Tumbuhkan Iman

Pengertian iman menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah ikrar dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan anggota badan. Jadi, iman itu mencakup tiga hal; 1. Ikrar dengan hati, 2. Pengucapan dengan lisan, dan 3. Pengamalan dengan anggota badan.

Berdasarkan pengertian iman di atas, maka iman bukan sekedar ucapan saja, melainkan juga diperlukan pengamalan atau tindakan untuk membuktikannya. Karenanya keadaan atau kondisi iman seseorang dapat bertambah dan berkurang berdasarkan pada amal dan perbuatannya.

Rasulullah -Shalallahu’alahi wa Sallam- bersabda, “Sesungguhnya Islam pertama kali muncul dalam keadaaan asing dan nanti akan kembali asing sebagaimana semula. Maka berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba’).”(hadits shahih riwayat Muslim) “Berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba’). (Mereka adalah) orang-orang shalih yang berada di tengah orang-orang yang berperangai buruk. Dan orang yang memusuhinya lebih banyak daripada yang mengikuti mereka.”(hadits shahih riwayat Ahmad) “Berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba’). Yaitu mereka yang mengadakan perbaikan (ishlah) ketika manusia rusak.”(hadits shahih riwayat Abu Amr Ad Dani dan Al Ajurry)

Iman di dalam hati kita bukanlah sesuatu yang statis. Iman kita akan bisa bertambah atau bisa juga berkurang, bak gelombang air laut yang kadang pasang naik dan kadang pasang surut.

Ketika kondisi iman kita lemah dan kondisi lemah itu kita masih ada dalam kebaikan, kita beruntung. Namun, bila ketika kondisi iman kita lemah dan kondisi lemah itu membuat kita ada di luar koridor ajaran Rasulullah -Shalallahu’alahi wa Sallam-, kita celaka. Rasulullah -Shalallahu’alahi wa Sallam- bersabda:

“Engkau mempunyai amal yang bersemangat, dan setiap semangat mempunyai kelemahan. Barangsiapa yang kelemahannya tertuju pada sunnahku, maka dia telah beruntung. Dan, siapa yang kelemahannya tertuju kepada selain itu (di luar sunnah Rasul), maka dia telah binasa.” (HR. Ahmad)

Begitulah kondisi hati kita. Sesuai namanya, hati dalam bahasa Arab” ‘qalb’ yang berarti selalu berubah-ubah (at-taqallub) dengan cepat. Rasulullah -Shalallahu’alahi wa Sallam- bersabda :

“Dinamakan hati karena perubahannya. Sesungguhnya hati itu ialah laksana bulu yang menempel di pangkal pohon yang diubah oleh hembusan angin secara terbalik.” (HR. Ahmad dalam Shahihul Jami’ no. 2365)

Karena itu Rasulullah -Shalallahu’alahi wa Sallam- mengajarkan kepada kita sebuah doa agar Allah Subhanahu wa Ta’ala menetapkan hati kita dalam ketaatan.

“Ya Allah Yang membolak-balikkan hati-hati manusia, balikanlah hati kami untuk taat kepada-Mu.” (Muslim no. 2654)

Hati kita akan kembali pada kondisi ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala jika kita senantiasa memperbaharui keimanan kita. Rasulullah -Shalallahu’alahi wa Sallam- bersabda :

“Sesungguhnya iman itu dijadikan di dalam diri salah seorang di antara kamu sekalian sebagaimana pakaian yang dijadikan, maka memohonlah kepada Allah agar Dia memperbaharui iman di dalam hatimu.” (Al-Hakim di Al-Mustadrak, 1/4; Al-Silsilah Ash-Shahihain no. 1585; Thabrany di Al-Kabir).

Abu Muhammad Asyraf bin Abdul Maqshud dalam bukunya “Fatawa Mar’ah Al-Muslimah**) menjelaskan beberapa sebab yang menyebabkan iman itu dapat bertambah, diantaranya :

Pertama: Mengenal Allah (Ma’rifatullah) dengan nama-nama (asma’) dan sifat-sifat-Nya. Setiap kali ma’rifatullahnya seseorang itu bertambah, maka tak diragukan lagi imannya akan bertambah pula.

Kedua: Memperhatikan ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berupa ayat-ayat kauniyah maupun syar’iyah. Seseorang jika mau memperhatikan dan merenungkan ayat-ayat kauniyah Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu seluruh ciptaan-Nya, maka imannya akan bertambah, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat Adz-Dzariyat: 20-21).

Ketiga: Banyak melaksanakan ketaatan. Seseorang yang mau menambah ketaatannya, maka akan bertambah pula imannya, apakah ketaatan itu berupa qauliyah maupun fi’liyah.Contohnya, berdzikir, akan menambah kimanan secara kuantitas dan kualitas. Demikian halnya dengan puasa, shalat, zakat, sedekah dan lain sebagainya.

____________________

**) Dikutip dari Soal Jawab Masalah Iman dan Tauhid (ringkasan dari terjemah buku “Fatawa Mar’ah Al-Muslimah” yang ditulis oleh Abu Muhammad Asyraf bin Abdul Maqshud, yang berisi fatwa-fatwa ulama besar Saudi Arabia, yang diterbitkan oleh Pustaka at-Tibyan Solo.

VN:F [1.9.6_1107]
Rating: 10.0/10 (5 votes cast)
VN:F [1.9.6_1107]
Rating: +7 (from 7 votes)
Tumbuhkan Iman, 10.0 out of 10 based on 5 ratings

Admin posted at 2010-3-29 Category: Mimbar Ilmu

Facebook comments:

Comments
  • junedi March 29, 2010 at 7:03 pm

    masya allah isi buku ini bagus…

    VA:F [1.9.6_1107]
    Rating: 3.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.6_1107]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  • luluk March 29, 2010 at 10:46 pm

    subhanallah…………. memang luar biasa………..

    VA:F [1.9.6_1107]
    Rating: 3.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.6_1107]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  • imam suja'i March 30, 2010 at 10:51 am

    Subhanalloh, ternyata ana sudah punya bukunya tapi belum bisa mengambil makna didalmnya karena mungkin belum bisa faokus untuk mendalaminya. syukron atas artikelnya. semoga bisa menumbuhkan amalan-amalan anggota badan yang didasari atas iman tadi dalam hati ana dan antum sekalian.

    VA:F [1.9.6_1107]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.6_1107]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  • eko agung j n March 30, 2010 at 2:17 pm

    MASYA ALLOH ….. MENGESANKAN ,

    VA:F [1.9.6_1107]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.6_1107]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  • huda April 23, 2010 at 8:35 pm

    Artikel yang bagus. Jadi motivasi untuk meningkatkan keimanan kita pada Allah Subhanahu wata’ala.
    Smoga Allah menguatkan iman kita.

    VA:F [1.9.6_1107]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.6_1107]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  • Threaded commenting powered by Spectacu.la code.