Rahasia Ikhlas dalam Beramal

Setan senantiasa menghalangi langkah manusia untuk merusak amal shalih mereka, dan seorang mukmin akan senantiasa ber jihad melawan musuhnya hingga ia berjumpa dengan Rabb-nya kelak dalam keadaan beriman dan ikhlas semata karena-Nya dalam setiap amalnya. Diantara hal-hal yang dapat menimbulkan keikhlasan adalah:

1.    Doa

Umar bin Khaththab Radhiyallahu’anhu senantiasa berdoa dengan bacaan:

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ عَمَلِي كُلَّهُ صَالِحًا, وَاجْعَلْهُ لِوَجْهِكَ خَالِصًا, وَلاَ تَجْعَلْ لأَحَدٍ فِيْهِ شَيْئاً

“Ya Allah jadikanlah amalku shalih semuanya, dan jadikanlah ia ikhlas karena-Mu, dan janganlah Engkau jadikan untuk seseorang dari amal itu sedikitpun”.

2.    Menyembunyikan Amal

Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam bersabda:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِى ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ الإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِى عِبَادَةِ رَبِّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِى الْمَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِى اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّى أَخَافُ اللَّهَ. وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

“Ada tujuh golongan yang Allah akan menaungi mereka di bawah naungan ‘Arsy-Nya di hari tiada naungan selain naungan-Nya: pemimpin yang adil, seorang pemuda yang dibesarkan dalam nuansa beribadah kepada Allah, seorang laki-laki yang hatinya selalu terikat dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya bertemu dan berpisah karen-Nya, seorang laki-laki yang diajak berzina oleh wanita yang cantik dan terpandang lalu (menolaknya dan) mengatakan, “Aku takut kepada Allah”, dan seseorang yang bersedekah dengan sesuatu lalu ia berusaha menutupinya sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (Muttafaq ‘alaih).

Bisyr Ibnul Harits berkata, “Jangan kau beramal supaya dikenang. Sembunyikanlah kebaikanmu seperti kamu menyembunyikan kejelekanmu.”

3.    Memperhatikan Amalan Mereka yang Terbaik

Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman:

“Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah, “Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Qur’an)”. Al-Qur’an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk segala ummat.” (QS. Al-An’aam: 90).

Bacalah biografi orang-orang shaleh dari kalangan para ulama’, ahli ibadah, orang-orang terpandang dan orang-orang yang zuhud; karena hal itu lebih berkesan untuk menambah keimanan dalam hati.

4.    Memandang Remeh apa yang telah Diamalkan

Sa’id bin Jubair berkata, “Ada seseorang yang masuk surga karena sebuah maksiat yang dilakukannya; dan ada seseorang yang masuk neraka karena sebuah kebaikan yang dilakukannya.” Orang-orang pun bertanya keheranan, “Bagaimana bisa begitu?” Maka lanjutnya, “Seseorang melakukan kemaksiatan kemudian setelah itu ia senantiasa takut dan cemas terhadap siksa Allah karena dosanya itu, kemudian ia menghadap Allah lalu Allah mengampuninya karena rasa takutnya kepada-Nya; dan seseorang berbuat suatu kebaikan lalu ia senantiasa mengaguminya, kemudian ia pun menghadap Allah dengan sikapnya itu maka Allah pun mencampakkannya ke dalam neraka.”

5.    Merasa Khawatir jika Amalnya tidak Diterima

Anggaplah remeh semua amalan yang telah Anda perbuat; kemudian jadilah Anda orang yang senantiasa khawatir jika amal Anda tidak diterima.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

“Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari Kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.” (QS. An-Nahl: 92).

Ibnu Katsier menjelaskan dalam tafsirnya: “Yaitu mereka memberikan suatu pemberian dengan rasa khawatir dan resah kalau-kalau pemberian mereka tidak diterima; berangkat dari kekhawatiran mereka kalau mereka belum benar-benar memenuhi syarat diterimanya suatu pemberian.”

Al-Imam Ahmad bin Hambal dan At-Tirmidzi meriwayatkan bahwa Ummul Mukminin ‘Aisyah Radhiyallahu’anha berkata, “Ya Rasulullah, (firman Allah yang berbunyi):

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka.” (QS. Al-Mukminun: 60).

Apakah orang itu orang yang kerjaannya mencuri, berzina dan meminum khamr lalu ia takut bila bertemu Allah kelak?” Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam menjawab, “Bukan begitu wahai puteri Ash-Shiddieq! Akan tetapi mereka adalah orang yang senantiasa shalat, shiyam dan bersedekah, tetapi mereka khawatir kalau-kalau amalan mereka tidak diterima Allah.”

6.    Tidak Terpengaruh dengan Ucapan Orang

Ibnul Jauzy berkata, “Bersikap acuh terhadap orang lain serta menghapus pengaruh dari hati mereka dengan tetap beramal shaleh disertai niat yang ikhlas dengan berusaha untuk menutup-nutupinya adalah sebab utama yang mengangkat kedudukan orang-orang yang mulia.”

7.    Senantiasa ingat Bahwa Surga dan Neraka bukan Milik Manusia

Apabila seseorang selalu ingat bahwa orang-orang yang selalu menjadi pusat perhatian (niat)nya dalam beramal akan sama-sama berdiri bersamanya di padang Mahsyar kelak dalam keadaan takut dan telanjang bulat, ia akan sadar bahwa meniatkan suatu amal karena mereka adalah tidak pada tempatnya. Bagaimana tidak? Toh mereka seluruhnya tidak kuasa meringankan atasnya dari kedahsyatan padang Mahsyar! Bahkan mereka sama-sama berada dalam kegalauan tersebut… Jikalau Anda menyadari akan hal ini, Anda akan sadar pula bahwa mengikhlaskan amal berarti tidak meniatkannya melainkan bagi Dzat yang memiliki surga dan neraka semata.

Maka wajib atas seorang mukmin untuk meyakini bahwa manusia tidak dapat memasukkan Anda ke dalam Surga; merekapun tidak akan kuasa mengeluarkan Anda dari Neraka ketika Anda meminta mereka untuk itu. Sekalipun seluruh manusia mulai dari Nabi Adam ‘Alaihissalam hingga manusia terakhir berkumpul dan berdiri di belakang Anda, mereka tidak akan mampu mendekatkan Anda ke dalam Surga selangkahpun! Jadi, apa gunanya menaruh perhatian kepada mereka dalam beramal kalau mereka tidak berguna sedikitpun bagi Anda?

Ibnu Rajab berkata, “Barangsiapa shalat, puasa dan berdzikir namun ia meniatkannya untuk mencari perniagaan dunia, maka tidak ada kebaikan sedikit pun pada orang itu; yang demikian itu karena ia mendapat dosa karenanya sehingga amalan tersebut tidak bermanfaat baginya, dan tidak pula bagi orang lain”.

Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa beramal karena riya’ maka Allah akan memperlihatkan kepada manusia bahwa orang tersebut beramal karena riya’.” (HR. Muslim).

8.    Ingatlah bahwa Anda akan Berada dalam Kubur Sendirian

Jiwa akan menjadi baik bila senantiasa ingat akan tempat kembalinya. Jika seorang hamba ingat bahwa ia akan berbantalkan tanah sendirian dalam kuburnya tanpa ada teman yang menghibur, ingat bahwa tidak ada yang berguna baginya selain amal shalehnya, ingat bahwa seluruh manusia tidak berdaya meringankan sedikit pun siksa kubur darinya, ingat bahwa seluruh urusannya berada di tangan Allah, ketika itulah ia yakin bahwa tidak ada yang dapat menyelamatkannya kecuali dengan mengikhlaskan seluruh amalnya hanya kepada Allah Yang Maha Pencipta semata.

Ibnul Qayyim berkata, “Bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan perjumpaan dengan Allah merupakan bekal yang paling bermanfaat dan paling menghantarkan seseorang untuk mencapai keistiqamahan; karena orang yang siap menghadap Allah hatinya akan terputus dari dunia dan seluruh isinya.”

Disadur dari buku

Judul Buku  :  Langkah Pasti Menuju Bahagia

Penulis        :  Dr. Abdul Muhsin bin Muhammad Al-Qaasim

Penerbit      :  Pustaka An-Naba

Tebal           :  256 halaman

Harga          :  Rp 38.500,00

VN:F [1.9.6_1107]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.6_1107]
Rating: 0 (from 0 votes)

admin posted at 2008-11-18 Category: Ibadah, Mimbar Ilmu

Facebook comments:

Comments