Menebar Salam

Amal yang dapat mengangkat derajat seseorang adalah dengan menebar salam. Mengucapkan salam merupakan salah satu dustur moral Islam dan sunnah nabawi. Salam merajut hati orang-orang Mukmin dan para anggota masyarakat. Menebar salam artinya menebar salam kepada setiap orang. Menebar salam maksudnya adalah menebar kedamaian. Dengan menebar salam, membuat hati manusia kian dekat dengan yang lain dan mengundang berkah yang melimpah.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu. berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kamu sekalian tidak akan masuk surga sebelum beriman, dan kamu sekalian tidaklah beriman sebelum saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang apabila kamu kerjakan niscaya kamu sekalian akan saling mencintai? Yaitu sebarkanlah salam diantaramu sekalian.” (HR. Muslim)

More »

VN:F [1.9.6_1107]
Rating: 9.3/10 (7 votes cast)
VN:F [1.9.6_1107]
Rating: +13 (from 13 votes)

Cara Ketiga – Bersabar atas Musuhnya

Yaitu dengan berusaha untuk tidak melawan atau mengeluhkannya, bahkan tidak terbetik sedikitpun di hatinya untuk mengusik musuhnya ini. Karena ia tak akan dapat mengalahkan musuh dan orang yang hasad kepadanya dengan senjata yang lebih ampuh dari pada kesabaran dan tawakkal kepada Allah Azza Wa Jalla. Janganlah ia menganggap besar dan lama kedzaliman musuhnya, karena setiap kali si musuh mendzaliminya, kedzaliman itu akan menjadi pasukan dan kekuatan bagi orang yang didzalimi, yang dengannya orang yang dzalim memerangi dirinya sendiri tanpa ia sadari. Kedzaliman ibarat anak panah yang ia lemparkan menuju dirinya sendiri. Seandainya ini dapat dilihat oleh orang yang didzaliminya itu, niscaya ia akan senang dengan kedzaliman tersebut. Akan tetapi karena lemahnya penglihatannya  ia tidak dapat melihat kecuali eksistensi dari kedzaliman tersebut, tanpa mampu melihat akibat dan hasil akhirnya.

Padahal Allah  Azza Wa Jalla berfirman :

Dan barangsiapa membalas dengan setimpal penganiayaan yang pernah ia terima kemudian dia dianiaya lagi, pasti Allah akan menolongnya.” (QS. Al Hajj : 60)

Bila Allah Azza Wa Jalla telah menjamin pertolongan atas hamba padahal ia pernah membalas sebelumnya, maka bagaimana halnya dengan orang yang dianiaya namun sabar dan tidak membalas sedikitpun? Padahal tidak ada dosa yang lebih disegerakan balasannya dari pada dosa kedzaliman dan memutuskan tali silaturahmi.

Sudah menjadi sunnatullah bahwa jikalau ada sebuah gunung yang berlaku dzalim terhadap gunung yang lain  maka Allah Azza Wa Jalla akan menjadikannya hancur berkeping-keping.

Maraji : Sepuluh Jurus Penangkal Sihir, Dengki dan ‘Ain karangan Ibnul Qayyim Al Jauziyyah Penerbit Pustaka At Tibyan
VN:F [1.9.6_1107]
Rating: 7.4/10 (11 votes cast)
VN:F [1.9.6_1107]
Rating: +1 (from 5 votes)

Sifat yang Mulia

Kejujuran adalah sifat yang agung, akhlak yang mengelokkan pemiliknya dan mengangkat sebutanya. Orang yang jujur selalu dicintai manusia. Barang siapa yang banyak jujurnya, niscaya “bersinarlah” hatinya dan kuatlah “pandangannya”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dikenal dengan kejujuran dan amanahnya, bahkan sebelum beliau menjadi Nabi.


Sesungguhnya kejujuran mengantarkan kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan kepada surga. Sesungguhnya seseorang biasa berlaku jujur hingga ia disebut shiddiq (orang yang senantiasa jujur). Sedang dusta mengantarkan kepada perilaku menyimpang (dzalim) dan perilaku menyimpang mengantarkan kepada neraka. Sesungguhnya seseorang biasa berlaku dusta hingga ia disebut pendusta besar.

Untaian kata-kata di atas adalah hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu yang terhimpun dalam Kitab Hadits Bukhari, Muslim dan Tirmidzi. (HR Bukhari dalam shahihnya bab Adab); (HR Muslim dalam shahihnya bab Al-Birr); (HR Tirmidzi dalam sunannya bab Al-Birr).

More »

VN:F [1.9.6_1107]
Rating: 9.9/10 (9 votes cast)
VN:F [1.9.6_1107]
Rating: +3 (from 3 votes)

BAGI PARA PENDIDIK

Wahai saudaraku, para pendidik muslim…

Wahai pendidik para generasi yang melahirkan para tokoh…

Wahai engkau yang dimuliakan Allah dengan diembani tugas sebagaimana tugas para nabi dan rasul. (semoga keselamatan dan kesejahteraan bagi mereka). Salam sejahtera, rahmat Allah dan berkahNya semoga tercurah pada kalian. Waba’du.

Saya menulis risalah ini untuk kalian, setelah mengemban tugas mengajar selama kurang lebih empat belas tahun. Seraya merasa bangga dan terhormat karena keikutsertaan dalam tugas paling mulia serta profesi paling luhur di antara profesi-profesi lain. Terlebih, ia adalah misi yang diemban para Nabi dan Rasul ‘Alaihimussalam. Dengan landasan sebuah hadist:

“Sesungguhnya aku diutus sebagai pendidik.” (HR. Ibnu Majah dalam as-Sunan).

Risalah berikut saya persembahkan bagi anda, seraya memohon pertolongan hanya kepada Allah. More »

VN:F [1.9.6_1107]
Rating: 10.0/10 (4 votes cast)
VN:F [1.9.6_1107]
Rating: +4 (from 4 votes)

Mendulang Pahala

Dunia adalah jembatan menuju negeri akhirat. Memperbanyak bekal itulah wasiat yang pernah disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kepada seluruh umatnya. Dan sebaik-baik bekal adalah ketakwaan dan amal shalih.

Suatu hari Rasulullah bertanya kepada para sahabatnya, siapakah manusia jenius itu? Jawaban para shahabat beraneka ragam, dan Rasulullah memberikan jawaban yang menyenangkan dan menyejukkan, yakni mereka yang mempersiapkan bekal di dunia ini untuk kehidupan setelah kematian, yaitu negeri akhirat.

More »

VN:F [1.9.6_1107]
Rating: 8.7/10 (10 votes cast)
VN:F [1.9.6_1107]
Rating: +3 (from 5 votes)

Kondisi Darurat Ketika Shalat

Berbagai persoalan yang harus segera dijawab sering muncul dalam keseharian kita. Tetapi terkadang kita sulit menemukan jawabannya secara praktis. Ada banyak hal yang mempengaruhinya. Mungkin karena minimnya pengetahuan kita tentang Islam sehingga sulit mencerna paparan jawaban persoalan tersebut dalam buku-buku tebal. Atau bisa juga disebabkan jauhnya kita dari nara sumber yang bisa kita tanyai tentang persoalan tersebut.

Bertanya. Itulah pintu segala ilmu. Jalan menuju hidayah. Dan cara untuk mendapatkan jawaban dari sebuah persoalan. Dan metode inilah yang digunakan oleh para penuntut ilmu dalam usahanya keluar dari kejahilan, bahkan ia digunakan oleh siapapun yang sedang mendapatkan kesulitan.

Misalnya seseorang sedang mendapatkan kesulitan/ was-was ketika shalat, berikut sebuah artikel tentang salah satu was-was tersebut len gkap solusi penjelasannya. More »

VN:F [1.9.6_1107]
Rating: 8.8/10 (10 votes cast)
VN:F [1.9.6_1107]
Rating: +8 (from 10 votes)

KEPADA SAUDARAKU YANG SEDANG SAKIT

Wahai saudaraku sesama muslim yang sedang sakit…

Wahai saudaraku yang terbaring lemas di atas ranjang putih karena terpaksa…

Wahai saudaraku yang sedang kehilangan kesehatan serta diharamkan menikmati rasanya afi’at…

Assalaamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakaatuhu

Waba’du….

Salah satu bentuk nikmat yang dianugerahkan Allah kepada hamba-hamba-Nya adalah nikmat keselamatan, afiat dan kesehatan. Nikmat tersebut laksana mahkota raja di atas kepalanya, yang tidak dapat dirasakan kecuali oleh mereka yang sedang sakit yang terbaring lemas, merana dan merintih di atas ranjang-ranjang putih. Mereka merasakan kepedihan hati (karena sakit) siang dan malam. Mereka semua berada di bawah naungan kasih sayang Allah. Kemudian juga dalam pengawasan para perawat serta dokter. Mereka tidak memiliki kekuatan ataupun siasat cerdik untuk keluar dari kondisi tersebut, kecuali dengan kemurahan dan rahmat Allah. More »

VN:F [1.9.6_1107]
Rating: 9.3/10 (12 votes cast)
VN:F [1.9.6_1107]
Rating: +19 (from 19 votes)

Kembalinya Seorang Hamba

Salah satu diantara rahmad Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-Nya adalah, Dia tidak menganggap dosa sebagai harga mati, tidak pula dianggap sebagai sesuatu yang apabila sekali melekat, selamanya tidak dapat dihapus. Namun rahmad Allah Subhanahu wa Ta’ala menganggap dosa bagaikan noda, manakala pelaku dosa tersebut berusaha membersihkannya, niscaya Dia akan menyucikannya. Konsep penyucian diri dari dosa dalam terminology Islam dinamakan ‘taubat’.

Manakala pelaku dosa telah menjalankan taubat, dan diterima taubatnya, maka dirinya akan kembali bersih dari segala dosa, fitrah bagaikan awal dari kelahirannya.

Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” (QS. An-Nur  31).

More »

VN:F [1.9.6_1107]
Rating: 10.0/10 (8 votes cast)
VN:F [1.9.6_1107]
Rating: +7 (from 9 votes)

Pengertian Sekulerisme

Kamus-kamus yang dikarang di negara-negara barat, yang notabene tempat tumbuhnya sekulerisme, telah memuat semua bagan pembahasan dan penelitian tentang sekulerisme. Tercantum dalam kamus bahasa inggris bahwa kata “ilmany” (penganut sekulerisme) berarti :

1. yang berorientasi kepada keduniaan atau materi

2. bukan seorang yang agamis (spiritulalis)

3. bukan seorang yang suka beribadah dan bukan seorang pendeta.

Dalam kamus tersebut juga tertera jelas bahwa sekulerisme disebutkan : Sekulerisme adalah suatu paham yang menyatakan bahwa akhlak dan pendidikan seharusnya tidak berlandaskan pokok-pokok ajaran agama.

Dalam buku ensiklopedia Inggris, disebutkan tentang sekulerisme ialah : suatu pergerakan sosial yang bertujuan mengalihkan aktfitas manusia dari orientasi ukhrawi (kehidupan akhirat) kepada orientasi duniawi semata.

Apa yang disebutkan di atas memiliki dua pengertian : More »

VN:F [1.9.6_1107]
Rating: 9.1/10 (10 votes cast)
VN:F [1.9.6_1107]
Rating: +6 (from 6 votes)

Hati yang Jernih

Mengapa hati cenderung tertarik dengan dosa-dosa dan menjauh dari pahala?

Mengapa banyak peringatan tidak membuat orang jera berbuat nista?

Mengapa hati tidak tertarik dengan imbalan pahala dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala?

Bila hati jauh dari dzikrullah, tilawah Al-Qur’an, istighfar, do’a, dan qiyamullayl, maka air mata tak pula meleleh di kala ingat akan dosa atau diingatkan tentang neraka. Saat itulah hati telah keras membatu.

Lalu adakah kiat untuk melembutkan hati itu?

More »

VN:F [1.9.6_1107]
Rating: 8.9/10 (16 votes cast)
VN:F [1.9.6_1107]
Rating: +11 (from 13 votes)