namun berbuah di tempat lain. Itu -demi Allah- adalah sejelek-sejelek perkara. Seorang penyair mengatakan :
Laksana seekor burung yang meninggalkan telurnya di tempat yang luas.
Tetapi cangkang telurnya dia tinggalkan di tempat lain. More »
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: 9.0/10 (8 votes cast)
VN:F [1.8.8_1072]
Rating: +9 (from 11 votes)