<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: PESAN-PESAN BERHARGA DALAM BERBAKTI KEPADA ORANG TUA</title>
	<atom:link href="http://an-naba.com/pesan-pesan-berharga-dalam-berbakti-kepada-orang-tua/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://an-naba.com/pesan-pesan-berharga-dalam-berbakti-kepada-orang-tua/</link>
	<description>Penerbit Buku Islami &#124; Terdepan Dalam Kualitas</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Jan 2012 06:39:39 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: Budi Rakasiwi</title>
		<link>http://an-naba.com/pesan-pesan-berharga-dalam-berbakti-kepada-orang-tua/comment-page-1/#comment-2329</link>
		<dc:creator>Budi Rakasiwi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 May 2010 13:22:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://an-naba.com/?p=1502#comment-2329</guid>
		<description>YA ALLAH, ampunilah dosa2 ke2 orang tuaku, berikan mereka kesehatan, jauhkanlah mereka dari segala penyakit dan berikan mereka petunjuk dan HIDAYAHMU agar mereka menjadi orang2 yang SOLEH dan TAQWA.

Amin YA ALLAH</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>YA ALLAH, ampunilah dosa2 ke2 orang tuaku, berikan mereka kesehatan, jauhkanlah mereka dari segala penyakit dan berikan mereka petunjuk dan HIDAYAHMU agar mereka menjadi orang2 yang SOLEH dan TAQWA.</p>
<p>Amin YA ALLAH</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abdul muhsin</title>
		<link>http://an-naba.com/pesan-pesan-berharga-dalam-berbakti-kepada-orang-tua/comment-page-1/#comment-2091</link>
		<dc:creator>Abdul muhsin</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2010 08:20:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://an-naba.com/?p=1502#comment-2091</guid>
		<description>jazakallohu khoiron atas semua nasehat-nasehat berharganya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jazakallohu khoiron atas semua nasehat-nasehat berharganya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mbah</title>
		<link>http://an-naba.com/pesan-pesan-berharga-dalam-berbakti-kepada-orang-tua/comment-page-1/#comment-1893</link>
		<dc:creator>mbah</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Mar 2010 14:59:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://an-naba.com/?p=1502#comment-1893</guid>
		<description>susah juga ya!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>susah juga ya!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nurhuda ayub</title>
		<link>http://an-naba.com/pesan-pesan-berharga-dalam-berbakti-kepada-orang-tua/comment-page-1/#comment-1884</link>
		<dc:creator>nurhuda ayub</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Mar 2010 03:41:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://an-naba.com/?p=1502#comment-1884</guid>
		<description>amin ya Rabbal &#039;alamin..mudah-mudahan kita semua menjadi anak soleh dan solehah yang berbakti kepada kedua orang tua..subhanallah,sangat tersentuh jiwa ini dengan kisah saidina Ali..begitu tinggi darjat orang yang menhormati orang tua disisi Allah..moga kita tergolong dalam golongan orang yang mendapat keredhaan Allah,amin..syukran atas post ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>amin ya Rabbal &#8216;alamin..mudah-mudahan kita semua menjadi anak soleh dan solehah yang berbakti kepada kedua orang tua..subhanallah,sangat tersentuh jiwa ini dengan kisah saidina Ali..begitu tinggi darjat orang yang menhormati orang tua disisi Allah..moga kita tergolong dalam golongan orang yang mendapat keredhaan Allah,amin..syukran atas post ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: zulkifli</title>
		<link>http://an-naba.com/pesan-pesan-berharga-dalam-berbakti-kepada-orang-tua/comment-page-1/#comment-1864</link>
		<dc:creator>zulkifli</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 09:56:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://an-naba.com/?p=1502#comment-1864</guid>
		<description>ROBBANA AATINA FIDDUNYA HASANAH WAFIL AAKHIROTI HASANAH WAQINAA &#039;ADZAA BANNAAR...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ROBBANA AATINA FIDDUNYA HASANAH WAFIL AAKHIROTI HASANAH WAQINAA &#8216;ADZAA BANNAAR&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: admin</title>
		<link>http://an-naba.com/pesan-pesan-berharga-dalam-berbakti-kepada-orang-tua/comment-page-1/#comment-1862</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 04:18:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://an-naba.com/?p=1502#comment-1862</guid>
		<description>&quot;dan jangan pula berjalan di hadapannya&quot; maksudnya sebagai penghormatan terhadap orang tua kita. Dalam Ensiklopedi Adab Islam Menurut AL-Qur&#039;an dan As-Sunnah, Jilid I, karya Syaikh &#039;Abdul &#039;Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada juga tidak dijelaskan pula maksudnya.
Dalam sebuah riwayat, pada suatu Shubuh, sahabat Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu &#039;anhu -semoga Allah memberikan kemuliaan kepadanya- bergegas menuju masjid untuk shalat berjamaah bersama Rasulullah Shalallahu &#039;alaihi wa Sallam. Namun di tengah perjalanan, langkahnya terhambat oleh seorang lelaki tua berusia lanjut. Bapak tua itu berjalan lambat di depan Ali.
Suami Fatimah binti Rasulullah itu tak ingin mendesak dan memaksa untuk mendahului bapak tua itu. Ali menghormati karena ketuaannya. Dengan sabar, Ali mengikuti langkah demi langkah bapak tua itu di belakangnya. Sebenarnya, ada keresahan dalam hati Ali. Ia khawatir, tak sempat mengikuti shalat berjamaah bersama Rasulullah Shalallahu &#039;alaihi wa Sallam.
Tibalah iring-iringan Ali dan bapak tua itu di depan masjid. Ternyata, bapak tua itu tidak memasuki masjid. Barulah Ali mengetahui bahwa bapak itu bukanlah seorang Muslim, ia seorang Nasrani yang kebetulan sedang melintas. Setelah langkahnya tak terhalang, Ali bergegas memasuki masjid. Syukurlah, Ali masih sempat mengikuti raka&#039;at terakhir.
Seusai shalat berjama&#039;ah, seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Shalallahu &#039;alaihi wa Sallam, &quot;Apa yang terjadi wahai Rasulullah? Tidak seperti biasanya, engkau memperlambat ruku&#039; yang terakhir?&quot;
Rasulullah Shalallahu &#039;alaihi wa Sallam pun menjawab, &quot;Ketika ruku&#039; dan membaca tasbih seperti biasa, aku hendak mengangkat kepalaku untuk berdiri. Tapi Jibril datang, ia membebani punggungku hingga lama sekali. Baru setelah beban itu diangkat, aku bisa mengangkat kepalaku dan berdiri.&quot;
&quot;Mengapa bisa begitu ya Rasulullah?&quot; tanya sahabat yang lain.
&quot;Aku sendiri tak mengetahuinya dan tak bisa menanyakan hal itu kepada Jibril,&quot; jawab beliau Shalallahu &#039;alaihi wa Sallam.
Maka, datanglah Jibril kepada Rasulullah Shalallahu &#039;alaihi wa Sallam dan menjelaskan apa yang terjadi. &quot;Wahai Muhammad! Sesungguhnya tadi itu karena Ali tergesa-gesa mengejar shalat berjama&#039;ah, tapi terhalang oleh seorang laki-laki Nasrani tua. Ali menghormatinya dan tak berani mendahului langkah orang tua itu. Ali memberi hak orang tua itu untuk berjalan lebih dulu. Maka, Allah memerintahkanku untuk menetapkanmu dalam keadaan ruku&#039; hingga Ali bisa menyusul shalat berjama&#039;ah bersamamu.&quot;
Kemudian Rasulullah Shalallahu &#039;alaihi wa Sallam bersabda, &quot;Itulah derajat orang yang memuliakan orang tua, meski orang tua itu seorang Nasrani.&quot;
Wallahu A&#039;lam bi Shawab.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;dan jangan pula berjalan di hadapannya&#8221; maksudnya sebagai penghormatan terhadap orang tua kita. Dalam Ensiklopedi Adab Islam Menurut AL-Qur&#8217;an dan As-Sunnah, Jilid I, karya Syaikh &#8216;Abdul &#8216;Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada juga tidak dijelaskan pula maksudnya.<br />
Dalam sebuah riwayat, pada suatu Shubuh, sahabat Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu &#8216;anhu -semoga Allah memberikan kemuliaan kepadanya- bergegas menuju masjid untuk shalat berjamaah bersama Rasulullah Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam. Namun di tengah perjalanan, langkahnya terhambat oleh seorang lelaki tua berusia lanjut. Bapak tua itu berjalan lambat di depan Ali.<br />
Suami Fatimah binti Rasulullah itu tak ingin mendesak dan memaksa untuk mendahului bapak tua itu. Ali menghormati karena ketuaannya. Dengan sabar, Ali mengikuti langkah demi langkah bapak tua itu di belakangnya. Sebenarnya, ada keresahan dalam hati Ali. Ia khawatir, tak sempat mengikuti shalat berjamaah bersama Rasulullah Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam.<br />
Tibalah iring-iringan Ali dan bapak tua itu di depan masjid. Ternyata, bapak tua itu tidak memasuki masjid. Barulah Ali mengetahui bahwa bapak itu bukanlah seorang Muslim, ia seorang Nasrani yang kebetulan sedang melintas. Setelah langkahnya tak terhalang, Ali bergegas memasuki masjid. Syukurlah, Ali masih sempat mengikuti raka&#8217;at terakhir.<br />
Seusai shalat berjama&#8217;ah, seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam, &#8220;Apa yang terjadi wahai Rasulullah? Tidak seperti biasanya, engkau memperlambat ruku&#8217; yang terakhir?&#8221;<br />
Rasulullah Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam pun menjawab, &#8220;Ketika ruku&#8217; dan membaca tasbih seperti biasa, aku hendak mengangkat kepalaku untuk berdiri. Tapi Jibril datang, ia membebani punggungku hingga lama sekali. Baru setelah beban itu diangkat, aku bisa mengangkat kepalaku dan berdiri.&#8221;<br />
&#8220;Mengapa bisa begitu ya Rasulullah?&#8221; tanya sahabat yang lain.<br />
&#8220;Aku sendiri tak mengetahuinya dan tak bisa menanyakan hal itu kepada Jibril,&#8221; jawab beliau Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam.<br />
Maka, datanglah Jibril kepada Rasulullah Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam dan menjelaskan apa yang terjadi. &#8220;Wahai Muhammad! Sesungguhnya tadi itu karena Ali tergesa-gesa mengejar shalat berjama&#8217;ah, tapi terhalang oleh seorang laki-laki Nasrani tua. Ali menghormatinya dan tak berani mendahului langkah orang tua itu. Ali memberi hak orang tua itu untuk berjalan lebih dulu. Maka, Allah memerintahkanku untuk menetapkanmu dalam keadaan ruku&#8217; hingga Ali bisa menyusul shalat berjama&#8217;ah bersamamu.&#8221;<br />
Kemudian Rasulullah Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda, &#8220;Itulah derajat orang yang memuliakan orang tua, meski orang tua itu seorang Nasrani.&#8221;<br />
Wallahu A&#8217;lam bi Shawab.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Luay</title>
		<link>http://an-naba.com/pesan-pesan-berharga-dalam-berbakti-kepada-orang-tua/comment-page-1/#comment-1861</link>
		<dc:creator>Luay</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 02:13:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://an-naba.com/?p=1502#comment-1861</guid>
		<description>&quot;dan jangan pula berjalan di hadapannya.&quot;

Maksudnya bagaimana? Apakah ada dalilnya?

Syukran artikelnya...Aplikatif sekali.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;dan jangan pula berjalan di hadapannya.&#8221;</p>
<p>Maksudnya bagaimana? Apakah ada dalilnya?</p>
<p>Syukran artikelnya&#8230;Aplikatif sekali.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: admin</title>
		<link>http://an-naba.com/pesan-pesan-berharga-dalam-berbakti-kepada-orang-tua/comment-page-1/#comment-1857</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 04:14:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://an-naba.com/?p=1502#comment-1857</guid>
		<description>@ dian : Afwan...Amiin... syukron akhi Dian, antum sudah menyempatkan diri untuk mampir di sela-sela kesibukan antum.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ dian : Afwan&#8230;Amiin&#8230; syukron akhi Dian, antum sudah menyempatkan diri untuk mampir di sela-sela kesibukan antum.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: admin</title>
		<link>http://an-naba.com/pesan-pesan-berharga-dalam-berbakti-kepada-orang-tua/comment-page-1/#comment-1856</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 04:12:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://an-naba.com/?p=1502#comment-1856</guid>
		<description>@ All : bagi yang ingin copas tafadhal... Kami berharap semoga artikel-artikel kami banyak memberikan manfaat bagi saudara-saudara seaqidah..amiin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ All : bagi yang ingin copas tafadhal&#8230; Kami berharap semoga artikel-artikel kami banyak memberikan manfaat bagi saudara-saudara seaqidah..amiin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: umar fikri</title>
		<link>http://an-naba.com/pesan-pesan-berharga-dalam-berbakti-kepada-orang-tua/comment-page-1/#comment-1855</link>
		<dc:creator>umar fikri</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 03:51:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://an-naba.com/?p=1502#comment-1855</guid>
		<description>Yaa Allah mengapa trasa berat bagi kami tuk berikan yang terbaik bagi ibu dan bapak kami,Yaa Allah berilah kemudahan pada keluarga kami dan jadikan kami anak yang berbakti kepada kedua orang tua.amiin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yaa Allah mengapa trasa berat bagi kami tuk berikan yang terbaik bagi ibu dan bapak kami,Yaa Allah berilah kemudahan pada keluarga kami dan jadikan kami anak yang berbakti kepada kedua orang tua.amiin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

