PESAN-PESAN BERHARGA DALAM BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Marilah kita bertakwa kepada Allah. Kita laksanakan kewajiban yang telah diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu berupa hak-hak-Nya dan hak para hamba-Nya. Dan ketahuilah, hak manusia yang paling besar atas diri kalian ialah hak kedua orang tua dan karib kerabat. Allah menyebutkan hak tersebut berada pada tingkatan setelah hak-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَٱعْبُدُواْ ٱللَّهَ وَلاَ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئاً وَبِٱلْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa … “ (QS. An-Nisa’: 36)

Begitu pula Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:

وَوَصَّيْنَا ٱلإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya.” (QS. Luqman: 14).

Wahai saudaraku, apabila kita ingin meraih kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat, renungi dan amalkanlah pesan-pesan berikut ini:

  • Berbicaralah kepada kedua orang tua dengan penuh santun, janganlah mengatakan kepada keduanya: Ah!, Jangan membentak keduanya dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia.
  • Taatilah kedua orang tua dalam perkara yang bukan berupa kemaksiatan kepada Allah, karena tidak boleh taat kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah.
  • Lemah lembutlah terhadap kedua orang tua kita. Janganlah bermuka masam di hadapan keduanya. Jangan pula memandang keduanya dengan pandangan yang sinis dan marah.
  • Janganlah duduk di tempat yang lebih tinggi dari ke­duanya dan jangan pula berjalan di hadapannya.
  • Ajaklah keduanya bermusyawarah dalam seluruh urusan kita dan mintalah maaf bila kita terpaksa menyelisihi pendapat keduanya.
  • Janganlah berdusta terhadap keduanya, jangan pula mencela apabila keduanya melakukan perbuatan yang tidak kita sukai.
  • Sambutlah segera panggilan kedua orang tua kita dengan wajah penuh senyuman seraya berkata, “Labbaika wahai ayahanda, labbaika wahai ibunda.”
  • Jagalah kehormatan kedua orang tua kita dan kemuliaannya serta harta bendanya. Janganlah kita mengambilnya tanpa izin keduanya.
  • Berbuatlah sesuatu yang menyenangkan keduanyi walaupun tanpa perintah, seperti berkhidmat dan membelikan barang-barang keperluan mereka.
  • Hormatilah teman-teman dan karib kerabatnya dan ja­nganlah kita berteman dengan orang yang memusuhi orang tua kita selama mereka masih hidup dan sesudah mereka wafat.
  • Bantulah ibu kita di rumah. Dan janganlah terlambat membantu ayah kita dalam pekerjaannya.
  • Janganlah kita pergi jika keduanya tidak mengizinkan. Walaupun kita pergi untuk sesuatu yang penting. Jika kita terpaksa pergi maka mintalah maaf kepada keduanya dan berilah kabar kepada keduanya.
  • Janganlah kita masuk menemui keduanya tanpa izin. Temtama pada waktu-waktu tidur atau istirahat.
  • Janganlah kita mengambil makanan mendahului kedua­nya dan muliakanlah keduanya dengan mencukupi kebutuhan makanan, minuman dan pakaian mereka.
  • Janganlah kita utamakan istri dan anak-anak kita atas keduanya. Carilah keridhaannya sebelum yang lain. Karena ridha Allah bersama ridha kedua orang tua, dan kemurkaan Allah bersama kemurkaan keduanya.
  • Janganlah kita bakhil dalam mengeluarkan nafkah untuk kedua orang tua kita sehingga keduanya mengadukan masalahnya kepada Anda. Ini merupakan aib atas diri Anda. kita akan diperlakukan dengan hal yang sama oleh anak-anak kita kelak. Karena kita akan dibalas sebagaimana kita berbuat. Dan balasan yang sesuai dengan jenis amal.
  • Orang yang paling berhak kita muliakan adalah ibu Anda, kemudian ayah Anda. Sebagaimana Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam pernah ditanya oleh seorang laki-laki, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk hormati dengan baik?” Beliau berkata, “Ibumu.” Laki-laki itu kembali bertanya, “Kemudian siapa?”, tanya laki-laki itu. “Ibumu”, jawab beliau, “Kemudian siapa?” tanyanya lagi. Beliau berkata, “Ibumu.” Kemudian siapa lagi? tanya laki-laki itu.“Kemudian ayahmu”, jawab beliau. (HR. Al-Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 6447)
  • Hindarilah perbuatan durhaka terhadap kedua orang tua dan membuat keduanya marah sehingga kita merugi di dunia dan akhirat. Dan anak-anak kita akan memperlakukan kita seperti kita memperlakukan kedua orang tua Anda.
  • Apabila kita memiliki kemampuan mencari rezeki sendiri, maka bekerjalah dan bantulah kedua orang tua Anda, karena kita dan harta kita adalah milik ayah Anda.
  • Sesungguhnya kedua orang tua kita mempunyai hak atas diri Anda, dan istri kita punya hak atas diri An­da, anak-anak kita juga punya hak atas diri Anda, saudara-saudara kita juga punya hak atas diri Anda. Maka berikanlah setiap orang akan haknya. Dan berusahalah menggabungkan hak-hak tersebut walaupun terkadang berbenturan satu sama lain. Dan berikanlah hadiah-hadiah kepada keduanya baik secara terang-terangan maupun tersembunyi. Dengan Saling memberikan hadiah niscaya akan saling menyayangi dan menghilangkan rasa permusuhan.
  • Doa kedua orang tua mustajab. Maka, berusa­halah agar mendapat doa kebaikan dari kedua orang tua kita dan hindarilah doa keburukan dari keduanya atas diri Anda.
  • Beradablah terhadap sesama manusia. Barangsiapa mencela orang lain maka mereka akan mencela dirinya. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Termasuk dosa besar adalah seorang lelaki mencaci kedua orang tuanya. Yaitu seseorang mencaci ayah orang lain lalu orang tersebut balas mencaci ayah dan ibunya.” (Muttafaqun ‘alaihi)

  • Kunjungilah kedua orang tua kita semasa mereka hidup dan setelah keduanya wafat. Bersedekahlah untuk keduanya dan perbanyaklah doa untuk keduanya. Seraya mengucapkan:

“Ya Rabbi, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, ya Rabbi kasihilah keduanya sebagaimana keduanya telah membimbingku semenjak kecil.”

Demikian renungan dan nasihat yang sangat berharga, semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa berbakti kepada orang tua kita. Dan mendapatkan apa yang telah Allah janjikan kepada hamba-hamba-Nya karena berbaktinya kepada kedua orang tuanya yaitu surga. Amiin.

admin posted at 2010-3-24 Category: Ibadah, Mimbar Ilmu

20 Responses Leave a comment

  1. #1fajar @ 2010-3-24 11:22

    AMIN ya Rabbal Alamin

  2. #2junedi @ 2010-3-24 11:31

    jazakallahu ats artikelnya

  3. #3muslimah_5 @ 2010-3-24 12:43

    subhanallah.. terima kasih artikelnya. Izin copas ya..

  4. #4Abu Faiz @ 2010-3-24 12:58

    “Ya Rabbi, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, ya Rabbi kasihilah keduanya sebagaimana keduanya telah membimbingku semenjak kecil.”

  5. #5ZUL @ 2010-3-24 13:24

    YA ALLAH… BERIKANLAH KEMAMPUAN/KECUKUPAN BAGI KAMI UNTUK MEMBELANJAKAN HARTA KAMI BUAT MEREKA, AMPUNILAH AKU DAN KEDUA ORANG TUAKU, KASIHILAH MEREKA SEBAGAIMANA MEREKA MENGHASIHIKU SEWAKTU KECIL.

    Minta Ijin copy Artikelnya, Jazakullah.

  6. admin @ 2010-3-24 15:45

    Untuk saudara-saudaraku semua, silakan copas dengan mencantumkan sumber URL nya sebagai bahan pertanggungjawaban atas isinya…syukron.

  7. #6Nizar Muhammad @ 2010-3-24 17:44

    Assalamualaikum…jazakallahu khoiron kashiron sudah di ingatkan ya akhi…izin share utk ana sebarkan…insya allah bermanfaat utk ummat islam yg mungkin belum memahami ttg hak2 kedua orang tua nya.

  8. #7dian @ 2010-3-24 19:23

    Syukron atas artikelnya. ya mudah mudahan bisa menjadi renungan buat an … afwn klo jarangan onnline. nd kasi komentar

  9. #8agung bin ali akbar bin ramli @ 2010-3-25 09:47

    Jazakumullohu Khoiron atas kiriman artikelnya. Izin copas ya..

  10. #9Indah Kusuma Putri @ 2010-3-25 09:55

    Ya Allah,, ampunilah kami jika slama ini kami tlah berbuat salah & tlah menyakiti hati k-2 orang tua kami,, bimbinglah kami Ya Allah ntuk senantiasa melakukan & berbuat yg terbaik ntuk org2 yg kami kasihi terutama kpd k-2 org tua kami…

    trima kasih ntuk kiriman artikel’ny.. begthu bnyak manfaat yg saya peroleh,,

    mohon izin ntuk mngcopy artikel ni,, ntuk sahabat2 saya yg ada d facebook…

  11. #10umar fikri @ 2010-3-25 10:51

    Yaa Allah mengapa trasa berat bagi kami tuk berikan yang terbaik bagi ibu dan bapak kami,Yaa Allah berilah kemudahan pada keluarga kami dan jadikan kami anak yang berbakti kepada kedua orang tua.amiin.

  12. admin @ 2010-3-25 11:12

    @ All : bagi yang ingin copas tafadhal… Kami berharap semoga artikel-artikel kami banyak memberikan manfaat bagi saudara-saudara seaqidah..amiin.

  13. admin @ 2010-3-25 11:14

    @ dian : Afwan…Amiin… syukron akhi Dian, antum sudah menyempatkan diri untuk mampir di sela-sela kesibukan antum.

  14. #11Luay @ 2010-3-26 09:13

    “dan jangan pula berjalan di hadapannya.”

    Maksudnya bagaimana? Apakah ada dalilnya?

    Syukran artikelnya…Aplikatif sekali.

  15. admin @ 2010-3-26 11:18

    “dan jangan pula berjalan di hadapannya” maksudnya sebagai penghormatan terhadap orang tua kita. Dalam Ensiklopedi Adab Islam Menurut AL-Qur’an dan As-Sunnah, Jilid I, karya Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada juga tidak dijelaskan pula maksudnya.
    Dalam sebuah riwayat, pada suatu Shubuh, sahabat Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu ‘anhu -semoga Allah memberikan kemuliaan kepadanya- bergegas menuju masjid untuk shalat berjamaah bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam. Namun di tengah perjalanan, langkahnya terhambat oleh seorang lelaki tua berusia lanjut. Bapak tua itu berjalan lambat di depan Ali.
    Suami Fatimah binti Rasulullah itu tak ingin mendesak dan memaksa untuk mendahului bapak tua itu. Ali menghormati karena ketuaannya. Dengan sabar, Ali mengikuti langkah demi langkah bapak tua itu di belakangnya. Sebenarnya, ada keresahan dalam hati Ali. Ia khawatir, tak sempat mengikuti shalat berjamaah bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam.
    Tibalah iring-iringan Ali dan bapak tua itu di depan masjid. Ternyata, bapak tua itu tidak memasuki masjid. Barulah Ali mengetahui bahwa bapak itu bukanlah seorang Muslim, ia seorang Nasrani yang kebetulan sedang melintas. Setelah langkahnya tak terhalang, Ali bergegas memasuki masjid. Syukurlah, Ali masih sempat mengikuti raka’at terakhir.
    Seusai shalat berjama’ah, seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam, “Apa yang terjadi wahai Rasulullah? Tidak seperti biasanya, engkau memperlambat ruku’ yang terakhir?”
    Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam pun menjawab, “Ketika ruku’ dan membaca tasbih seperti biasa, aku hendak mengangkat kepalaku untuk berdiri. Tapi Jibril datang, ia membebani punggungku hingga lama sekali. Baru setelah beban itu diangkat, aku bisa mengangkat kepalaku dan berdiri.”
    “Mengapa bisa begitu ya Rasulullah?” tanya sahabat yang lain.
    “Aku sendiri tak mengetahuinya dan tak bisa menanyakan hal itu kepada Jibril,” jawab beliau Shalallahu ‘alaihi wa Sallam.
    Maka, datanglah Jibril kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam dan menjelaskan apa yang terjadi. “Wahai Muhammad! Sesungguhnya tadi itu karena Ali tergesa-gesa mengejar shalat berjama’ah, tapi terhalang oleh seorang laki-laki Nasrani tua. Ali menghormatinya dan tak berani mendahului langkah orang tua itu. Ali memberi hak orang tua itu untuk berjalan lebih dulu. Maka, Allah memerintahkanku untuk menetapkanmu dalam keadaan ruku’ hingga Ali bisa menyusul shalat berjama’ah bersamamu.”
    Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Itulah derajat orang yang memuliakan orang tua, meski orang tua itu seorang Nasrani.”
    Wallahu A’lam bi Shawab.

  16. #12zulkifli @ 2010-3-26 16:56

    ROBBANA AATINA FIDDUNYA HASANAH WAFIL AAKHIROTI HASANAH WAQINAA ‘ADZAA BANNAAR…

  17. #13nurhuda ayub @ 2010-3-28 10:41

    amin ya Rabbal ‘alamin..mudah-mudahan kita semua menjadi anak soleh dan solehah yang berbakti kepada kedua orang tua..subhanallah,sangat tersentuh jiwa ini dengan kisah saidina Ali..begitu tinggi darjat orang yang menhormati orang tua disisi Allah..moga kita tergolong dalam golongan orang yang mendapat keredhaan Allah,amin..syukran atas post ini.

  18. #14mbah @ 2010-3-28 21:59

    susah juga ya!

  19. #15Abdul muhsin @ 2010-4-18 15:20

    jazakallohu khoiron atas semua nasehat-nasehat berharganya?

  20. #16Budi Rakasiwi @ 2010-5-15 20:22

    YA ALLAH, ampunilah dosa2 ke2 orang tuaku, berikan mereka kesehatan, jauhkanlah mereka dari segala penyakit dan berikan mereka petunjuk dan HIDAYAHMU agar mereka menjadi orang2 yang SOLEH dan TAQWA.

    Amin YA ALLAH

Leave a Reply

(Ctrl + Enter)