Sifat yang Mulia

Kejujuran adalah sifat yang agung, akhlak yang mengelokkan pemiliknya dan mengangkat sebutanya. Orang yang jujur selalu dicintai manusia. Barang siapa yang banyak jujurnya, niscaya “bersinarlah” hatinya dan kuatlah “pandangannya”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dikenal dengan kejujuran dan amanahnya, bahkan sebelum beliau menjadi Nabi.
“Sesungguhnya kejujuran mengantarkan kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan kepada surga. Sesungguhnya seseorang biasa berlaku jujur hingga ia disebut shiddiq (orang yang senantiasa jujur). Sedang dusta mengantarkan kepada perilaku menyimpang (dzalim) dan perilaku menyimpang mengantarkan kepada neraka. Sesungguhnya seseorang biasa berlaku dusta hingga ia disebut pendusta besar.”
Untaian kata-kata di atas adalah hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu yang terhimpun dalam Kitab Hadits Bukhari, Muslim dan Tirmidzi. (HR Bukhari dalam shahihnya bab Adab); (HR Muslim dalam shahihnya bab Al-Birr); (HR Tirmidzi dalam sunannya bab Al-Birr).
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman,bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur”, (QS: At-Taubah: 119). Dalam ayat lain, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Jikalau mereka jujur kepada Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka”, (QS: Muhammad: 21)
“Jujur ialah kesesuaian ucapan dengan hati kecil dan kenyataan objek yang dikatakan” (Fathul Baari, jilid X).
Berkaitan dengan makna hadits di atas, para ulama mengatakan bahwa sikap jujur dapat mengantarkan kepada amal shaleh yang murni dan selamat dari celaan. Sedang kata “al-birr” (kebaikan) adalah istilah yang mencakup seluruh kebaikan. Pendapat lain mengatakan bahwa “al-birr” berarti surga, sedangkan dusta dapat mengantarkan kepada perilaku menyimpang (kedzaliman).
“ Janganlah engkau melihat kualitas diri seseorang itu dari panjang rukuk dan sujudnya, tetapi lihatlah dari kejujuran dan kesetiaan dalam menjalankan amanah”, demikian nasihat Imam Ja’far Ash-Shadiq. Hal ini sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala , yang artinya : “ Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(-Nya), mereka itu akan bersama-sama orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shadiqin (orang-orang jujur dan mencintai kebenaran), orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang yang shaleh. Dan mereka itu teman sebaik-baiknya”, (QS. An-Nisa: 69). Sikap jujur termasuk keharusan di antara sekian keharusan yang harus diterapkan, dia menjadi fundamen penting dalam membangun komunitas masyarakat. Tanpa sikap jujur, seluruh ikatan masyarakat akan terlepas, karena tidak mungkin membentuk suatu komunitas masyarakat sedang mereka tidak berhubungan sesamanya dengan jujur.
Hakikat kejujuran adalah meraih sesuatu dengan sempurna, menyempurnakan kekuatan dan menyatukan seluruh bagiannya. Kejujuran ada pada niat, ucapan dan amalan. Sikap jujur merupakan naluri dari setiap manusia. Cukup sebagai bukti bahwa anak kecil jika diceritakan tentang sosok seorang yang jujur di satu sisi, dan di sisi lain diceritakan sosok seorang pendusta, engkau lihat, dia akan menyukai orang jujur dan membenci pendusta.
Imam Fudhail bin Iyadh berkata: “Seseorang tidak berhias dengan sesuatu yang lebih utama daripada kejujuran (Hilyatul Auliya, jilid VIII).
Ibnul Qayyim Al Jauziyah, menyatakan, orang jujur yang kuat, adalah orang yang betah bersama Allah, baik pada saat banyak orang maupun pada saat menyendiri. Beliau berkata, “Adapun orang yang betah bersama Allah saat menyendiri saja, tak pernah betah tat kala banyak orang adalah orang jujur namun lemah. Dan orang yang betah bersama Allah di tengah orang banyak, namun tidak betah tat kala menyendiri dan sepi, ia orang sakit.”
“Akhlak terpuji bersumber dari sabar, berani, adil, pemuarh, penyantun, pemaaf, memelihara kesucian, tabah, mendahulukan orang lain, jujur, menghargai jasa orang lain” kata Ibnul Qayyim. Sedangkan sumber akhlak tercela, beliau menunjukkan kibr (sombong) yang melahirkan bangga diri, zalim, hasad, ujub, tirani, senang popularitas, rakus, licik dan kikir
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kita petunjuk, kekuatan dan hidayah-Nya agar bisa memiliki sifat mulia (jujur) ini dan mempertahankannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi amal shaleh yang akan mengantar kita kepada Jannah-Nya. Amiin.
______________
Dikutip dari buku “Catatan Harian Mukmin Sejati” yang ditulis oleh Abdul Ilahbin Sulaiman Ath-Thayyar. Penerbit: An-Naba Solo
Tweet







syukron kastiir…………..
Sejujurnya,
ini artikel yang bermanfaat.
Subhanallah, artikel yang bermanfaat sekali. Izin copas ya.. Terima kasih..
terimakasih ya..bagus,,,mudah2 an bs mengamalkan,,amin
Jazakallah khoir.. semoga Allah memberikan ku Hidayah agar bisa memiliki sifat jujur ini dan mempertahankannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi amal shaleh yang akan mengantar kita kepada Jannah-Nya. Amiin.
jujur kata yang mudah dibibir namun sulit dihati,,
syukron zjakallah kahoir. atas artikelnya. mudah mudahan sms penyejuk hatinya tetap bisa di sebar alna an setiap saat merindukan nasehat yang penuh hikmah
JazakAllah khoir,,,,mksh buat artikel ny^_^,,,sy blh rekues artikel ttg takdir g akh?soalny akhir2 ini sdg ingin mmplajari mslh qadha n qadar,,,:)
Jazakallahu Khair atas artikelnya,dizaman skrg ini mencari orang yang jujur sepertinya sulit sekali,sedangkan mencari orang yang pintar banyak.ketika orang orang pintar yang tidak jujur memegang suatu jabatan,maka terjadilah apa yang disebut dengan korupsi yang menyengsarakan rakyat indonesia.semoga Allah menjaga hati ana untuk selalu menjaga kejujuran.
Jazakalloh khoyr…
Artikel yang sangat bagus..
subhanallah…jazakallah….atas tulisannya…moga bisa mengamalkan dan istiqomah…amin
Artikelnya bagus dan sangat bermanfaat
trimakasih atas artikelnya….
ini dpt mnjadi motivasi agar kita slalu berkata ju2r….!!!
trimakasih atas artikelnya….
Ya allah ajarilah kami Untuk selalu bersikap jujur dalam hidup ini.
Subhanallah, mudah2an kita dibimbing oleh Allah agar senantiasa bersikap jujur ^_^ jazakallah artikel ini sangat bermanfaat,,
asslmualaikum.afwan boleh di copy ga’materinya mau dibaca2 di rumah nih???
maksutnya meng-copy.
Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarokaatuh, silahkan akhi….., smoga bermanfaat.
TERIMA KASIH SAUDARAKU,,ARTIKEL INI TELAH MENGINGATKAN DAN MENGUATKANKU,SEMOGA ALLAH MEMBALASNYA DENGAN YANG LEBIH BAIK..JAZAKUMULLAHU KATSIRAN
Smg bs d aplikasikan. Jazakallahu khairan
Assalamu’alaykum WrWb ^_^
Jazakallah Khair
.
Semoga ALLAH selalu mmbri qt smua petunjuk, kekuatan dan kemudahan serta hidayah-NYA untuk selalu berbuat kebaikan dan perbuatan yang mulia kapanpun & dimanapun kita berada . Aamiin Ya RABB *_*
izin copas yia .
Syukron Katsir
jazakumulloh atas artikelnya.