Indahnya Pertemuan itu

Dari Abu Hurairah  bahwa Rasulullah  bersabda:

“Sesungguhnya Allah mempunyai banyak malaikat yang berkeliling di jalan-jalan untuk mencari orang yang ahli dzikir. Apabila mereka mendapati sekelompok orang yang berdzikir kepada Allah, maka mereka saling berseru, ’mari  tunaikan hajat kalian’.”

Rasulullah bersabda,” Lalu mereka menaungi sekelompok orang tersebut dengan sayap-sayap mereka hingga sampai ke langit dunia.”

Beliau  bersabda,” Lalu Rabb mereka bertanya kepada mereka padahal Dia Maha Mengetahui keadaan mereka,’ Apa yang diucakan hamba-hamba-Ku?’ More »

VN:F [1.9.6_1107]
Rating: 8.0/10 (11 votes cast)
VN:F [1.9.6_1107]
Rating: +14 (from 14 votes)

Ada Apa Dengan Doaku?

Suatu hari ketika Ibrahim Bin Adam ‘Alaihisalam di negeri Bashrah, seorang laki-laki dari kaumnya bertanya,” Wahai Ibrahim, kami sudah berdoa kepada Allah, namun kenapa sampai sekarang Allah tidak mengabulkan doa dan permintaan kami?”

Nabi Ibrahim menjawab,” Karena sesungguhnya hati kalian semua telah mati.”

Setelah itu mereka bertanya,” Apakah yang menyebabkan hati kami menjadi mati wahai Ibrahim?”

Nabi Ibrahim menjawab,” Hati kalian mati disebabkan oleh sepuluh hal yaitu: More »

VN:F [1.9.6_1107]
Rating: 8.8/10 (12 votes cast)
VN:F [1.9.6_1107]
Rating: +13 (from 17 votes)

Menggapai Akhlak Mulia

Akhlak secara bahasa (lughah/etimologi) adalah bentuk jamak dari kata khuluq yang berarti tabiat, pembawaan atau karakter (Kitab An Nihayah). Sedangkan secara istilah atau terminologi, akhlak memiliki beberapa definisi sebagai berikut :

≈ Imam Ibnul Mubarak mendefinisikan, “Akhlak yang mulia adalah berwajah ceria, memberikan kebaikan dan menahan diri dari gangguan” (Kitab Jami’ul Ulum wal Hikam)

≈  Imam Ahmad bin Hambal mengatakan, “Akhlak mulia itu dengan bersabar atas gangguan manusia, tidak marah dan tidak berlaku kasar kepada mereka” (Kitab Adab Syar’iyah)

Syaikh Abdurrahman As Sa’di berkata, “Akhlak yang mulia asasnya adalah sabar dan lembut, sehingga menghasilkan sifat pemaaf, berlapang dada, bermanfaat bagi manusia, sabar atas gangguan serta membalas kejelekan dengan kebaikan” (Kitab Ar Riyadhun Nadhirah)

Pembicaraan tentang akhlak yang baik sangat luas dan banyak cabangnya. Namun dapat dibatasi pokok-pokoknya yang besar menjadi lima yakni kejururan, kesabaran, kasih sayang, tawadhu’ dan lemah lembut. Keimanan dalam diri seseorang tidaklah sama, artinya iman itu bertingkat dan berderajat. Manusia yang sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Ini merupakan anjuran yang sangat agung kepada akhlak yang baik, terhadap Allâh Ta’ala maupun terhadap sesama manusia.

Akhlak yang baik, diwujudkan dengan menebar kebaikan kepada manusia, baik dengan harta ataupun kedudukan atau yang lainnya seperti menahan diri untuk mengganggu, membuat kesusahan menipu, berkhianat dan lainnya.

More »

VN:F [1.9.6_1107]
Rating: 8.2/10 (10 votes cast)
VN:F [1.9.6_1107]
Rating: +7 (from 7 votes)

Detik-detik penentuan

Diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib bahwa Rasulullah -Shalallahu alaihi wa sallam- bersabda,” Kami pernah bersama Rasulullah mengiringi jenazah seorang lelaki Al-Anshar. Sampailah kami di kuburannya.  Ketika digali liang lahatnya, Rasulullah -Shalallahu alaihi wa sallam- duduk dan kamipun duduk mengelilingi beliau, seolah-olah ada burung hinggap di atas kepala kami, sementara di tangan belaiau terdapat kayu yang beliau ketuk-ketukan di atas. Lalu beliau mengangkat kepala sambil bersabda:

” Mintalah perlindungan kepada Allah dari siksa kubur.” Demikian beliau sabdakan dua atau tiga kali kemudian  beliau bersabda,” Sesungguhnya seorang mukmin yang meninggal dunia dan mengahadap alam akhirat, akan ditemui oleh beberapa malaikat dari langit dengan wajah putih bagaikan matahari. Mereka membawa kain kafan dari Jannah hingga duduk dihadapan selebar mata memandang. Lalu datanglah malaikat maut dan duduk di sisinya seraya berkata, “Wahai jiwa yang baik, keluarlah engkau menuju ampunan Rabbmu dan keridhaan-Nya.” Kemudian keluarlah ruh itu seperti air yang mengalir dari wadahnya. Sang malaikat menyambutnya. Para malaikat itu tidak menyia-nyiakan kesempatan itu sedikitpun. More »

VN:F [1.9.6_1107]
Rating: 10.0/10 (5 votes cast)
VN:F [1.9.6_1107]
Rating: +6 (from 6 votes)

Uwais Al-Qarni

Dia adalah Uwais bin Amir bin Juz bin Muraad, berasal dari wilayah Qarn di Yaman. Ia beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Ia memiliki seorang ibu dan ia sangat berbakti kepadanya.  Karena baktinya itulah yang menghalanginya untuk meninggalkannya ibunya dan menemui Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassalam. Ia memilih tetap berada di samping ibunya dan mengurus keperluannya.

Pada masa kekhalifahan Umar Al-Faruq datanglah sebuah rombongan dari Qarn, Yaman. Umar menemui mereka dan bertanya kepada mereka,” Adakah diantara kalian yang bernama Uwais bin Amir?”

Mereka menjawab, “ada!”

Umar meminta agar dapat bertemu dengannya. Umar mendapatinya seorang yang faqir. Umar bertanya kepadanya,” Benarkah engkau Uwais bin Amir?”; Ia menjawab, ” Benar.”

Umar bertanya,” Benarkah engkau pernah terkena penyakit sopak lalu engkau sembuh dan hanya tersisa dari bekas penyakit itu sebesar uang dirham pada tubuhmu?”

Ia menjawab,” Benar. Aku mempunyai seorang ibu.”

Maka Umar berkata,” Aku mendengar Rasulullah bersabda,”Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir dari kabilah murad di Qarn. Ia terkena penyakit sopak lalu dia sembuh darinya kecuali tersisa bekasnya sebesar uang dirham. Ia punya ibu dan berbakti kepadanya. Kalau ia meminta kepada Allah pasti dikabulkan. Jika engkau bisa memintanya memohonkan ampunan bagi kalian maka lakukanlah.”

” Mintakanlah ampunan untukku hai Uwais! ” Pinta Umar. Maka Uwaispun memohonkan ampunan untuk Umar. Kemudian Umar bertanya kepadanya,” Kemana engkau hendak pergi? ”

Ia menjawab,” Ke Kuffah.”

“Maukah aku tuliskan surat untuk gubernur di sana agar menyambutmu?” Tanya Umar. Uwais menjawab,” tidak perlu, biarlah aku menjadi rakyat biasa, itu lebih aku sukai.”

Wahai Saudaraku, itulah kisah Uwais Al Qarni. Seorang hamba biasa yang mendapatkan kedudukan yang mulia dihadapan Allah dan Rasul-Nya bahkan sang khalifahpun meminta untuk didoakan oleh beliau. Marilah kita senantiasa berbakti orang tua, karena ridha Allah didalam ridha orang tua. wallahu a’lam bishawab..

Dikutip dari kitab Qishash Muatstsirah fii Birru wa 'Uquuqu Al-Waalidain dan telah diterjemahkan dengan judul Andai Kau Tahu Wahai Anakkku, diterbitkan oleh Pustaka At-Tibyan

Loading image

Click anywhere to cancel

Image unavailable

VN:F [1.9.6_1107]
Rating: 8.3/10 (6 votes cast)
VN:F [1.9.6_1107]
Rating: +7 (from 7 votes)

Optimization in Gaining the Reward (Bag. 2)

Cara keenam: Berkeinginan untuk menunjukkan orang lain.

Berdakwah (mengajak manusia) kepada agama Allah me­rupakan ibadah paling agung yang mendekatkan manusia kepada Allah, karena ini adalah tugas para Nabi dan Rasul—sebab berdakwah dan memberi petunjuk kepada manusia adalah jalan yang mengantarkan untuk meraih pahala dan kebaikan yang besar—sebagaimana sabda Rasulullah:

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ

“Barangsiapa menyerukan kepada petunjuk, maka ia mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengikutinya….” (HR. Muslim).

Jika Anda menunjukkan seseorang kepada agama Allah kemudian ia beristiqamah, maka Anda mendapatkan seperti shalat, tasbih dan semua amal shalihnya tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun. Kemudian, jika ia menyeru banyak orang lalu mereka bertaubat, maka Anda mendapatkan seperti pahala mereka walaupun Anda berada dalam kubur Anda. Begitulah, dituliskan untuk Anda pahala banyak orang. Seakan-akan Anda dikaruniai umur yang panjang. Dan, orang yang menunjukkan kepada kebajikan adalah seperti orang yang melakukannya.

More »

VN:F [1.9.6_1107]
Rating: 9.8/10 (4 votes cast)
VN:F [1.9.6_1107]
Rating: +12 (from 14 votes)

Melazimi Sunnah Rasulullah

Melaksanakan sunnah Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Salam sangat penting bagi kehidupan seorang muslim, baik dalam hal ibadah maupun muamalah. Sunnah Nabi adalah apa-apa yang berasal dari Nabi Shalallahu’alaihi wa Salam berupa ucapan, perbuatan atau pengesahannya.

Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari berkata, “Orang muslim yang paling utama adalah orang yang menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Salam yang telah ditinggalkan (manusia), maka bersabarlah wahai para pencinta sunnah (Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Salam), karena sesungguhnya kalian adalah orang yang paling sedikit jumlahnya (di kalangan manusia)”

Arti “menghidupkan sunnah Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Salam” adalah memahami petunjuk Beliau, mengamalkan dan menyebarkannya di kalangan manusia, serta menganjurkan orang lain untuk mengikutinya dan melarang dari menyelisihinya.
Orang yang menghidupkan sunnah Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Salam akan mendapatkan dua keutamaan (pahala) sekaligus, yaitu (1) keutamaan mengamalkan sunnah itu sendiri dan (2) keutamaan menghidupkannya di tengah-tengah manusia yang telah melupakannya.

More »

VN:F [1.9.6_1107]
Rating: 7.7/10 (9 votes cast)
VN:F [1.9.6_1107]
Rating: +9 (from 9 votes)

Optimization in gaining the reward

Tujuan dari hidup ini adalah beribadah kepada Allah :

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56).

Tujuan ibadah ini ialah mendapatkan ridha Allah kemudian surga, dan kedudukan surga itu berbeda-beda. Sejauh mana manusia meraih kebajikan dalam kehidupan ini, maka sejauh itu pulalah kedudukan yang akan diraihnya di sana.

Seorang muslim itu sangat mencintai kehidupan­nya, bukan karena kelezatannya, tetapi hanyalah karena ingin mendapatkan sebanyak mungkin pahala dan kebajikan. Jika seorang muslim melihat bahwa kehidupannya di dunia sarat dengan kebajikan dan pendekatan diri kepada Allah, maka ia berdoa kepada Allah agar dipanjangkan usianya dan diperbaguskan amalnya.

Dari titik tolak ini, kita harus mengingatkan tentang urgensi mengetahui cara-cara amaliah untuk meraih pahala dan kaidah-kaidah yang meng­antarkan untuk mendapatkan sebanyak mungkin kebajikan dalam syariat yang bijak ini guna memantapkan timbangan orang mukmin pada hari kiamat.

“Dan adapun orang-orang yang berat tim­bangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.” (QS. Al-Qari’ah: 6-7).

Berikut ini adalah sebagian dari cara-cara ideal untuk meraih tujuan yang besar ini bagi setiap muslim.

Cara Pertama: Komitmen dengan kewajiban dan fardhu.

More »

VN:F [1.9.6_1107]
Rating: 9.8/10 (6 votes cast)
VN:F [1.9.6_1107]
Rating: +7 (from 7 votes)

Ujian Para Nabi

Kemudian coba perhatikan keadaan al-Kaliim Musa ‘Alaihissalam, cobaan yang telah diberikan kepadanya dan ujian mulai dari kelahirannya sampai akhir urusannya, hingga Allah Ta’ala mengajaknya berbicara dan mendekatkan diri beliau kepada-Nya, menuliskan kitab Taurat dengan tangan-Nya untuk beliau dan mengangkatnya ke derajat yang tinggi. Beliau telah bersabar dengan kesabaran yang tiada bisa dilakukan oleh orang lain. Beliau melempar lauh ke tanah hingga pecah dan memegang janggut Nabi Allah Harun ‘Alaihissalam dan menariknya ke arah beliau. Beliau telah menampar wajah malaikat maut dan mencungkil matanya. Beliau berdiskusi dengan Rabbnya tentang urusan Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Salam dan Rabbnya, namun Allah Ta’ala tetap menyayanginya, dan tidak mengurangi kehormatan beliau di hadapan Allah Ta’ala dan tidak jatuh kedudukannya di sisi-Nya.

Bahkan beliau adalah hamba yang didekatkan di sisi Allah Ta’ala, kalaulah bukan karena cobaan-cobaan dan ujian-ujian berat yang telah dilewatinya dalam menegakkan agama Allah dan dalam melewati perkara-perkara berat antara Fir’aun dan kaumnya kemudian menghadapi Bani Israil dan gangguan mereka terhadap beliau serta kesabaran beliau dalam melayani mereka, tentu semua itu tidak akan beliau dapatkan.

Kemudian coba perhatikan keadaan al-Masiih Isa ‘Alaihissalam, kesabaran beliau menghadapi kaumnya dan ketabahan beliau dalam melaksanakan perintah Allah dan kesabaran beliau menghadapi kaumnya hingga Allah Ta’ala mengangkat beliau kepada-Nya, dan menyucikan beliau dari orang-orang kafir dan memberikan pembalasan terhadap musuh-musuhnya, memutus mereka di muka bumi dan menghancurkan mereka sehancur-hancurnya, mencabut kerajaan dan kejayaan mereka sampai hari Kiamat.

More »

VN:F [1.9.6_1107]
Rating: 9.4/10 (10 votes cast)
VN:F [1.9.6_1107]
Rating: +9 (from 9 votes)

SEDEKAH ABDURRAHMAN BIN AUF

Salah satu sifat mulia dan disukai Allah adalah sedekah. Memberikan sebagian harta ataupun apa yang kita punya untuk orang lain. Rasulullah SAW banyak memiliki sahabat yang pemurah. Salah satunya adalah Abdurrahman bin Auf. Dia terkenal dengan kedermawannya sehingga Rasulullah menyebutnya kelak sebagai ahli surga. Salah satu kisah sedkahnya yang legendaris.

Pada suatu hari, saat kota Madinah sunyi senyap,   debu tebal berwarna kekuningan mengepul dan mendekat dari berbagai penjuru kota mendekati pintu-pintu kota Madinah. Orang menyangka badai pasir tengah datang tengah datang. Tapi ternyata debu berasal dari kafilah dagang yang sangat yang sangat besar berupa 700 ekor unta penuh muatan memadati jalanan Madinah.

Orang-orang segera keluar melihat pemandangan yang menakjubkan itu. Ini adalah kafilah milik Abdurrahman  bin Auf ra yang baru saja datang dari syam membawa barang dagangan miliknya.

Mendengar kedatangan kafilah Abdurrahman bin Auf itu, Aisyah ra menggeleng-gelengkan kepala, dan berkata,” Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda,’ Aku bermimpi melihat Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak’.” (Al-Kanz, no. 33500)

Sebagian sahabat menyampaikan berita ini kepada Abdurrahman bin Auf. Mendengar itu, Ia teringat perkataan Rasulullah yang pernah berkata,” Wahai Abdurrahman bin Auf, sesungguhnya kamu termasuk kaum yang kaya raya dan kamu akan masuk ke surga dengan merangkak. Oleh karena itu pinjamkanlah sesuatu pinjaman kepada Allah sehingga membebaskan kedua telapak kakimu.” (HR. Al-Hakim,3/311 dan Al-Hiyan, 1/99)

Abdurrahman bin Auf pun pergi kerumah Aisyah ra dan berkata,” Sungguh engkau telah menyebutkan suatu hadits yang tak akan pernah aku lupakan. Aku bersaksi bahwa kafilah ini berikut muatan dan pelananya aku Infakkan di jalan Allah.” Muatan itu dibagi-bagikan kepada penduduk Madinah dan sekitarnya.

More »

VN:F [1.9.6_1107]
Rating: 9.1/10 (24 votes cast)
VN:F [1.9.6_1107]
Rating: +17 (from 17 votes)