Taubat Jalan Pintas Menebus Dosa
Kita adalah insan yang kerap kali khilaf dan lupa. Sungguh banyak dosa dan kesalahan yang kita lakukan, baik yang sengaja maupun yang tidak disengajaTaubat adalah sebuah kata yang agung dan memiliki makna yang dalam. Tidak sebagaimana yang disangka oleh kebanyakan orang bahwa taubat hanya pemanis bibir, sembari terus-menerus bergelimang dalam dosa. Sesungguhnya Allah Ta’ala memerintahkan kepada seluruh orang-orang yang beriman untuk bertaubat. Allah berfirman “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS.An-Nur:31)
Firman Allah yang lain “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabb-mu dan bertaubat kepada-Nya”.(QS.Hud:3). Adapun sekarang manusia telah jauh dari dien Allah, maka menjadi lumrahlah kemaksiatan dan kerusakanpun merajalela, hingga tak seorangpun tak terkotori oleh dosa-dosa, kecuali orang yang dijaga oleh Allah Ta’ala. Dan sesungguhnya Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk bertaubat sebelum maut menjemput atau ruh meninggalkan jasad. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda “Barangsiapa yang bertaubat kepada Allah sebelum ruhnya sampai di kerongkongan maka Allah menerima taubatnya.”(HR. Ahmad dan At-Tirmidzi). Namun ironisnya kebanyakan manusia tidak percaya akan kebesaran Allah Ta’ala, mereka bermaksiat dengan berbagai macam dosa siang dan malam, bahkan di antara mereka cenderung meremehkan dosa. Maka ketahuilah bahwa dengan meremehkan dosa kecil maka lama-kelamaan akan sampai pada dosa yang besar. Oleh karena itu tidak ada dosa kecil yang dilakukan secara terus menerus dan tidak ada dosa besar apabila diiringi dengan istighfar dan taubat.
Walhasil apabila melihat realita seperti sekarang ini maka bandingkanlah mereka dengan Atsar para shahabat yang terdapat dalam shahih Al-Bukhari rahimahullahu dari Ibnu Mas’ud Radhiy Allahu’anhu berkata “Sesungguhya seorang muslim melihat dosa-dosanya laksana ia duduk di kaki gunung sehingga merasa takut akan tertimpa reruntuhannya. Adapun orang fajir memandang dosa ibarat lalat yang melewati batang hidungnya kemudian ia berbuat begini (yakni menepis dengan tangannya) maka dia mengeyahkan lalat tersebut darinya.” (HR. Bukhari).
Seorang mukmin akan senantiasa meletakkan dosa-dosanya di depan kedua matanya, sehingga membuatnya sedih dan menyesal. Kemudian dosa-dosanya itu akan ia ikuti dengan kebaikan yang banyak hingga setanpun berputus asa sehingga sering kita temui sebagian orang yang telah bertaubat dari dosanya, menjadi pribadi yang baik daripada sebelumnya seiring dengan kesungguhan taubatnya. Allah selamanya tidak akan membiarkan (menyia-nyiakan) hamba-Nya jika ia datang menghadap kepada-Nya untuk bertaubat.
Allah Azza wa Jalla bahwasanya telah mewajibkan kepada setiap hamba-Nya untuk ikhlas dalam bertaubat. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman “Hai orang-orang yang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya.” (QS.At-Tahrim:8). Oleh karena perkara yang agung ini mestilah memiliki syarat-syarat, maka para ulama telah menyebutkan syarat taubat berdasarkan ayat dan hadits yg shahih diantaranya :
- Bersegera berhenti dari dosa
- Menyesal terhadap dosa yang telah lampau
- Bertekad untuk tidak mengulanginya
- Mengembalikan hak orang-orang yang dizhalimi atau meminta untuk dibebaskan darinya.
Sesungguhnya Allah selalu membukakan pintu taubat kepada hambanya. Allah Ta’ala berfirman dalam hadits Qudsi “Wahai anak adam! Selagi engkau berdoa kepada-Ku dan mengharap kepada-Ku, niscaya Aku ampuni dosa-dosamu yang telah lampau dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam andaikata dosamu mencapai petala langit kemudian engkau memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam seandainya engkau mendatangi-Ku dengan membawa kesalahan sepenuh bumi, kemudian engkau mendatangi-Ku dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku dengan suatu apapun, niscaya Aku akan mendatangimu dengan ampunan seluruh bumi.” (HR.At-Tirmidzi)
Oleh karena itu marilah kita senantiasa bersegera untuk bertaubat dari setiap kesalahan dan dosa yang kita lakukan, meyakini bahwa Allah Ta’ala menerima taubat dan memaafkan kesalahan hamba-Nya dan hendaklah kita selalu berdoa memohon taufik dan perlindungan kepada Allah Ta’ala agar dijauhkan dari perbuatan dosa dan maksiat.
(Kutipan singkat buku “Taubat Jalan Pintas Menebus Dosa” penulis Muhammad Shalih Al Munajjid Penerbit Pustaka At-Tibyan Solo http://promo.at-tibyan.com)
Tweet







Rasulullah -Shallallaahu’alaihi wa Sallam- pernah menyampaikan nasihat melalui Abu Hurairah -Radhiallahu’anhu-: “Segeralah melalukan amal saleh. Akan terjadi fitnah besar bagaikan gelap malam yang sangat gulita. Ketika itu, seorang beriman di pagi hari, tiba-tiba kafir di sore hari. Beriman di sore hari, tiba-tiba kafir di pagi hari. Mereka menukar agama karena sedikit keuntungan dunia.” (HR. Muslim)
Saatnyalah seseorang merenungi diri untuk senantiasa minta ampunan Allah -Subhanahu wa Ta’ala- Menyadari bahwa kita, sebagai manusia punya kelemahan, kekhilafan. Dan istighfar dan memohon ampunan BUKAN sesuatu yang musiman dan jarang-jarang. Harus terbangun taubat yang sungguh-sungguh (Taubat Nasuha)
postingan bagus. nice share. Tapi manusia itu gampang lupa, apalagi kita yg bergelut dilapangan sendirian, jarang ada yg mengingatkan kecuali sesekali.
Rosululloh shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : ” setiap bani adam banyak salah ( dosa ) ,dan sebaik2 orang yang berdosa adalah yang bertaubat “.
Subhanallah artikel ini sangat bermanfaat sekali dan menambah wawasan bagi muslimin dan muslimat yang gemar menuntut ilmu,,,dan saya selalu mengharapkan kiriman-kiriman artikel selanjutnya. Mudah-mudahan Allah SWT selalu mencurahkan kasih sayang dan Ridho kpd kita semua,,,amin
Subhanallah….. artikel yang sangat menarik untuk di baca….
ijin sahre ya………..
Alhamdulillah.. artikrl ini, menjadi sarana kita untuk saling mengingatkan sesama kaum muslimin, semoga kita semua semoga kita bisa merenungkan dan mengamalkannya.. sehingga dibukakan kepada kita semua oleh Allah SWT pintu taubat, rahmat dan taufiknya untuk kita semua… barakallahhufik..
alhamdulillaah artikel yang sangat bermanfaat
Assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh,
Syukron katsiron atas artikel-artikle yang sangat bermanfaat untuk penambah imu dienul islam ini… semoga Allah membalas usaha dan kerja keras antum dengan kebaikan yang banyak serta pahala yang berlipat ganda.. amiiin
Artikelnya bagus, tapi gambarnya tidak cocok. Apa maksudnya itu gambar orang yang sedang berdoa di masjid? Jika iya mohon diperhatikan ornamen masjid itu. Ornamen ysb adalah bintang david (lambang yahudi, lambang militer AS)
ni lihat saja
MasyaAllah,, bagus semoga bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang lain.. ngomong2 kapan nih yang dikirim VIA SMS,, ana masih nunggu
Saudara Adhe Muhammad, sms sudah mengudara pada tanggal 1 maret 2010. Jika Anda belum dapat berarti data yang Anda masukkan salah. Silakan hasil perbaikan di kirim ke email info@an-naba.com
jazakallahu khayran katsiran, ana izin share ya
numpang meng copy