SEDEKAH ABDURRAHMAN BIN AUF
Salah satu sifat mulia dan disukai Allah adalah sedekah. Memberikan sebagian harta ataupun apa yang kita punya untuk orang lain. Rasulullah SAW banyak memiliki sahabat yang pemurah. Salah satunya adalah Abdurrahman bin Auf. Dia terkenal dengan kedermawannya sehingga Rasulullah menyebutnya kelak sebagai ahli surga. Salah satu kisah sedkahnya yang legendaris.
Pada suatu hari, saat kota Madinah sunyi senyap, debu tebal berwarna kekuningan mengepul dan mendekat dari berbagai penjuru kota mendekati pintu-pintu kota Madinah. Orang menyangka badai pasir tengah datang tengah datang. Tapi ternyata debu berasal dari kafilah dagang yang sangat yang sangat besar berupa 700 ekor unta penuh muatan memadati jalanan Madinah.
Orang-orang segera keluar melihat pemandangan yang menakjubkan itu. Ini adalah kafilah milik Abdurrahman bin Auf ra yang baru saja datang dari syam membawa barang dagangan miliknya.
Mendengar kedatangan kafilah Abdurrahman bin Auf itu, Aisyah ra menggeleng-gelengkan kepala, dan berkata,” Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda,’ Aku bermimpi melihat Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak’.” (Al-Kanz, no. 33500)
Sebagian sahabat menyampaikan berita ini kepada Abdurrahman bin Auf. Mendengar itu, Ia teringat perkataan Rasulullah yang pernah berkata,” Wahai Abdurrahman bin Auf, sesungguhnya kamu termasuk kaum yang kaya raya dan kamu akan masuk ke surga dengan merangkak. Oleh karena itu pinjamkanlah sesuatu pinjaman kepada Allah sehingga membebaskan kedua telapak kakimu.” (HR. Al-Hakim,3/311 dan Al-Hiyan, 1/99)
Abdurrahman bin Auf pun pergi kerumah Aisyah ra dan berkata,” Sungguh engkau telah menyebutkan suatu hadits yang tak akan pernah aku lupakan. Aku bersaksi bahwa kafilah ini berikut muatan dan pelananya aku Infakkan di jalan Allah.” Muatan itu dibagi-bagikan kepada penduduk Madinah dan sekitarnya.
Dilain waktu, Abdurrahman bin Auf ra menjual tanah seharga 40.000 dinar, kemudian membagikan semuanya kepada Bani Zahrah, untuk istri Rasulullah, dan kaum fakir dikalangan kaum muslimin. Suatu hari dia memberikan untuk pasukan kaum muslimin sebanyak 500 kuda. Pada hari yang lain memberikan sebanyak 1500 unta. Ketika meninggal, ia mewasiatkan sebanyak 50.000 dinar dijalan Allah. Ia mewasiatkan untuk masing-masing orang yang masih hidup dari perang Badar adalah 400 dinar. Bahkan sahabat Usman bin Affan pun mengambil bagiannya dari wasiat tersebut seraya berkata,” Harta Abdurrahman adalah bersih dan halal, menikamti harta tersebut mejadi kesembuhan dan keberkahan.”
Saat menjelang ajalnya, Allah menurunkan ketenteraman-Nya pada Abdurrahman sehingga wajahnya berbinar-binar dengan cahaya. Seloah ia mendengar sesuatu yang menyejukkan dan dekat dengannya. Seperti ia mendengar suara sabda Rasullullah masa lalu,” Abdurrahman bi Auf masuk surga.”
Ia seakan mendengar janji Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat ayat 262 yaitu bagi yang memberikan harta dijalan Allah tidak akan bersedih, karena memperoleh pahala di sisi-Nya.
bersambung..




subhanallah. ada banyak pelajaran dari kisah itu. keutamaan sahabat, keutamaan sedekah, semangat sahabat menggapai surga yang melebihi semua keinginannya terhadap dunia, dan lain-lain.
tapi ada beberapa kritik. penulisan radhiyallahu ‘anhu dengan ra, dan kurangnya keterangan tentang periwayatan hadits/atsar.
Jazakumullahu khairan
Subhanalloh… betapa mulianya kamu salaf.. semoga Allah meneguhkan hati ini untuk selalu meneladani mereka, untuk selalu berinfaq d’jalan Nya& hanya untuk Nya, seperti beliau radhiyallohu ‘anhum..
Barokallohu fiikum..
subhanalloh..sesungguhnya janji Alloh itu adlah benar
syukron…….
jazakumulloh khayron katsir atas artikel2 an-naba,ana izin copas untuk berbagi dengan saudara/saudari muslim yg lain,barakallohufiikum,di tunggu artikel2 yg lain,semoga Allah `azza wa jalla memudahkan segala urusan kita,amiin
terima kasih atas kiriman artikelnya,,
Syukran untUk kiriman artikelnya
alhmdulillh………
trimakasih … artikelnya bagus sekali,, dn men9ingatkanku juga untuk sering bersedekah..
semoga Allah melimpahkan rahmat_Nya kpd kita semua…
Amin….
klo ada kisah muamalah abdurrahman terhadap pegawainya …bisa tu jadi ibroh kita. ada gak ya ceritanya??
subhanALLAh.. smg kita semua termasuk orang2 yg sll bersedekah d jln ALLAH SWT.. amiiin..
Terima kasih kiriman artikel ini bermanfaat sekali
subhanallah allah sungguh maha besar..janji allah itu benar
SUBHANALLAH, hanya janji ALLAH yg pasti, & hnya orang” beriman yg yakin & rela dgn sgala ketetapan-NYA. moga Qt tetap istiqomah, meski tak sebanyak pendahulu Qt, dgn apa yg Qt pny…
Syukron katsir atas artikelny
alhamdulillah an-naba sudah membuka sms online lg.
syukron, barokallohulaka
bismillah. subhanAlloh akhi “Harta Abdurrahman adalah bersih dan halal, menikamti harta tersebut mejadi kesembuhan dan keberkahan.” ya Alloh janganlah kau jadikan kami menjadi hamba-hamba Mu yang kikir, melainkan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang selalu menginfakkan hartanya di jalan Alloh. amin. barakallohufiik.
subhanallah. apakah masih ada orang sepeti itu di zaman sekarang ini.