WANITA MUSLIMAH DI BULAN RAMADHAN

WANITA MUSLIMAH DI BULAN RAMADHAN(1)

Wanita dan Shalat Tarawih

Shalat adalah ibadah yang telah Allah SWT tetapkan atas bani Adam baik laki-laki maupun perempuan karena banyak sekali keutamaan yang besar bagi kaum wanita, maka Rasulullah SAW senantiasa menganjurkan kepada para sahabiyah agar mengerjakannya dan melaksanakannya. Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu bahwasanya Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa shalat malam bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Kaum wanita boleh mengerjakan shalat, termasuk di dalamnya Qiyamul lail atau shalat tarawih di masjid. Dasarnya adalah berdasarkan sabda Rasulullah SAW bahwasanya beliau bersabda “Jika istri salah seorang dari kamu meminta izin ke masjid, maka janganlah ia melarangnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hendaklah kaum wanita mengetahui bahwa izin yang disebutkan dalam nash-nash bukanlah suatu hal yang wajib (yakni wajib di beri izin) akan tetapi dengan syarat-syarat yang telah disebutkan oleh para ulama yang diambil dari beberapa hadist. Imam An-Nawawi Rahimahullah berkata “Bab keluarnya wanita ke masjid jika tidak menimbulkan fitnah dan keluar tanpa mengenakan parfum.” Lantas bagaimana dengan sebagian kaum wanita yang melaksanakan shalat tarawih di rumah?

Shalat seorang wanita di rumahnya lebih afdhal daripada shalat di masjid. Karena yang terbaik bagi wanita adalah berdiam di rumahnya. Dasrnya adalah hadist riwayat dari Abdullah bin Umar Radhiallahu’anhu ia berkata, Rasulullah SAW bersabda “Janganlah kalian melarang kaum wanita pergi ke masjid. Dan rumah mereka lebih baik bagi mereka.”(HR. Abu Dawud). Lalu bagaimanapula dengan wanita muslimah saat ini yang keluar mengenakan perhiasan dan parfum, mengenakan pakaian yang paling indah, sementara Aisyah Radhiyallahu’anha telah mengatakan “Kalaulah Rasulullah SAW mengetahui apa yang dilakukan oleh para wanita sepeninggal beliau, niscaya beliau akan melarang mereka keluar ke masjid.”

Hendaklah kaum wanita memperhatikan bimbingan dan menjauhi segala bentuk pelanggaran dalam pelaksanaan shalat tarawih. Sunnah bagi kaum wanita agar melaksanakan shalat tarawih tidak lebih dari sebelas rekaat berdasarkan riwayat Aisyah Radhiallahu’anha bahwa ia pernah di tanya tentang kaifiyat shalat tarawih dibulan Ramadhan. Ia menjawab “Beliau Rasulullah SAW tidak pernah mengerjakannya lebih dari sebelas rekaat pada bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan.” (HR. Muttafaqun ‘Alaihi). Sunnah bagi kaum wanita membaca Al-Quran dalam shalatnya melalui hafalan. Hendaklah para wanita menempati shaf yang paling belakang karena itulah yang utama dan diperintahkan oleh syariat.

Pelanggaran yang harus dihindari oleh kaum wanita dalam shalat tarawih adalah larangan duduk di masjid sebelum melakukan shalat tahiyyatul masjid. Termasuk pelanggaran adalah pergi ke masjid dengan memakai parfum. Ini merupakan perbuatan yang dilarang sebagaimana yang sering dijumpai wanita di banyak masjid. Berdasarkan sabda Rasulullah SAW “Siapa saja wanita yang memakai parfum kemudian keluar ke masjid, maka tidak diterima shalatnya hingga mandi.” (HR. Ibnu Majah)

Perkara yang berkaitan dengan haidh merupakan masalah yang penting bagi wanita terutama pada bulan Ramadhan. Dan sekilas kita akan singgung masalah yang sangat penting berkaitan dengan haidh yang banyak dialami oleh wanita.

(BERSAMBUNG…)

PROMO RAMADHAN (NEW…..!!!!!)

Ke Artikel Sebelumnya

admin posted at 2009-7-25 Category: Ibadah, Info Kajian, Mimbar Ilmu, Ramadhan